Akan Ditimpa Azab yang Pedih

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 73

0
166

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 73. Orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. (Q.S. Al-Maa’idah : 73)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Laqad kafaral ladzīna qālū innallāha tsālitsu tsalātsah (sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga). Ini adalah pendapat golongan Marqusiyyah yang mengatakan: tuhan bapak, tuhan anak, dan roh kudus.

Wa mā min ilāhin (padahal sekali-kali tidak ada tuhan) bagi penghuni langit dan bumi.

Illā ilāhuw wāhid (selain Tuhan Yang Maha Esa), yang tidak mempunyai anak dan sekutu.

Wa il lam yaηtahū ‘am mā yaqūlūna (dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu), yakni jika orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak bertobat dari ucapan mereka.

La yamassannal ladzīna kafarū minhum ‘adzābun alīm (niscaya orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan, yang rasa sakitnya terkonsentrasi di dalam hati.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga[21], padahal tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.

[21] Seperti yang diyakini oleh sebagian orang-orang Nasrani, bahwa tuhan itu tiga; Allah, Maryam dan Isa (trinitas). Maha Suci Allah dari keyakinan rusak ini.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, Bahwasanya Allah salah seorang) dari tuhan (yang tiga) artinya salah seorang dari tuhan-tuhan yang jumlahnya tiga dan dua orang lainnya yang dianggap tuhan ialah Nabi Isa beserta ibunya. Mereka yang berpendapat demikian adalah golongan dari orang-orang Nasrani (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) berhenti dari menigakan Allah, kemudian kembali mengesakan-Nya (pasti akan menimpa kepada orang-orang yang kafir) artinya mereka yang menetapi kekafirannya (di antara mereka siksaan yang pedih) siksaan yang sungguh amat memedihkan, yaitu siksaan neraka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga. (Al-Maa’idah: 73)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Hasan Al-Hasanjani, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnul Hakam ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl, telah menceritakan kepada kami Abu Sakhr sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga. (Al-Maa’idah; 73). Hat itu seperti perkataan orang-orang Yahudi, bahwa Uzair adalah anak Allah; dan orang-orang Nasrani mengatakan Al-Masih adalah putra Allah. Mereka menjadikan Allah sebagai salah satu dari yang tiga (yakni ada tuhan ayah, tuhan ibu, dan tuhan anak).

Tetapi pendapat ini bila dikaitkan dengan tafsir ayat ini berpredikat garib, mengingat pendapat ini mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dua golongan, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Nasrani saja secara khusus. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Kemudian mereka berselisih pendapat mengenainya. Menurut suatu pendapat, yang dimaksud ialah orang-orang yang kafir dari kalangan mereka (kaum Ahli Kitab), yaitu mereka yang mengatakan ajaran trinitas, yaitu tuhan ayah, tuhan anak, dan tuhan ibu yang melahirkan tuhan anak. Mahatinggi Allah dari perkataan mereka dengan ketinggian yang Setinggi-tingginya.

Ibnu Jarir dan lain-lainnya mengatakan, ketiga sekte itu yakni sekte Malakiyah, sekte Ya’qubiyah, dan sekte Nusturiyah semuanya mengatakan ajaran trinitas ini, sekalipun mereka berbeda pendapat mengenainya dengan perbedaan yang sangat mencolok; pembahasan mengenainya bukan dalam kitab ini. Setiap golongan dari mereka mengafirkan golongan yang lain, tetapi pada prinsipnya ketiga golongan itu semuanya kafir.

As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap mereka yang menjadikan Al-Masih dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Mereka menjadikan Allah sebagai salah satu dari yang tiga itu.

As-Saddi mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam akhir surah ini melalui firman-Nya:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah’? Isa menjawab, Maha Suci Engkau. (Al-Maa’idah: 116), hingga akhir ayat.

Pendapat inilah yang terkuat.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ

Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. (Al-Maa’idah: 73)

Dengan kata lain, Tuhan itu tidak berbilang, melainkan Maha Esa, tiada yang menyekutui-Nya, Tuhan semua yang ada, dan Tuhan semua makhluk.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman seraya mengancam dan menekan mereka:

وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ

Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu. (Al-Maa’idah: 73)

Yakni tidak mau berhenti dari kebohongan dan kedustaan itu.

Ayat berikutnya: Mengapa Tidak Bertobat dan Memohon Ampunan Kepada-Nya? 

لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al-Maa’idah: 73)

Yaitu kelak di hari kemudian, berupa belenggu-belenggu dan berbagai macam siksaan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaMengapa Tidak Bertobat dan Memohon Ampunan Kepada-Nya?
Berita berikutnyaAllah Mengharamkan Surga Baginya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here