Melupakan Sebagian Pesan yang Telah Diperingatkan

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 14

0
139

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 14. Menerangkan tentang pengingkaran perjanjian yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani, mereka sengaja melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. keadaan mereka di dunia dan pada hari Kiamat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan diantara orang-orang yang mengatakan, Kami ini orang-orang Nasrani, Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-Maa’idah : 14)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa minal ladzīna qālū innā nashārā (dan di antara orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani), yakni Nasrani Najran.

Akhadznā mītsāqahum (ada yang telah Kami ambil perjanjian dari mereka) di dalam Injil, yaitu agar mereka mengikuti Nabi Muhammad ﷺ, menjelaskan sifat beliau, hanya beribadah kepada Allah Ta‘ala, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Fa nasū hazh-zhan (namun, mereka melupakan sebagian), yakni mereka mengabaikan sebagian ….

Mimmā dzukkirū bihī (dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka), yakni dari apa yang telah diperintahkan kepada mereka.

Fa aghrainā (karenanya, Kami timbulkan), yakni Kami munculkan.

Bainahumu (di antara mereka), yakni di antara orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ada yang berpendapat, di antara Nasrani Najran golongan Nasthuriyyah, Ya‘qubiyyah, Marqusiyyah, dan golongan Mulkaniyyah.

Al-‘adāwata (permusuhan), yakni berupa pembunuhan dan pembinasaan.

Wal bagh-dlā-a (dan kebencian) di dalam hati.

Ilā yaumil qiyāmah, wa saufa yunabbi-uhumullāhu (hingga hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitahukan kepada mereka), yakni Allah Ta‘ala akan mengabarkan kepada mereka.

Bimā kānū yashna‘ūn (apa yang senantiasa mereka perbuat), yaitu pembangkangan, pengkhianatan, menutup-nutupi (kebenaran), permusuhan, dan kebencian.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan diantara orang-orang yang mengatakan, Kami ini orang-orang Nasrani, Kami telah mengambil perjanjian mereka[28], tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat[29]. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan[30].

[28] Sebagaimana orang-orang Yahudi diambil janjinya.

[29] Yakni Kami berikan kekuasaan sebagiannya terhadap sebagian yang lain dan timbul permusuhan antara sesama mereka sampai hari kiamat seperti yang kita saksikan, di mana orang-orang Nasrani antara yang satu dengan yang lain senantiasa dalam kebencian, permusuhan dan pertengkaran.

[30] Serta akan memberikan balasan terhadapnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan di antara orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani,) berkaitan dengan firman-Nya (ada yang telah Kami ambil pula janji mereka) sebagaimana halnya orang-orang Yahudi dari kalangan Bani Israel (maka mereka lupakan sebagian dari peringatan yang telah disampaikan kepada mereka) yakni dalam Injil berupa keimanan dan lain-lain hingga mereka ingkari perjanjian itu (maka Kami bangkitkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat) dengan pertikaian dan perbedaan keinginan mereka, hingga setiap golongan mengafirkan yang lain (dan Allah akan memberitakan kepada mereka kelak) yakni di akhirat (apa-apa yang mereka perbuat) lalu mendapat pembalasan daripada-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan di antara orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka. (Al-Maa’idah: 14)

Yakni di antara orang-orang yang mengakui dirinya Nasrani mengikuti Isa ibnu Maryam ‘alaihis salam, padahal kenyataannya mereka tidak demikian; telah kami ambil janji atas diri mereka untuk mengikuti Rasulullah ﷺ dan menolongnya, mendukungnya, dan mengikuti jejaknya, mau beriman kepada semua nabi yang telah diutus oleh Allah ke bumi ini. Tetapi mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Dengan kata lain, mereka melanggar dan mengingkari perjanjian tersebut. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya, maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. (Al-Maa’idah: 14)

Maksudnya, Kami timpakan atas mereka kebencian dan permusuhan di antara mereka, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain, dan yang demikian itu masih terus berkelanjutan hingga hari kiamat. Demikian pula golongan Nasrani dengan berbagai sekte-sektenya masih senantiasa saling membenci dan saling memusuhi, mengalirkan sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain, dan mengutuk sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain. Setiap sekte dari mereka mengharamkan sekte lainnya dan melarang mereka memasuki tempat peribadatannya. Sekte Malikiyah mengafirkan sekte Ya’qubiyah, demikian pula yang lainnya. Hal yang sama dilakukan oleh sekte Nusturiyah dan Al-Aryusiyah, masing-masing golongan mengafirkan golongan lain di dunia ini hingga hari para saksi bangkit nanti (yakni hari kiamat).

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan. (Al-Maa’idah: 14)

Ayat berikutnya: Ajakan Agar Mengikuti Al-Qur’an dan Risalah Islam 

Di dalam ayat ini terkandung ancaman dan kecaman yang tegas ditujukan kepada orang-orang Nasrani yang telah melakukan kedustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan perbuatan mereka yang berani menisbatkan kepada Allah hal-hal yang Allah Mahatinggi lagi Mahasuci dari hal-hal itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Yaitu mereka menjadikan bagi Allah istri dan anak, Mahatinggi Allah lagi Mahasuci Tuhan Yang Maha Esa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak diperanakkan, dan tidak beranak, serta tiada seorang pun yang menyerupai-Nya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAjakan Agar Mengikuti Al-Qur’an dan Risalah Islam
Berita berikutnyaMenerangkan Tentang Pengingkaran Janji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here