Kedustaan Mereka Terhadap Allah dan Rasul-Nya

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 61-62

0
141

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 61-62. Contoh tipu daya orang-orang Yahudi, sikap main-main mereka, kedustaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, banyak di antara mereka berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ (٦١) وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٦٢)

Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, Kami telah beriman, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (Q.S. Al-Maa’idah : 61)

Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat. (Q.S. Al-Maa’idah : 62)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa idzā jā-ūkum (dan apabila mereka datang kepada kalian), yakni orang-orang biasa dari kalangan kaum Yahudi datang kepada kalian. Menurut pendapat yang lain, orang-orang munafik.

Qālū āmannā (mereka mengatakan, Kami telah beriman) kepadamu, serta sifat dan gambaranmu juga terdapat dalam kitab kami.

Wa qad dakhalū bil kufri (padahal mereka datang dengan kekafiran), yakni dengan menyebunyikan kekafiran.

Wa hum qad kharajū bih (dan mereka pun pergi dengan kekafiran pula), yakni dengan menyebunyikan kekafiran pula.

Wallāhu a‘lamu bimā kānū yaktumūn (dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan), yakni kekafiran yang mereka sembunyikan.

Wa tarā katsīram minhum (dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka), yakni dan kamu hai Muhammad, akan melihat sebagian besar orang-orang Yahudi.

Yusāri‘ūna fil itsmi (bersegera dalam berbuat dosa), yakni mereka bersegera melakukan kemaksiatan dan kemusyrikan.

Wal ‘udwāni (dan permusuhan), yakni kezaliman dan memusuhi orang lain.

Wa aklihimus suht (dan memakan yang haram), yakni suap yang diharamkan dan mengubah-ubah hukum.

La bi’sa mā kānū ya‘malūn (sungguh amat buruklah apa yang telah mereka perbuat itu), yakni kemaksiatan dan sikap permusuhan yang mereka lakukan.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, Kami telah beriman[9], padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan[10].

[9] Sebagai bentuk kemunafikan dan makar.

[10] Berupa kemunafikan dan niat jahat. Oleh karena itu, Dia akan membalas amal mereka.

62.[11] Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa[12], permusuhan dan memakan yang haram[13]. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

[11] Di ayat ini dan ayat setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan aib-aib mereka (orang-orang Yahudi) sebagai pembelaan terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin.

[12] Seperti suka berbohong, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya, baik terkait dengan hak Allah maupun dengan hak makhluk.

[13] Yakni menerima risywah (sogokan). Hal ini menunjukkan kotornya jiwa mereka, suka berbuat maksiat dan kezaliman. Namun anehnya, mereka mengaku bahwa mereka di atas kemuliaan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan jika mereka datang kepadamu) yaitu orang-orang Yahudi munafik (mereka berkata, Kami beriman, padahal mereka masuk) kepadamu dengan membawa (kekafiran dan mereka keluar) daripadamu (dengan membawa kekafiran pula) mereka tidak beriman (dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan) itu berupa kemunafikan.
  2. (Dan akan kamu lihat banyak di antara mereka) maksudnya orang-orang Yahudi (bersegera) artinya cepat terlibat dalam (berbuat dosa) kedustaan (dan permusuhan) keaniayaan (serta memakan barang yang haram) seperti uang suap dan lain-lain (sungguh, amat buruklah apa yang mereka kerjakan) itu; yakni perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan tadi.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, Kami telah beriman, padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula). (Al-Maa’idah: 61)

Demikianlah sifat-sifat orang-orang munafik dari kalangan mereka, yaitu bahwa mereka berdiplomasi dengan kaum mukmin pada lahiriahnya, sedangkan dalam batin mereka memendam kekafiran. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

وَقَدْ دَخَلُوا

Padahal mereka telah datang. (Al-Maa’idah: 61)

Yakni kepadamu, hai Muhammad.

بِالْكُفْرِ

Dengan kekafirannya. (Al-Maa’idah: 61)

Yaitu seraya memendam kekafirannya di dalam hati mereka, kemudian mereka pergi darimu dengan membawa kekafirannya pula. Pengetahuan yang telah mereka dengar darimu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi mereka, dan tiada bermanfaat bagi mereka semua nasihat dan peringatan. Karena itulah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

وَهُمْ  قَدْ خَرَجُوا بِهِ

Dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula). (Al-Maa’idah: 61)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengkhususkan sebutan ini hanya bagi mereka, bukan selain mereka.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ

Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (Al-Maa’idah: 61)

Yakni Allah mengetahui semua rahasia mereka dan apa yang tersimpan di dalam dada mereka, sekalipun mereka menampakkan di mata makhluk hal yang berbeda dengan batin mereka dan memulas diri dengan hal-hal yang bertentangan dengan hati mereka. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua yang gaib dan yang nyata, Allah lebih mengetahui dari diri mereka sendiri, dan kelak Allah akan memberikan balasan hal tersebut terhadap mereka dengan pembalasan yang sempurna.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. (Al-Maa’idah: 62)

Mereka bersegera melakukan tindakan tersebut,yakni mengerjakan semua hal yang berdosa dan hal-hal yang diharamkan serta menganiaya orang lain dan memakan harta orang lain dengan cara yang batil.

لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Ayat berikutnya: Tidak Melarang Mereka Mengucapkan Perkataan Bohong 

Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (Al-Maa’idah: 62)

Yaitu alangkah buruknya perbuatan yang mereka kerjakan dan alangkah jahatnya perbuatan aniaya yang mereka lancarkan itu.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaTidak Melarang Mereka Mengucapkan Perkataan Bohong
Berita berikutnyaOrang yang Dilaknat dan Dimurkai Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here