Takutlah Kepada-Ku

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 3

0
188

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 3. Menerangkan hukum-hukum yang terkait dengan binatang buruan, sembelihan dan makanan, demikian pula menerangkan tentang nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam menyempurnakan agama serta menyempurnakan karunia-Nya kepada kaum mukmin; sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh (dari tempat tinggi), yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Maa’idah : 3)

.

Tafsir Ibnu Abbas

… Al-yauma (pada hari ini), yakni pada hari haji akbar dan haji wada‘ ini.

Ya-isal ladzīna kafarū (orang-orang kafir telah berputus asa), yakni orang-orang kafir Mekah.

Miη dīnikum (untuk [mengalahkan] agama kalian), yakni untuk mengembalikan kalian kepada agama mereka sesudah kalian meninggalkan agama mereka dan aturan-aturan agama mereka.

Fa lā takh-syauhum (oleh karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka), yakni dalam mengikuti agama Muhammad ﷺ dan menentang mereka.

Wakh -syaun (tapi takutlah kepada-Ku) sekiranya mengabaikan Muhammad ﷺ dan agamanya, serta mendukung mereka. …

Sebelumnya: Melakukan Istikharah Kepada-Nya 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … Pada hari ini[21] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu[22], sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. …

[21] Yang dimaksud dengan hari ini adalah hari ‘Arafah pada saat haji wada’ (tahun ke-10 H), haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Ketika itu orang musyrik tidak melakukan haji dan tidak berthawaf di Baitullah dengan telanjang.

[22] Atau membuat kamu murtad.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa terhadap agamamu) untuk mengembalikan kamu menjadi murtad setelah mereka melihat kamu telah kuat (maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah pada-Ku. …

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kalian. (Al-Maa’idah: 3)

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka putus asa dan tidak punya harapan lagi untuk mengembalikan agama mereka. Hal yang sama diriwayatkan dari Ata ibnu Abu Rabah, As-Saddi, dan Muqatil ibnu Hayyan. Berdasarkan makna ini disebutkan sebuah hadits dalam kitab sahih yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ المُصَلُّون فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ بالتَّحْرِيش بَيْنَهُمْ

Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah kembali di Jazirah Arabia, tetapi masih bisa mengadu domba di antara mereka.

Makna ayat dapat ditafsirkan dengan makna lain, yaitu bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk tetap bersabar dan teguh dalam perbedaan dengan orang-orang kafir, dan janganlah orang-orang mukmin merasa takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ

Sebab itu janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. (Al-Maa’idah: 3)

Selanjutnya: Menyempurnakan Agama serta Menyempurnakan Karunia-Nya 

Artinya, janganlah kalian takut dalam bersikap berbeda dengan mereka, tetapi takutlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan menolong kalian atas mereka, dan Aku akan mendukung kalian serta memenangkan kalian atas mereka. Aku akan melegakan hati kalian terhadap mereka dan menjadikan kalian berada di atas mereka di dunia dan akhirat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaMenyempurnakan Agama serta Menyempurnakan Karunia-Nya
Berita berikutnyaMelakukan Istikharah Kepada-Nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here