Allah Mengharamkan Surga Baginya

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 72

0
144

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 72. Menerangkan tentang kafirnya orang-orang Nasrani ketika menuhankan Isa putera Maryam ‘alaihis salam; Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. (Q.S. Al-Maa’idah : 72)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Laqad kafaral ladzīna qālū innallāha huwal masīhubnu maryam (sesungguhnya telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Al-Masih putra Maryam). Ini adalah pendapat golongan Nasthuriyyah.

Wa qālal masīhu (padahal, Al-Masih sendiri berkata), yakni Al-Masih putra Maryam.

Yā banī isrā-īla‘budullāha (Wahai Bani Israil, beribadahlah kepada Allah), yakni hendaklah kalian mengesakan Allah Ta‘ala.

Rabbī wa rabbakum, innahū may yusyrik billāhi (Rabb-ku dan Rabb kalian. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan [sesuatu] dengan Allah), dan mati dalam kemusyrikan.

Fa qad harramallāhu ‘alaihil jannata (maka sungguh Allah telah mengharamkan surga kepadanya), yakni Allah telah mengharamkan ia masuk surga.

Wa ma’wāhu (dan tempatnya), yakni tempat kembalinya.

An-nār, wa mā lizh zhālimīna (adalah neraka. Dan tiadalah bagi orang-orang zalim itu), yakni bagi orang-orang musyrik itu.

Min aηshār (seorang penolong pun) yang dapat menghalangi mereka dari apa (azab) yang akan ditimpakan kepada mereka.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

72.[18] Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu[19]. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu[20].

[18] Ayat ini merupakan pernyataan tentang kafirnya orang-orang Nasrani.

[19] Yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang hamba, bukan tuhan.

[20] Yang menyelamatkan mereka dari azab Allah atau menghindarkannya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam.) di masa sebelumnya telah terjadi hal yang serupa (padahal telah berkata) kepada mereka (Al-Masih, Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu) sesungguhnya aku ini hanyalah seorang hamba Allah dan bukan Tuhan (sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah) menyembah kepada selain Allah (maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga) Allah melarangnya untuk memasuki surga (dan tempatnya ialah neraka dan tidak ada bagi orang-orang lalim itu seorang) lafal min adalah tambahan (penolong.) yang dapat mencegah siksaan Allah terhadap diri mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menjatuhkan keputusan kafir terhadap beberapa golongan dari kaum Nasrani yaitu golongan Malakiyah, Ya’qubiyah, dan Nusturiyah karena sebagian dari mereka mengatakan bahwa Al-Masih adalah tuhan. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan dan Mahasuci dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Dalam keterangan sebelumnya telah disebutkan, mereka telah diberi tahu bahwa Al-Masih itu adalah hamba dan utusan Allah. Kalimat yang mula-mula diucapkannya selagi ia masih berada dalam buaian ialah, Sesungguhnya aku adalah hamba Allah!’ Dan ia tidak mengatakan bahwa dirinya adalah Allah, tidak pula sebagai anak Allah, melainkan dia mengatakan:

إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا إِلَى أَنْ قَالَ: وإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (Maryam: 30) Sampai dengan beberapa ayat berikutnya, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (Maryam: 36)

Demikian pula di saat masa dewasanya dan telah diangkat menjadi nabi, dia mengatakan kepada mereka seraya memerintahkan agar mereka menyembah Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka semata, tiada sekutu bagi-Nya. Karena itulah dalam surah ini disebutkan melalui firman-Nya:

وَقَالَ الْمَسِيح ُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ

Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan kalian. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. (Al-Maa’idah: 72)

yaitu menyembah selain Allah bersama Dia.

فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka (Al Maidah : 72)

Yakni Allah memastikannya menjadi penghuni neraka dan mengharamkan surga atasnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam firman lainnya, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa: 48)

Dan Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah berfirman:

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepada kalian. Mereka (penghuni surga) menjawab, Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.(Al-A’raf: 50)

Di dalam kitab Sahih disebutkan bahwa Nabi ﷺpernah memerintahkan seorang juru penyeru untuk menyerukan di kalangan khalayak ramai, bahwa sesungguhnya surga itu tiada yang dapat masuk ke dalamnya kecuali jiwa yang muslim. Menurut lafaz yang lain disebutkan jiwa yang mukmin. Dalam pembahasan sebelumnya, yaitu pada permulaan tafsir surah An-Nisa, tepatnya pada pembahasan firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (An-Nisa: 48)

Disebutkan sebuah hadits melalui Yazid ibnu Babnus, dari Siti Aisyah, bahwa diwan (catatan amal) itu ada tiga macam. Lalu disebutkan salah satunya, yaitu suatu diwan yang Allah tidak mau memberikan ampunan padanya, yaitu dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan selain-Nya).  Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga. (Al-Maa’idah: 72)

Ayat berikutnya: Akan Ditimpa Azab yang Pedih 

Hadits ini terdapat di dalam kitab Musnad Imam Ahmad. Karena itu, dalam surah ini disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala, menceritakan keadaan Al-Masih, bahwa dia telah mengatakan kepada kaum Bani Israil:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. (Al-Maa’idah: 72)

Yakni di hadapan Allah dia tidak memperoleh seorang penolong pun, tiada yang membantunya dan tiada pula yang dapat menyelamatkan dia dari apa yang dialaminya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAkan Ditimpa Azab yang Pedih
Berita berikutnyaMengira Bahwa Tidak Akan Terjadi Bencana Apa Pun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here