Kitab yang Diturunkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 68

0
127

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 68. Tugas Rasulullah ﷺ adalah menyampaikan, dan keimanan yang hakiki adalah mengikuti semua kitab yang diturunkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur’an yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah kamu bersedih terhadap orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maa’idah : 68)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah), hai Muhammad!

Yā ahlal kitābi (Wahai ahli kitab), yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Lastum ‘alā syai-in (tidaklah kamu dipandang beragama sedikit pun) dari agama Allah.

Hattā tuqīmut taurāta wal iηjīla (hingga kamu menegakkan Taurat dan Injil), yakni hingga kalian mengakui keterangan-keterangan yang terdapat dalam Taurat dan Injil.

Wa mā uηzila ilaikum mir rabbikum (dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu), yaitu sejumlah kitab dan rasul.

Wa la yazīdanna katsīram minhum (dan sungguh akan menambah bagi kebanyakan mereka), yakni orang-orang kafir di antara mereka.

Mā uηzila ilaika mir rabbika (apa yang diturunkan kepadamu [Muhammad] dari Tuhan-mu), yakni Al-Qur’an.

Thughyānan (kedurhakaan), yakni terus-menerus dalam kesesatan.

Wa kufran (dan kekafiran), yakni bersikukuh dalam kekafiran.

Fa lā ta’sa ‘alal qaumil kāfirīn (maka, janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu), yakni janganlah kamu berduka dengan binasanya mereka dalam kekafiran, jika mereka enggan beriman.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun[10] hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur’an yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar[11], maka janganlah kamu bersedih terhadap orang-orang yang kafir.

[10] Karena kamu tidak beriman kepada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad ﷺ, demikian juga tidak beriman kepada nabi kamu dan kitab kamu serta tidak berpegang kepada kebenaran dan tidak bersandar kepada suatu dasar pun.

[11] Karena kekafiran mereka kepada Al-Qur’an.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah Hai Ahli Kitab! Kamu tidaklah berada dalam sesuatu agama) tidak dianggap beragama (hingga kamu menjalankan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu) yakni dengan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, di antaranya beriman kepadaku. (Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu hanyalah akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan mereka) maksudnya bahwa disebabkan kekafiran mereka tadi, maka Al-Qur’an yang diturunkan padamu itu hanyalah menambah kekafiran dan kedurhakaan mereka, jadi bukan petunjuk dan keimanan. (Maka janganlah kamu berduka-cita) atau bersedih hati (terhadap orang-orang yang kafir.) jika mereka tak mau beriman, tidak usah mereka itu dihiraukan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman kepada Nabi-Nya untuk mengatakan:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ

Hai Ahli Kitab, kalian tidak dipandang beragama sedikit pun. (Al-Maa’idah: 68)

Yaitu sama sekali bukan sebagai pemeluk agama.

حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ

Hingga kalian menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil. (Al-Maa’idah: 68)

Yakni hingga kalian beriman kepada semua apa yang terkandung di dalam kitab-kitab yang ada di tangan kalian, yang diturunkan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya, dan mengamalkan semua apa yang terkandung di dalamnya. Antara lain berisikan wajib beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ dan perintah mengikutinya, iman kepada kerasulannya serta menaati syariatnya.

Karena itulah menurut Lais ibnu Abu Sulaim, dari Mujahid, disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan (menegakkan ajaran-ajaran) Al-Kitab yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian. (Al-Maa’idah: 68). Makna yang dimaksud ialah Al-Qur’an yang agung.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنزلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا

Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka. (Al-Maa’idah: 68)

Ayat berikutnya: Tidak Ada Rasa Khawatir Padanya dan Mereka Tidak Bersedih Hati 

Tafsir ayat ini telah disebutkan di atas.

فَلا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (Al-Maa’idah: 68)

Yakni jangan kamu sedihkan perihal mereka dan janganlah kamu merasa gentar dalam menghadapi sikap mereka yang demikian itu.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaTidak Ada Rasa Khawatir Padanya dan Mereka Tidak Bersedih Hati
Berita berikutnyaAllah Memelihara Rasulullah ﷺ dari Gangguan Manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here