Ajakan kepada Manusia untuk Beriman kepada Al-Qur’an

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 170

0
159

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 170. Ajakan kepada manusia untuk beriman kepada Al-Qur’an dan Rasulullah ﷺ, serta peringatan terhadap kufur kepada keduanya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nisaa’ : 170)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Ya ayyuhan nāsu (wahai manusia), yakni wahai penduduk Mekah.

Qad jā-akumur rasūlu (sungguh telah datang kepada kalian rasul itu), yakni Muhammad ﷺ.

Bil haqqi (dengan kebenaran), yakni dengan membawa tauhid dan Al-Qur’an.

Mir rabbikum fa āminū (dari Rabb kalian, karenanya berimanlah kalian) kepada Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Khairal lakum (itu lebih baik bagi kalian) daripada (agama) yang kalian anut saat ini.

Wa iη takfurū (dan jika kalian kafir) kepada Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Fa inna lillāhi mā fis samāwāti wal ardl (maka sesungguhnya Kepunyaan Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi), serta semuanya adalah hamba-hamba-Nya.

Wa kānallāhu ‘alīman (dan adalah Allah Maha mengetahui) baik terhadap orang-orang yang beriman, maupun orang-orang yang tidak beriman.

Hakīmā (lagi Maha Bijaksana), yakni Dia telah menetapkan agar tidak beribadah kepada selain-Nya. Selanjutnya Allah Ta‘ala Menurunkan ayat berkenaan dengan orang-orang Nasrani penduduk Najran: an-Nasthuriyyah, yaitu orang-orang yang mengatakan bahwa ‘Isa ‘alaihis salam adalah anak Allah, al-Ya‘qubiyyah, yaitu orang-orang yang mengatakan bahwa ‘Isa ‘alaihis salam adalah Allah, al-Marqusiyyah, yaitu orang-orang yang mengemukakan paham trinitas, serta al-Muklaniyyah, yaitu orang-orang yang menyatakan bahwa ‘Isa ‘alaihis salam dan Tuhan itu bersekutu.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

170.[1] Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu[2]. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[1] Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan semua manusia untuk beriman kepada hamba-Nya dan Rasul-Nya, yaitu Muhammad ﷺ, menyebutkan sebab yang mengharuskan untuk beriman dan faedah beriman serta bahaya dari tidak beriman.

Sebab yang mengharuskan untuk beriman kepada Beliau adalah pemberitahuan-Nya bahwa Nabi-Nya datang kepada mereka dengan membawa kebenaran, yakni kedatangan Beliau adalah hak (benar) dan syari’at yang dibawanya juga hak. Hal itu, karena orang yang berakal mengetahui bahwa jika manusia tetap di atas kebodohan (masa jahiliyyah), berada dalam kekufuran dan lagi risalah telah putus, maka tidak sesuai dengan hikmah Allah dan rahmat-Nya jika mereka dibiarkan. Bahkan termasuk hikmah Allah dan rahmat-Nya diutus-Nya rasul kepada mereka untuk mengenalkan mana petunjuk dan mana yang sesat, mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Dengan memperhatikan risalah Beliau terdapat dalil yang pasti terhadap kebenaran Beliau. Demikian juga dengan memperhatikan syari’at yang dibawa Beliau, di dalamnya terdapat berita-berita ghaib; masa lalu maupun yang akan datang, yang hal itu tidak diketahui kecuali dengan perantaraan wahyu. Belum lagi dengan perintah yang ada di dalamnya, di mana isinya memerintahkan kepada semua kebaikan, kebenaran, keadilan, ihsan, kejujuran, berbakti kepada orang tua, menyambung silaturrahim, menunaikan amanah, menepati janji, berakhlak mulia dan melarang dari semua keburukan dan kerusakan, permusuhan dan kezaliman, akhlak buruk, dusta, durhaka kepada orang tua dan memutuskan tali silaturrahim. Ini semua membuat kita semakin yakin bahwa apa yang Beliau bawa benar-benar dari sisi Allah.

Adapun faedah dari keimanan, maka dalam ayat di atas disebutkan bahwa yang demikian lebih baik bagi kita. Baik di sini umum, baik untuk kebaikan badan kita, hati kita, ruh kita, dunia kita maupun akhirat kita. Hal itu karena di dalamnya mengandung banyak maslahat dan faedah. Adanya pahala di dunia dan di akhirat termasuk faedah dari keimanan, adanya pertolongan, petunjuk, ilmu, amal salih, kesenangan dan kebahagiaan, memperoleh surga dan kenikmatannya termasuk faedah dari keimanan. Sebagaimana kesengsaraan di dunia dan akhirat diakibatkan dari ketidakadaan iman atau kekurangannya. Adapun bahya dari tidak beriman, maka banyak sekali, di antaranya ia akan mendapatkan kebalikan dari apa yang didapatkannya jika beriman, dan lagi seseorang hamba jika tidak beriman tidaklah merugikan siapa pun selain dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kaya, tidaklah merugikan-Nya maksiat orang-orang yang bermaksiat, bahkan kalau pun semua manusia kafir kepada Allah, maka hal itu tidaklah mengurangi kerajaan-Nya, milik Allah-lah semua yang ada di langit dan di bumi, Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah dan siapa yang berhak mendapat kesesatan, Dia juga Maha bijaksana dalam menempatkan kepada siapa hidayah diberikan dan kepada siapa kesesatan ditimpakan.

[2] Daripada keadaanmu sekarang ini.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai manusia) maksudnya warga Mekah (sesungguhnya telah datang kepadamu rasul) yakni Muhammad ﷺ (membawa kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu) kepadanya (dan usahakanlah yang terbaik bagi kamu) dari apa yang melingkungimu (Dan jika kamu kafir) kepadanya (maka bagi-Nya apa yang di langit dan yang di bumi) baik sebagai milik maupun sebagai makhluk dan hamba hingga tidaklah merugikan kepada-Nya kekafiranmu itu (Dan Allah Maha Mengetahui) terhadap makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana) mengenai perbuatan-Nya terhadap mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepada kalian dengan (membawa) kebenaran dari Tuhan kalian, maka berimanlah kalian, itulah yang lebih baik bagi kalian. (An-Nisaa’: 170)

Telah datang Nabi Muhammad ﷺ kepada kalian dengan membawa hidayah, agama yang hak, dan keterangan yang memuaskan dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala Karena itu, berimanlah kalian kepada apa yang didatangkannya kepada kalian dan ikutilah dia, niscaya hal itu baik bagi kalian.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala  berfirman:

وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ

Dan jika kalian kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikit pun kepada Allah), karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. (An-Nisaa’: 170)

Dengan kata lain, Dia tidak memerlukan kalian dan iman kalian, dan Dia tidak terkena mudarat karena kekafiran kalian. Perihalnya sama dengan makna ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَقَالَ مُوسَى إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan Musa berkata, Jika kalian dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Ibrahim: 8)

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan adalah Allah Maha Mengetahui. (An-Nisaa’: 170)

Ayat berikutnya: Pandangan Al-Qur’an Terhadap Nabi Isa ‘Alaihis Salam 

terhadap orang yang berhak memperoleh hidayah dari kalian, maka Dia memberinya hidayah, dan terhadap orang yang berhak mendapat kesesatan, lalu Dia menyesatkannya.

حَكِيمًا

Lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa’: 170) Yaitu dalam semua ucapan, perbuatan, syariat dan takdir-Nya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaPandangan Al-Qur’an Terhadap Nabi Isa ‘Alaihis Salam
Berita berikutnyaAkibat yang Akan Diterima Oleh Orang yang Mengingkari Risalah dan Rasul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here