Allah Memelihara Rasulullah ﷺ

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 67

0
283

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 67. Tugas Rasulullah ﷺ adalah menyampaikan, Allah memelihara Rasulullah ﷺ dari gangguan manusia. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Wahai Rasul! Sampaikanlah (semua) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak kamu lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maa’idah : 67)

.

Tafsir Ibnu Abbas

… Wallāhu ya‘shimuka minan nās (Allah memeliharamu dari [gangguan] manusia), yakni dari ganguan orang-orang Yahudi dan sebagainya.

Innallāha lā yahdil qaumal kāfirīn (sesungguhnya Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang kafir), yakni tidak akan membimbing pada agama-Nya orang-orang yang tidak layak untuk agama-Nya.

Sebelumnya: Tugas Rasulullah ﷺ Adalah Menyampaikan 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia[8]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir[9].

[8] Sebelumnya Nabi Muhammad ﷺ dikawal, sampai turun ayat di atas. Setelah turun ayat di atas, Beliau bersabda kepada sahabatnya, Pergilah kalian, karena sesunggunya Allah telah memeliharaku. (HR. Hakim), oleh karenanya tidak ada seorang pun yang dapat membunuh Beliau ﷺ.

[9] Orang-orang kafir, karena tidak ada yang mereka inginkan selain yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, maka Allah tidak memberikan hidayah kepada mereka dan tidak memberi mereka taufik kepada kebaikan.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (Dan Allah memelihara kamu dari manusia) agar tidak sampai membunuhmu. Pada mulanya Rasulullah ﷺ itu dikawal sampai turun ayat ini, lalu sabdanya, Pergilah karena sesungguhnya Allah memeliharaku! Riwayat Hakim. (Sesungguhnya Allah tidak memberikan bimbingan kepada kaum yang kafir.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67)

Yakni sampaikanlah olehmu risalah-Ku, dan Aku akan memeliharamu, menolongmu, dan mendukungmu serta memenangkanmu atas mereka. Karena itu kalian jangan takut dan jangan pula bersedih hati, karena tiada seorang pun dari mereka dapat menyentuhmu dengan keburukan yang menyakitkanmu. Sebelum ayat ini diturunkan, Nabi ﷺ selalu dikawal.

كَمَا قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ: أَنَّ عَائِشَةَ كَانَتْ تُحَدِّثُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَهِر ذَاتَ لَيْلَةٍ، وَهِيَ إِلَى جَنْبِهِ، قَالَتْ: فقلتُ: مَا شَأْنُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لَيْتَ رَجُلًا صَالِحًا مِنْ أَصْحَابِي يَحْرُسُنِي اللَّيْلَةَ؟  قَالَتْ: فَبَيْنَا أَنَا عَلَى ذَلِكَ إِذْ سَمِعْتُ صَوْتَ السِّلَاحِ فَقَالَ: مَنْ هَذَا؟  فَقَالَ: أَنَا سَعْدُ بْنُ مَالِكٍ. فَقَالَ: مَا جَاءَ بِكَ؟  قَالَ: جِئْتُ لِأَحْرُسَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَتْ: فَسَمِعْتُ غَطِيطَ رسول الله صلى الله عليه وسلم في نَوْمِهِ

Seperti yang disebutkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Yahya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amir ibnu Rabi’ah menceritakan, Siti Aisyah pernah bercerita bahwa di suatu malam Rasulullah ﷺ begadang, sedangkan Siti Aisyah radiyallahu ‘anha. berada di sisinya. Siti Aisyah bertanya, ‘Apakah gerangan yang membuatmu gelisah, wahai Rasulullah ﷺ?’ Maka Rasulullah bersabda: Mudah-mudahan ada seorang lelaki saleh dari sahabatku yang mau menjagaku malam ini’. Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, Ketika kami berdua dalam keadaan demikian, tiba-tiba aku (Siti Aisyah) mendengar suara senjata, maka Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Siapakah orang ini?’ Seseorang menjawab, ‘Saya Sa’d ibdu Malik.’ Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Apa yang sedang kamu lakukan?’ Sa’d menjawab, ‘Aku datang untuk menjagamu, wahai Rasulullah’. Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, Tidak lama kemudian aku mendengar suara tidur Rasulullah ﷺ

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui jalur Yahya ibnu Sa’id Al-Ansari dengan lafaz yang sama.

Menurut suatu lafaz, Rasulullah ﷺ begadang di suatu malam, yaitu setibanya di Madinah sesudah hijrahnya dan sesudah mencampuri Siti Aisyah radiyallahu ‘anha. Hal ini terjadi pada tahun dua Hijriah.

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْزُوقٍ الْبَصْرِيُّ نَزِيلُ مِصْرَ، حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ عُبَيد -يَعْنِي أَبَا قُدَامَةَ-عَنِ الجُرَيري، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيق، عَنْ عَائِشَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا  قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْرَس حَتَّى نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ قَالَتْ: فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رأسه من القُبَّة، وقال: يأيها النَّاسُ، انْصَرِفُوا فَقَدْ عَصَمَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Marzuq Al-Basri yang tinggal di Mesir, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Al-Haris ibnu Ubaid (yakni Abu Qudamah), dari Al- Jariri, dari Abdullah ibnu Syaqiq, dari Siti Aisyah yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ selalu dikawal dan dijaga sebelum ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67) Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, Setelah itu Rasulullah ﷺ mengeluarkan kepala dari kemahnya dan bersabda: Hai manusia, bubarlah kalian, sesungguhnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menjaga diri kami.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui Abdu ibnu Humaid dan Nasr ibnu Ali Al-Jahdami, keduanya dari Muslim ibnu Ibrahim dengan sanad yang sama. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Juga telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui jalur Muslim ibnu Ibrahim dengan sanad yang sama, kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih, tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak mengetengahkannya.

