Tugas Rasulullah ﷺ Adalah Menyampaikan

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 67

0
310

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 67. Tugas Rasulullah ﷺ adalah menyampaikan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Wahai Rasul! Sampaikanlah (semua) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak kamu lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maa’idah : 67)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā ayyuhar rasulu (wahai rasul), yakni wahai Muhammad!

Balligh mā uηzila ilaika mir rabbik (sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu), yaitu mengecam tuhan-tuhan mereka, mencela agama mereka, memerangi mereka, dan mengajak kepada Islam.

Wa il lam taf‘al (dan jika tidak kamu lakukan) apa yang telah diperintahkan kepadamu.

Fa mā ballaghta risālatah (berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya) sebagimana mestinya.  …

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

67.[5] Wahai Rasul! Sampaikanlah (semua) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu[6]. Jika tidak kamu lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya[7]….

[5] Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ apabila singgah di suatu tempat, maka para sahabat memperhatikan pohon yang paling besar agar dijadikan tempat bagi Nabi ﷺ sehingga Beliau berdiam di bawahnya, kemudian para sahabat menempati setelahnya di bawah naungan pohon. Ketika Beliau berada di bawah pohon dan menggantungkan pedangnya di sana, tiba-tiba ada seorang Arab baduwi yang mengambil pedang itu kemudian mendekati Nabi ﷺ yang sedang tertidur, lalu ia membangunkannya dan berkata, Wahai Muhammad! Siapakah yang dapat menghalangimu dariku? Nabi ﷺ menjawab, Allah., maka Allah menurunkan ayat, Yaa ayyuhar rasuulu balligh maa unzila ilaika…dst.  (Hadits ini hasan, karena Muhammad bin Amr salah seorang rawi hadits ini haditsnya hasan sebagaimana dikatakan Adz Dzahabi dalam Al Mizan, sedangkan Mu’ammal bin Isma’il dalam hapalannya diperbincangkan, akan tetapi hadits ini dimutaba’ahkan sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, di mana Adam, yakni Ibnu Abi Iyasy memutaba’ahkannya. Ibnu Katsir menyebutkannya dengan sanad Ibnu Mardawaih.)

[6] Maka Rasulullah ﷺ menyampaikan risalah-Nya dengan sempurna, berdakwah, memperingatkan dan memberi kabar gembira serta memberikan kemudahan, mengajarkan orang-orang yang tidak tahu sehingga menjadi ulama, menyampaikan risalahnya dengan sabda Beliau, perbuatan, tulisan (surah) dan pengiriman utusan. Oleh karena ini, tidak ada satu pun kebaikan kecuali Beliau telah menunjukkan kepada umatnya, dan tidak ada satu pun keburukan kecuali Beliau telah memperingatkan. Beliau ﷺ telah menyampaikan semua yang dibutuhkan umatnya, baik yang terkait dengan Aqidah, ibadah, mu’amalah, adab maupun akhlak.

[7] Karena menyembunyikan sebagiannya sama saja menyembunyikan seluruhnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai rasul, sampaikanlah) semua (yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu) dan janganlah kamu sembunyikan sesuatu pun daripadanya karena takut akan mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan (dan jika tidak kamu lakukan) tidak kamu sampaikan semua yang diturunkan padamu itu (berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya) risalah dengan tunggal atau jamak karena menyembunyikan sebagian berarti menyembunyikan semuanya. …

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman seraya ber-khitab kepada hamba dan Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad ﷺ dengan menyebut kedudukannya sebagai seorang rasul. Allah memerintahkan kepadanya untuk menyampaikan semua yang diutuskan oleh Allah melaluinya, dan Rasulullah ﷺ telah menjalankan perintah tersebut serta menunaikannya dengan sempurna.

Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibuu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ismail, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq, dari Siti Aisyah radiyallahu ‘anha. yang mengatakan, Barang siapa yang mengatakan bahwa Muhammad menyembunyikan sesuatu dari apa yang diturunkan oleh Allah kepadanya, sesungguhnya dia telah berdusta, seraya membacakan firman-Nya: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al-Maa’idah: 67). hingga akhir ayat.

Demikianlah bunyi riwayat ini secara ringkas dalam kitab ini.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di berbagai tempat dalam kitab Sahih masing-masing secara panjang lebar.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitabul Iman. Imam Turmuzi dan Imam Nasai di dalam kitab tafsir dari kitab Sunnan-nya. telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur, dari Amir Asy-Sya’bi, dari Masruq ibnul Ajda’, dari Siti Aisyah radiyallahu ‘anha.

Di dalam kitab Sahihain, dari Siti Aisyah radiyallahu ‘anha. disebutkan bahwa ia pernah mengatakan,

لَوْ كَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَاتِمًا مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا لَكَتَمَ هَذِهِ الْآيَةَ: وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ

Seandainya Muhammad menyembunyikan sesuatu dari Al-Qur’an, niscaya dia akan menyembunyikan ayat ini, yaitu firman-Nya: sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedangkan Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. (Al Ahzab : 37)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur Ar-Ramadi, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abbad, dari Harun ibnu Antrah, dari ayahnya yang menceritakan bahwa ketika ia berada di hadapan Ibnu Abbas, tiba-tiba datanglah seorang lelaki. Kemudian lelaki itu berkata, Sesungguhnya banyak orang yang berdatangan kepada kami. Mereka menceritakan kepada kami bahwa pada kalian terdapat sesuatu yang belum pernah Rasulullah ﷺ jelaskan kepada orang lain. Maka Ibnu Abbas menjawab, Bukankah kamu ketahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah berfirman: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al-Maa’idah: 67) Demi Allah, Rasulullah ﷺ tidak mewariskan kepada kami (ahlul bait) sesuatu hal yang disembunyikan.

