Tangan Merekalah yang Dibelenggu

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 64

0
162

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 64. Contoh tipu daya orang-orang Yahudi, sikap main-main mereka, kedustaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta menerangkan hukuman untuk mereka di dunia dan akhirat; tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Orang-orang Yahudi berkata, Tangan Allah terbelenggu. Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Padahal kedua tangan Allah terbuka, Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Maa’idah : 64)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qālatil yahūdu (dan orang-orang Yahudi mengatakan), yakni Fanhash bin ‘Azura’ si Yahudi.

Yadullāhi maghlūlah (Tangan Allah itu terbelenggu), yakni tak bisa memberi kelapangan.

Ghullat aidīhim (sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu), yakni tangan merekalah yang tertahan dari perbuatan baik dan mengeluarkan infak.

Wa lu‘inū bimā qālū (dan mereka yang dilaknat lantaran apa yang telah mereka katakan), yakni mereka dibebani jizyah disebabkan perkataan mereka. …

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Orang-orang Yahudi berkata[15], Tangan Allah terbelenggu.[16] Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu[17] dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. …

[15] Ketika rezeki mereka sempit karena mendustakan Nabi ﷺ, padahal mereka sebelumnya memiliki harta yang banyak.

[16] Maksudnya ialah kikir, Maha Suci Allah dari ucapan keji tersebut.

[17] Kalimat ini mengandung beberapa makna:

  • Kutukan dari Allah terhadap orang-orang Yahudi, yang berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan disiksa dengan belenggu neraka di akhirat kelak.
  • Tangan mereka terbelenggu sehingga tidak dapat mengerjakan kebaikan, sekaligus doa buruk untuk mereka.
  • Pernyataan bahwa tangan merekalah yang sesungguhnya terbelenggu dari berbuat baik kepada manusia, dan ternyata memang demikian, yakni mereka adalah manusia yang paling kikir kepada orang lain dan paling sedikit kebaikannya, paling buruk sangkaannya kepada Allah dan paling jauh dari rahmat-Nya, padahal rahmat-Nya mengena kepada segala sesuatu dan memenuhi alam bagian atas maupun bawah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Orang-orang Yahudi berkata) setelah mereka ditimpa kesusahan disebabkan mendustakan Nabi ﷺ padahal selama ini mereka adalah orang-orang yang paling mampu dan paling banyak harta. (Tangan Allah terbelenggu.) artinya dikatup hingga terhalang untuk menyebarkan rezeki kepada kita. Ucapan itu merupakan sindiran terhadap kikirnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala buat melimpahkan rezeki. Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: (Tangan merekalah yang dibelenggu.) dari berbuat kebaikan hingga tak mau melakukannya. Ini sebagai doa terhadap mereka (dan mereka dikutuk disebabkan apa yang telah mereka katakan itu). …

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan perihal orang-orang Yahudi semoga laknat Allah menimpa mereka secara berturut-turut sampai hari kiamatbahwa melalui lisannya mereka menyifati Allah Subhaanahu wa Ta’aala dengan sifat yang sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Maha Besar dari apa yang mereka sifatkan itu, bahwa Allah itu kikir. Mereka pun menyifati-Nya miskin, sedangkan mereka sendiri kaya. Mereka ungkapkan sifat kikir ini melalui ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ

Tangan (kekuasaan) Allah terbelenggu (tergenggam alias kikir). (Al-Maa’idah: 64)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zahrani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adani, telah menceritakan kepada kami Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan maglulah ialah kikir.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Orang-orang Yahudi berkata, Tangan (kekuasaan) Allah terbelenggu (Al-Maa’idah: 64) Bahwa mereka tidak bermaksud mengatakan tangan Allah terikat. Yang mereka maksudkan ialah Allah itu kikir. Dengan kata lain, Allah menggenggam apa yang ada di sisi-Nya karena kikir. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan itu dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Qatadah. As-Saddi, dan Ad-Dahhak, dan dibacakan firman-Nya:

وَلا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. (Al-Isra:29); Yakni Allah melarang bersifat kikir dan berfoya-foya yang artinya membelanjakan harta bukan pada tempatnya dalam jumlah yang berlebihan.

Dan Allah mengungkapkan sifat kikir dengan ungkapan seperti yang disebutkan firman-Nya: Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu.(Al-Isra:29)

Pengertian inilah yang dimaksudkan oleh orang-orang Yahudi yang terkutuk itu.

Ikrimah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Fanhas seorang Yahudi, semoga Allah melaknatnya. Dalam pembahasan yang terdahulu telah disebutkan bahwa Fanhaslah yang mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ

Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya (Ali Imran: 181); Lalu ia dipukul oleh sahabat Abu Bakar As-Siddiq radiyallahu ‘anhu.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa lelaki dari kalangan orang-orang Yahudi yang dikenal dengan nama Syas ibnu Qais telah mengatakan (kepada Nabi ﷺ), Sesungguhnya Tuhanmu kikir, tidak mau berinfak. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Orang-orang Yahudi berkata, Tangan (kekuasaan) Allah terbelenggu, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan (kekuasaan) Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Maa’idah: 64)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjawab perkataan mereka dan membuka kedok sandiwara mereka serta semua kedustaan dan buat-buatan mereka. Untuk itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا

Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Al-Maa’idah: 64)

Dan memang demikianlah yang terjadi pada mereka; sesungguhnya kekikiran, kedengkian, dan kelicikan serta kehinaan yang ada pada mereka sangat besar. Seperti yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala melalui firman-Nya:

أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِنَ الْمُلْكِ فَإِذًا لَا يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيرًا أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia, ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepada manusia itu? (An-Nisa: 53-54), hingga akhir ayat.

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ

Lalu ditimpakan kepada mereka nista. (Al-Baqarah: 61), hingga akhir ayat.

Selanjutnya: Kedua Tangan Allah Terbuka 

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaKedua Tangan Allah Terbuka
Berita berikutnyaTidak Melarang Mereka Mengucapkan Perkataan Bohong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here