Sekiranya Allah Menghendaki, Niscaya Kalian Dijadikan-Nya Satu Umat Saja

Kajian Tafsir: Surah Al-Maa'idah ayat 48

0
259

Kajian Tafsir: Surah Al-Maa’idah ayat 48. Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, menjadi saksi terhadapnya, dan bahwa berhukum dengan Al-Qur’an adalah wajib; Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat saja. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan Kami telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan, (Q.S. Al-Maa’idah : 48)

.

Tafsir Ibnu Abbas

… Wa lau syā-allāhu la ja‘alakum ummataw wāhidatan (sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu umat), yakni niscaya Dia menghimpun kalian dalam satu syariat.

Wa lākil li yabluwakum fī mā ātākum (tetapi Allah hendak menguji kalian berkenaan dengan apa yang diberikan-Nya kepada kalian), yakni dengan kitab, sunah-sunah, dan kewajiban-kewajiban yang Dia berikan kepada kalian, lalu Dia berkata, Aku telah menentukannya untuk kalian. Oleh karena itu, jangan ada sedikit keraguan pun di dalam hati kalian.

Fastabiqul khairāt (maka berlomba-lombalah kalian dalam berbuat kebajikan), yakni wahai umat Muhammad, berlombalah dengan umat-umat lain dalam mengerjakan sunah-sunah, kewajiban-kewajiban, dan amal-amal saleh. Menurut pendapat yang lain, bersegeralah dalam mengerjakan ketaatan.

Ilallāhi marji‘ukum jamī‘an (hanya kepada Allah-lah kembali kalian semuanya), yakni semua umat.

Fa yunabbi-ukum (lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian), yakni akan mengabarkan kepada kalian.

Bimā kuηtum fīhi takhtalifūn (hal-hal yang dahulu kalian perselisihkan padanya), yakni tentang agama dan syariat yang kalian durhakai.

Sebelumnya: Untuk Setiap Umat, Dia Berikan Aturan dan Jalan yang Terang 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu[4], maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan[5]. Hanya kepada Allah kamu semua kembali[6], lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan[7],

[4] Kalau Allah menghendaki, tentu Dia menjadikan kamu satu umat saja dan di atas satu syari’at, akan tetapi Dia pecah-pecahkan kamu untuk mengujimu terhadap syari’at yang berbeda sesuai keadaan waktu itu, agar Dia melihat siapa di antara kamu yang taat dan siapa di antara kamu yang bermaksiat. Demikian juga agar kamu dapat berlomba-lomba dalam kebaikan dengan umat sebelum kamu.

[5] Ayat ini menunjukkan agar seseorang bersegera melaksanakan ketaatan dan tidak menundanya, seperti melaksanakan shalat di awal waktu, dan agar seseorang tidak membatasi diri melakukan kewajiban saja, bahkan sepatutnya ia mengerjakan hal yang sunat yang mampu dikerjakan agar amalan menjadi sempurna dan dapat membalap orang lain dalam mengerjakan kebaikan.

[6] Baik kamu maupun umat-umat terdahulu.

[7] Tentang syari’at dan amal, lalu Dia akan memberikan balasan kepada pengikut kebenaran dan pelaku amal salih, serta akan memberikan balasan kepada pengikut kebatilan dan pelaku amal buruk.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (Sekiranya dikehendaki Allah tentulah kamu dijadikan-Nya satu umat) dengan hanya satu syariat (tetapi) dibagi-bagi-Nya kamu kepada beberapa golongan (untuk mengujimu) mencoba (mengenai apa yang telah diberikan-Nya kepadamu) berupa syariat yang bermacam-macam untuk melihat siapakah di antara kamu yang taat dan siapa pula yang durhaka (maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) berpaculah mengerjakannya. (Hanya kepada Allahlah kembali kamu semua) dengan kebangkitan (maka diberitahukan-Nya kepadamu apa yang kamu perbantahkan itu) yakni mengenai soal agama dan dibalas-Nya setiap kamu menurut amal masing-masing.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah:

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). (Al-Maa’idah: 48)

Seandainya hal ini merupakan khitab (pembicaraan) bagi umat ini, niscaya kurang tepatlah bila disebutkan oleh firman-Nya: Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). (Al-Maa’idah: 48)

Padahal mereka merupakan satu umat, tetapi hal ini merupakan khitab (pembicaraan) yang ditujukan kepada semua umat dan sebagai pemberitahuan tentang kekuasaan Allah Yang Mahabesar, yang seandainya Dia menghendaki, niscaya dihimpunkan-Nya semua umat manusia dalam satu agama dan satu syariat yang tiada sesuatu pun darinya yang di-mansukh.

Akan tetapi, Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjadikan suatu syariat tersendiri bagi tiap rasul, kemudian me-mansukh seluruhnya atau sebagiannya dengan risalah lain yang diutus oleh Allah sesudahnya, hingga semuanya di-mansukh oleh apa yang diturunkan Nya kepada hamba lagi rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ Allah mengutusnya kepada seluruh penduduk bumi dan menjadikannya sebagai penutup para nabi semuanya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِيمَا آتَاكُمْ

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian. (Al-Maa’idah: 48)

Dengan kata lain, Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menetapkan berbagai macam syariat untuk menguji hamba-hamba-Nya terhadap apa yang telah disyariatkan untuk mereka dan memberi mereka pahala karena taat kepadanya, atau menyiksa mereka karena durhaka kepada-Nya melalui apa yang mereka perbuat atau yang mereka tekadkan dari kesemuanya itu.

Abdullah ibnu Katsir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

فِيمَا آتَاكُمْ

Terhadap pemberian-Nya kepada kalian. (Al-Maa’idah: 48)

Makna yang dimaksud ialah Al-Kitab.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala menganjurkan kepada mereka untuk bersegera mengerjakan kebajikan dan berlomba-lomba mengerjakannya. Untuk itu disebutkan oleh firman-Nya:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. (Al-Maa’idah: 48)

Yaitu taat kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya yang dijadikan-Nya me-mansukh syariat pendahulunya serta membenarkan kitab Al-Qur’an yang merupakan akhir dari kitab yang diturunkan-Nya. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا

Hanya kepada Allah-lah kembali kalian. (Al-Maa’idah: 48)

Yakni tempat kembali kalian kelak di hari kiamat hanyalah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala

فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Lalu diberitahukan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian perselisihkan itu. (Al-Maa’idah: 48)

Yaitu Allah memberitahukan kepada kalian kebenaran mengenai apa yang kalian perselisihkan, maka Dia akan memberikan balasan pahala kepada orang-orang yang percaya berkat kepercayaan mereka dan mengazab orang-orang kafir yang ingkar lagi mendustakan perkara yang hak dan menyimpang darinya ke yang lain tanpa dalil dan tanpa bukti, bahkan mereka sengaja ingkar terhadap bukti-bukti yang jelas, hujah-hujah yang terang serta dalil-dalil yang pasti.

Ayat berikutnya: Memutuskan Perkara 

Ad-Dahhak, makna firman-Nya: maka berlomba-lombalah kepada kebajikan. (Al-Maa’idah: 48) ialah umat Nabi Muhammad ﷺ,

tetapi makna yang pertama lebih jelas dan lebih kuat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaMemutuskan Perkara
Berita berikutnyaUntuk Setiap Umat, Dia Berikan Aturan dan Jalan yang Terang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here