Sanad asar ini berpredikat jayyid.

Hal yang sama disebutkan di dalam kitab Sahih Bukhari melalui riwayat Abu Juhaifah, yaitu Wahb ibnu Abdullah As-ﷺa-i, yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Khalifah Ali ibnu Abu Talib radiyallahu ‘anhu., Apakah di kalangan kalian (ahlul bait) terdapat sesuatu dari wahyu yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an? Maka Khalifah Ali radiyallahu ‘anhu. menjawab, Tidak, demi Tuhan yang menumbuhkan biji-bijian dan yang menciptakan manusia, kecuali hanya pemahaman yang diberi-kan oleh Allah kepada seseorang mengenai Al-Qur’an dan apa yang terdapat di dalam lembaran ini. Aku bertanya, Apakah yang terdapat di dalam lembaran ini? Khalifah Ali ibnu Abu Talib radiyallahu ‘anhu. menjawab, Masalah aql (diat), membebaskan tawanan, dan seorang muslim tidak boleh dihukum mati karena membunuh seorang kafir.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Az-Zuhri pernah berkata, Risalah adalah dari Allah, dan Rasul berkewajiban menyampaikannya, sedangkan kita diwajibkan menerimanya. Umatnya telah menyaksikan bahwa beliau ﷺ telah menyampaikan risalah dan menunaikan amanat Tuhannya, serta menyampaikan kepada mereka dalam perayaan yang paling besar melalui khotbahnya, yaitu pada haji wada’. Saat itu di tempat tersebut terdapat kurang lebih empat puluh ribu orang dari kalangan sahabat-sahabatnya.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam khotbah haji wada’nya:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّكُمْ مَسْئُولُونَ عَنِّي، فَمَا أَنْتُمْ قَائِلُونَ؟  قَالُوا: نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلّغت وأدّيتَ وَنَصَحْتَ. فَجَعَلَ يَرْفَعُ إِصْبَعَهُ إِلَى السَّمَاءِ ويَقلبها إِلَيْهِمْ وَيَقُولُ: اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ، اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ

Hai manusia, sesungguhnya kalian akan ditanyai mengenai diriku, maka apakah yang akan kalian katakan? Mereka menjawab, Kami bersaksi bahwa engkau telah menunaikan risalah dan menyampaikan amanat serta menasihati umat. Maka Rasulullah mengangkat jari telunjuknya ke langit, lalu menunjukkannya kepada mereka seraya bersabda: Ya Allah apakah aku telah menyampaikan?

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمير، حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ  يَعْنِي ابْنَ غَزْوان عَنْ عِكْرمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم في حجة الوداع: يأيها النَّاسُ، أَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟  قَالُوا: يَوْمٌ حَرَامٌ. قَالَ: أَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟  قَالُوا: بَلَدٌ حَرَامٌ  قَالَ: فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟  قَالُوا: شَهْرٌ حَرَامٌ. قَالَ: فَإِنَّ أَمْوَالَكُمْ وَدِمَاءَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا. ثُمَّ أَعَادَهَا مِرَارًا  ثُمَّ رَفَعَ إِصْبَعَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ: اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ   مِرَارًا  قَالَ: يَقُولُ ابْنُ عَبَّاسٍ: وَاللَّهِ لَوصِيَّةٌ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ قَالَ: أَلَّا فَلْيُبْلِغِ الشاهدُ الغائِبَ  لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Fudail (yakni ibnu Gazwan), dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam haji wada’, Hai manusia hari apakah sekarang? Mereka menjawab, Hari yang suci. Rasulullah ﷺ bersabda, Negeri apakah ini? Mereka menjawab, Negeri (kota) yang suci. Rasulullah ﷺ bertanya, Bulan apakah sekarang? Mereka menjawab, Bulan suci. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Maka sesungguhnya harta kalian, darah kalian, dan kehormatan kalian diharamkan atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian sekarang ini di negeri kalian ini dan dalam bulan kalian ini. Rasulullah ﷺ mengulangi ucapan ini berkali-kali, lalu mengangkat telunjuknya ke (arah) langit dan bersabda: Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan? Ucapan ini diulangnya berkali-kali. Ibnu Abbas mengatakan, Demi Allah, hal ini merupakan wasiat yang beliau tunjukkan kepada Tuhannya, yakni beliau ﷺ menitipkan umatnya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: Ingatlah, hendaklah orang yang hadir menyampaikannya kepada orang yang tidak hadir. Janganlah kalian kembali menjadi kufur sesudahku, sebagian dari kalian memukul leher sebagian yang lainnya.

Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Ali ibnul Madini, dari Yahya ibnu Sa’id, dari Fudail ibnu Gazwan dengan sanad yang sama dan lafaz yang semisal.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala

وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

Jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. (Al-Maa’idah: 67)

Yakni jika engkau tidak menyampaikannya kepada manusia apa yang telah Aku perintahkan untuk menyampaikannya, berarti engkau tidak menyampaikan risalah yang dipercayakan Allah kepadamu. Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa telah diketahui konsekuensi hal tersebut seandainya terjadi.

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. (Al-Maa’idah: 67) Yaitu jika engkau sembunyikan barang suatu ayat yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Qubaihah ibnu Uqbah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari seorang laki-laki, dari Mujahid yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al-Maa’idah: 67) Nabi Muhammad berkata, Ya Tuhanku, apakah yang harus aku perbuat, sedangkan aku sendirian, tentu mereka akan mengeroyokku. Maka turunlah firman-Nya: Jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. (Al-Maa’idah: 67)

Selanjutnya: Allah Memelihara Rasulullah ﷺ

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui jalur Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAllah Memelihara Rasulullah ﷺ
Berita berikutnyaSungguh-sungguh Menegakkan Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here