Hukum-hukum Tentang Wudhu dan Mandi

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 6

0
113

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 6. Hukum-hukum tentang wudhu dan mandi serta tayammum. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٦)

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (Q.S. Al-Maa’idah : 6)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā ayyuhal ladzīna āmanū idzā qumtum ilash shalāti (wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat), sedang kalian belum berwudhu, maka maukah kalian Aku ajari apa yang mesti kalian lakukan? Lalu Dia berfirman:

Fagh silū wujūhakum wa aidiyakum ilal marāfiqi wamsahū bi ru-ūsikum (maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai siku, dan sapulah kepala kalian) dengan cara yang kalian kehendaki.

Wa arjulikum (dan [sapulah] kaki kalian), yakni di atas sepatu kalian.

Ilal ka‘bain (sampai kedua mata kaki). Jika dibaca wa arjulakum, maka berarti basuhlah kaki kalian.

Wa ing kuηtum junubaη fath-thahharū (dan jika kalian junub, maka mandilah), yakni hendaklah kalian mandi dengan air. …

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

6.[1] Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat[2], maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub[3] maka mandilah. …

[1] Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Kami keluar bersama Rasulullah ﷺ dalam sebagian safar Beliau, sehingga ketika kami berada di tengah lapangan atau berada dalam pasukan, tiba-tiba kalungku lepas, maka Rasulullah ﷺ mengirim beberapa orang untuk mencari kalung itu, sedangkan sebagian lagi tetap bersama Beliau. Saat itu, mereka tidak berada di dekat air dan tidak ada orang yang membawa air, lalu sebagian orang mendatangi Abu Bakar Ash Shiddiq dan berkata, Tidakkah kamu melihat apa yang dilakukan Aisyah, ia telah membuat Rasulullah ﷺ diam di tempat, demikian juga para sahabatnya padahal mereka tidak di dekat air dan tidak ada yang memilikinya. Maka Abu Bakar datang, sedangkan Rasulullah ﷺ tertidur meletakkan kepalanya di pahaku. Abu Bakar berkata, Kamu telah membuat Rasulullah ﷺ dan para sahabat berhenti, padahal mereka tidak di dekat air dan tidak membawa air. Aisyah berkata, Abu Bakar mencelaku dan berkata kepadaku apa yang dikehendaki Allah. Ia memicit pinggangku dengan tangannya dan tidak ada yang menghalangiku untuk bergerak kecuali karena Rasulullah ﷺ sedang berada di atas pahaku. Rasulullah ﷺ bangun di pagi harinya tanpa memiliki air, maka Allah menurunkan ayat tayammum, lalu mereka pun bertayammum. Usaid bin Khudhair berkata, Ini bukanlah berkah pertama kali yang datang kepadamu wahai Abu Bakar. Aisyah berkata, Maka kami bangunkan unta, di mana aku berada di atasnya, lalu kami menemukan kalung di bawahnya.

Imam Bukhari juga meriwayatkan di beberapa tempat dalam kitab shahihnya, namun di sana (juz 9 hal. 321) disebutkan, Kalung milik Asmaa’ hilang, lalu Rasulullah ﷺ mengirim beberapa orang untuk mencarinya…dst., sedangkan di juz 11 hal. 135 disebutkan, bahwa Aisyah meminjam kalung itu dari Asmaa’. Dengan demikian kalung tersebut milik Asmaa’ yang dipinjam oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha.

[2] Sedangkan kamu berhadats kecil.

[3] Yakni berhadats besar.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai orang-orang yang beriman, jika kamu berdiri) maksudnya hendak berdiri (mengerjakan shalat) dan kamu sedang berhadas (maka basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku) artinya termasuk siku itu sebagaimana diterangkan dalam sunah (dan sapulah kepalamu) ba berarti melengketkan, jadi lengketkanlah sapuanmu itu kepadanya tanpa mengalirkan air. Dan ini merupakan isim jenis, sehingga dianggap cukup bila telah tercapai sapuan walaupun secara minimal, yaitu dengan disapunya sebagian rambut. Pendapat ini juga dianut oleh Imam Syafii (dan kakimu) dibaca manshub karena diathafkan kepada aidiyakum; jadi basuhlah tetapi ada pula yang membaca dengan baris di bawah/kasrah dengan diathafkan kepada yang terdekat (sampai dengan kedua mata kaki) artinya termasuk kedua mata kaki itu, sebagaimana diterangkan dalam hadits. Dua mata kaki ialah dua tulang yang tersembul pada setiap pergelangan kaki yang memisah betis dengan tumit. Dan pemisahan di antara tangan dan kaki yang dibasuh dengan rambut yang disapu menunjukkan diharuskannya/wajib berurutan dalam membersihkan anggota wudhu itu. Ini juga merupakan pendapat Syafii. Dari sunah diperoleh keterangan tentang wajibnya berniat seperti halnya ibadah-ibadah lainnya. (Dan jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah) maksudnya mandilah ….
Selanjutnya: Apabila Hendak Mengerjakan Shalat 

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaApabila Hendak Mengerjakan Shalat
Berita berikutnyaMenikah dengan Ahli Kitab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here