Telah diriwayatkan pula oleh Sa’id ibnu Mansur, dari Al-Haris ibnu Ubaid Abu Qudamah Al-Ayadi, dari Al-Jariri, dari Abdullah ibnu Syaqiq, dari Siti Aisyah dengan lafaz yang sama.

Imam Turmuzi mengatakan, sebagian dari mereka ada yang meriwayatkan hadis ini dari Al-Jariri, dari Ibnu Syaqiq yang telah menceritakan bahwa pada mulanya Nabi ﷺ selalu dikawal sebelum ayat ini diturunkan. Tetapi di dalam riwayat ini tidak disebutkan nama Siti Aisyah. Menurut hemat kami, demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari jalur Ismail ibnu Ulayyah; dan Ibnu Murdawaih melalui jalur Wuhaib, keduanya dari Al-Jariri, dari Abdullah ibnu Syaqiq secara mursal. Hadis ini telah diriwayatkan secara mursal melalui Sa’id ibnu Jubair dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi. Keduanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan ibnu Murdawaih.

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman Ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Rasyidin Al-Masri, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Abdus Salam As-Sadfi, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnul Mukhtai, dari Abdullah ibnu Mauhib, dari Ismah ibnu Malik Al-Katmi yang menceritakan bahwa kami selalu mengawal Rasulullah ﷺ di malam hari hingga turun firman-Nya: Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67). Setelah ayat ini diturunkan, pengawalan pun dibubarkan.

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ahmad Abu Nasr Al-Katib Al-Bagdadi, telah menceritakan kepada kami Kardus ibnu Muhammad Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Abdur Rahman, dari Fudail ibnu Marzuq, dari Atiyyah. dari Abu Sa’id Al-khudri yang menceritakan bahwa Al- Abbas paman Rasulullah ﷺtermasuk salah seorang yang ikut mengawal Nabi ﷺ Setelah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67) maka Rasulullah ﷺ meninggalkan penjagaan, yakni tidak mau dikawal lagi.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي حَامِدٍ الْمَدِينِيُّ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُفَضَّل بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْأَشْعَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا الزُّبَيْرِ الْمَكِّيَّ يُحَدِّثُ، عَنْ جَابِرِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ بَعَثَ مَعَهُ أَبُو طَالِبٍ مَنْ يَكْلَؤُهُ، حَتَّى نَزَلَتْ: وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ فَذَهَبَ لِيَبْعَثَ مَعَهُ، فَقَالَ: يَا عَمُّ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ عَصَمَنِي، لَا حَاجَةَ لِي إِلَى مَنْ تَبْعَثُ

Telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abu Hamid Al-Madini, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mufaddal ibnu Ibrahim Al-Asy’ari, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mu’awiyah ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami ayahku, bahwa ia pernah mendengar Abuz Zubair Al-Makki menceritakan hadis berikut dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa dahulu apabila Rasulullah ﷺ keluar, maka Abu Talib mengirimkan seseorang untuk menjaganya, hingga turun firman-Nya: Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67). Setelah ayat ini diturunkan dan Abu Talib mengutus seseorang untuk menjaga Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ bersabda: Hai paman, sesungguhnya Allah telah menjaga diriku (dari gangguan manusia), maka sekarang aku tidak memerlukan lagi penjaga (pengawal pribadi) yang engkau kirimkan.

Hadis ini garib, dan di dalamnya terdapat hal yang tidak dapat diterima, mengingat ayat ini adalah Madaniyah: sedangkan pengertian hadis menunjukkan kejadiannya berlangsung dalam periode Makkiyyah.

Sulaiman ibnu Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abdul Majid Al-Hammani, dari An-Nadr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ selalu dikawal. Abu Taliblah yang selalu mengirimkan beberapa orang lelaki dari kalangan Bani Hasyim untuk mengawal dan menjaga Nabi ﷺ setiap harinya hingga turun kepada Nabi ﷺ firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang mengatakan: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanatnya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maa’idah: 67). Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, Lalu paman Nabi ﷺ bermaksud mengirimkan orang-orang untuk mengawal Nabi ﷺ Maka Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah telah memelihara diriku dari (gangguan) jin Dan manusia.

Imam Tabrani meriwayatkannya dari Ya’qub ibnu Gailan Al-Ammani. dari Abu Kuraib dengan sanad yang sama.

Hadis ini pun berpredikat garib, karena pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa ayat ini adalah Madaniyah, bahkan ayat ini termasuk salah satu dari ayat-ayat yang paling akhir diturunkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Bersambung: Allah Memelihara Rasulullah ﷺ dari Gangguan Manusia 

Termasuk pemeliharaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada Rasul-Nya ialah Allah menjaga Rasulullah ﷺ dari perlakuan jahat penduduk Mekah, para pemimpinnya, orang-orangnya yang dengki dan yang menentang beliau, serta para hartawannya yang selalu memusuhi dan membenci beliau, selalu memeranginya siang dan malam. Allah memelihara diri Nabi ﷺ dari ulah jahat mereka dengan berbagai sarana yang diciptakan oleh-Nya melalui kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya yang besar.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaAllah Memelihara Rasulullah ﷺ dari Gangguan Manusia
Berita berikutnyaTugas Rasulullah ﷺ Adalah Menyampaikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here