Nabi Musa ‘Alaihis Salam Berkata dalam Doanya

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 25

0
79

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 25. Kisah Bani Israil bersama Nabi Musa ‘alaihis salam, keengganan Bani Israil menaati perintah Nabi Musa ‘alaihis salam memasuki Palestina dan akibatnya; Nabi Musa ‘alaihis salam berkata dalam doanya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قَالَ رَبِّ إِنِّي لا أَمْلِكُ إِلا نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Musa berkata, Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu. (Q.S. Al-Maa’idah : 25)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qāla rabbi (berkatalah Musa, Rabbi), yakni Musa ‘alaihis salam berkata, Ya Tuhan-ku.

Innī lā amliku illā nafsī wa akhī (sesungguhnya aku tidak menguasai kecu-ali diriku sendiri dan saudaraku), yakni aku hanya menguasai diriku dan sauda-raku, Harun.

Faf ruq bainanā (oleh karena itu, pisahkanlah antara kami), yakni tetapkanlah suatu keputusan di antara kami.

Wa bainal qaumil fāsiqīn (dan orang-orang fasik itu), yakni orang-orang durhaka itu.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Musa berkata, Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku[30]. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu[31].

[30] Yakni kami tidak sanggup memerangi mereka hanya berdua dan kami tidak mampu memaksa mereka (umatku).

[31] Yakni berikanlah keputusan antara kami dengan mereka, dengan menurunkan hukuman sesuai kebijaksanaan-Mu. Hal ini menunjukkan bahwa perkataan dan sikap mereka termasuk dosa besar yang menjadikan mereka dihukumi sebagai orang-orang fasik.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kata Musa) ketika itu (Wahai Tuhanku! Aku tidak menguasai kecuali diriku dan) kecuali (saudaraku) adapun yang lainnya tidak, oleh sebab itu paksalah mereka supaya tunduk (maka pisahkanlah) atau ceraikan (di antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Berkata Musa, Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu. (Al-Maa’idah: 25)

Yakni ketika kaum Bani Israil tidak mau berperang, maka Nabi Musa ‘alaihis salam marah kepada mereka, dan ia berkata dalam doanya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. (Al-Maa’idah: 25)

Dengan kata lain, tiada seorang pun dari mereka yang taat kepadaku, lalu mau mengerjakan perintah Allah dan memenuhi apa yang aku serukan, kecuali hanya aku dan saudaraku Harun.

Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu. (Al-Maa’idah: 25)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah berilah keputusan antara aku dan mereka. Hal yang sama dikatakan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas; dikatakan pula oleh Ad-Dahhak, yakni berilah keputusan antara kami dan mereka. Sedangkan menurut yang lainnya adalah pisahkanlah antara kami dengan mereka. Perihalnya sama dengan pengertian yang ada di dalam sebuah bait syair berikut:

يَا رَبِّ فَافْرُقْ بَيْنَه وبَيْني … أَشَدَّ مَا فَرقْت بَيْن اثْنَيْنِ …

Ya Tuhanku, pisahkanlah antara dia dengan aku, dengan perpisahan yang amat jauh yang pernah Engkau lakukan terhadap dua orang.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tih) itu. (Al-Maa’idah: 26), hingga akhir ayat

Setelah Nabi Musa ‘alaihis salam menyeru mereka untuk berjihad dan mereka menolak, tidak mau berjihad, maka Allah memutuskan bahwa haram bagi mereka memasuki kota itu selama empat puluh tahun. Akhirnya mereka terjebak di padang Tih dan mereka berjalan berputar-putar selama masa tersebut di dalamnya tanpa mengetahui jalan keluarnya.

Di padang Tih itu terjadi banyak hal yang ajaib dan mukjizat-mukjizat, antara lain: Mereka selalu dinaungi oleh awan, diturunkannya manna dan salwa kepada mereka, dan keluarnya air dari benda mati, yaitu sebuah batu yang mereka bawa di atas seekor hewan kendaraan. Apabila Musa memukul batu itu dengan tongkatnya, maka mengalirlah darinya dua belas mata air yang memancar, masing-masing kabilah memperoleh sebuah mata air. Terjadi pula mukjizat-mukjizat lainnya yang diberikan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada Musa ibnu Imran.

Di padang Tih itulah kitab Taurat diturunkan, disyariatkan untuk mereka berbagai hukum, serta dibuatkan kubah perjanjian yang dikenal dengan sebutan Kubah Zaman.

Yazid ibnu Harun telah meriwayatkan dari Asbag ibnu Zaid, dari Al-Qasim ibnu Abu Ayyub, dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikut: (Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tih) itu. (AJ-Maidah: 26), hingga akhir ayat. Ibnu Abbas mengatakan bahwa mereka tersesat di padang itu selama empat puluh tahun, setiap hari mereka berjalan tanpa ada tempat yang tetap bagi mereka. Kemudian di padang itulah mereka dinaungi oleh awan, dan diturunkan kepada mereka manna dan salwa. Inilah yang disebutkan oleh sebagian dari hadits Futun.

Ayat berikutnya: Tersesatnya Bani Israil di Gurun Selama Empat Puluh Tahun 

Kemudian pada masa itulah Harun ‘alaihis salam wafat, selang tiga tahun kemudian Musa ‘alaihis salam. pun meninggal dunia. Lalu Allah mengangkat Yusya’ ibnu Nun sebagai nabi mereka menggantikan Musa ibnu Imran as. Kebanyakan kaum Bani Israil meninggal dunia di masa itu, sehingga dikatakan bahwa tiada seorang pun dari mereka yang tersisa selain Yusya’ ibnu Nun dan Kalib. Berangkat dari pengertian ini sebagian kalangan mufassirin ada yang mengatakan bahwa firman-Nya:

Allah berfirman, (Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka  (Al-Maa’idah: 26)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaTersesatnya Bani Israil di Gurun Selama Empat Puluh Tahun
Berita berikutnyaKeengganan Menaati Perintah Nabi Musa ‘Alaihis Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here