Mukjizat yang Allah Berikan kepada ‘Isa ‘Alaihis Salam

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 110

0
91

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 110. Karunia Allah kepada hamba dan Rasul-Nya ‘Isa ‘alaihis salam, dan mukjizat yang Allah berikan kepada ‘Isa ‘alaihis salam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ

Ingatlah, ketika Allah berfirman,  Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika kamu membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kamu meniupnya, lalu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika kamu mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata,  Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.  (Q.S. Al-Maa’idah : 110)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Idz qālallāhu ([ingatlah] ketika Allah berfirman), yakni sungguh Allah Ta‘ala berfirman.

Yā ‘īsabna maryamadzkur ni‘matī ( Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku), yakni hendaklah kamu menjaga karunia-Ku.

‘Alaika (kepadamu), yaitu nikmat kenabian.

Wa ‘alā wālidatik (dan kepada ibumu), yaitu nikmat Islam dan ibadah.

Idz ayyattuka (ketika Aku menguatkan kamu), yakni Membantu kamu.

Bi rūhil qudus (dengan Ruhul Qudus), yakni dengan Jibril ‘alaihis salam yang suci, yang mengajarkan dan membantu kamu ketika berbicara dengan orang-orang.

Tukallimun nāsa fil mahdi (kamu dapat berbicara dengan manusia di kala masih dalam buaian), yakni pada waktu masih dalam pangkuan dan berada di atas ranjang,  Sesungguhnya aku adalah Hamba Allah dan Almasih.

Wa kahlan (dan sesudah dewasa), yakni ketika sudah berusia tiga puluh tahun, Jibril ‘alaihis salam membantu kamu untuk mengatakan,  Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah yang diutus kepada kalian.

Wa idz ‘allamtukal kitāba (dan [ingatlah] ketika Aku mengajarkan kepadamu al-Kitab), yakni kitab-kitab para nabi. Sedangkan menurut pendapat yang lain, mengajarkan menulis dengan kalam.

Wal hikmata (dan hikmah), yakni hikmah orang-orang bijak. Menurut pendapat yang lain, yakni tentang halal dan haram.

Wat taurāta (dan Taurat), yakni Aku telah mengajarkan Taurat kepadamu saat kamu masih berada dalam perut ibumu.

Wal iηjīla (dan Injil) sesudah kamu keluar dari perut ibumu.

Wa idz takhluqu (dan [ingatlah] ketika kamu menciptakan), yakni membentuk.

Minath thīni ka hai-atith thairi (dari tanah [suatu bentuk] berupa burung), yakni yang mirip dengan burung, yaitu kelelawar.

Bi idznī (dengan Izin-Ku), yakni dengan perintah-Ku.

Fa taηfukhu fīhā (kemudian kamu meniupnya) seperti meniup orang tidur.

Fa takūnu thairan (lalu ia pun menjadi burung), yakni lalu ia pun menjadi seekor burung yang dapat terbang di antara langit dan bumi.

Bi idznī (dengan izin-Ku), yakni dengan perintah dan kehendak-Ku.

Wa tubri-u (dan kamu dapat menyembuhkan), yakni dapat membuat sembuh.

Al-akmaha (orang yang buta), yakni orang yang buta sejak lahir.

Wal ab-rasha bi idznī (dan orang yang terkena penyakit sopak dengan izin-Ku), yakni dengan perintah, kehendak, dan kekuasaan-Ku.

Wa idz tukhriju (dan [ingatlah] ketika kamu mengeluarkan), yakni menghidupkan.

Al-mautā bi idznī (orang mati dengan izin-Ku), yakni dengan kehendak-Ku, dan Aku sendiri yang menghidupkannya.

Wa idz kafaftu (dan [ingatlah] ketika Aku menghalangi), yakni mencegah.

Banī isrā-īla ‘angka (Bani Israil dari kamu), ketika mereka bermaksud membunuhmu.

Idz ji’tahum (pada waktu kamu datang), yakni tatkala kamu datang kepada mereka.

Bil bayyināti (dengan membawa keterangan-keterangan), berupa perintah, larangan, dan mukjizat-mukjizat yang kamu tunjukkan kepada mereka.

Fa qālal ladzīna kafarū minhum (lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata), yakni di antara Bani Israil.

In hādzā ( Ini tiada lain), yakni yang ditunjukkan ‘Isa ‘alaihis salam kepada kita itu tiada lain.

Illā sihrum mubīn (kecuali sihir yang nyata’ ), yakni sihir yang jelas. Jika kata sihrun (sihir) dibaca sāhirun (tukang sihir), berarti yang mereka maksudkan adalah ‘Isa ‘alaihis salam.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7  

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Ingatlah[1], ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu[2] sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhul qudus[3]. Kamu dapat berbicara[4] dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa[5]. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis[6] kepadamu, (juga) Hikmah[7], Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika kamu membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kamu meniupnya, lalu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika kamu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika kamu mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku[8]. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu)[9] dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

[1] Yakni sebutlah oleh lisanmu dan ingatlah dalam hatimu, serta kerjakanlah konsekwensinya berupa sikap syukur kepada Tuhanmu, karena telah memberimu nikmat yang tidak diberikann-Nya kepada selainmu.

[2] Yakni bersyukurlah kepadanya.

[3] Ada yang mengartikan Rohulqudus di sini adalah roh dan wahyu, yakni Allah Subhaanahu wa Ta’aala menguatkan Nabi Isa ‘alaihis salam dengan roh dan wahyu yang menyucikan dirinya dan menjadi penguat dalam menjalankan perintah Allah dan mengajak manusia kepada-Nya. Ada pula yang mengartikan roh di sini adalah malaikat Jibril, di mana malaikat Jibril senantiasa mendampinginya dan mengokohkannya di saat-saat yang berat.

[4] Berbicara di sini bukanlah sekedar berbicara, tetapi berbicara di sini adalah berbicara yang bermanfaat, yaitu da’wah ilallah.

[5] Seseorang disebut  dewasa  apabila telah berusia 30 tahun ke atas sampai 50 tahun. Menurut pengarang tafsir Al Jalaalain, bahwa maksudnya adalah setelah Beliau turun lagi ke dunia menjelang kiamat, karena Beliau diangkat sebelum menginjak dewasa.

[6] Ada yang mengartikan lafaz  kitab  (lih. ayat di atas) dengan kitab-kitab terdahulu, terutama Taurat, di mana Beliau adalah orang yang paling mengetahui isi Taurat setelah Nabi Musa ‘alaihis salam.

[7] Hikmah adalah mengetahui rahasia syari’at, faedah dan hukumnya, bagus dalam berdakwah dan mengajar, serta memperhatikan apa yang perlu diperhatikan.

[8] Semua ini merupakan mukjizat Beliau yang mengalahkan ilmu kedokteran yang masyhur ketika itu.

[9] Ini semua merupakan nikmat Allah kepada hamba dan rasul-Nya Isa ‘alaihis salam, Allah mengajak beliau untuk bersyukur kepada-Nya, maka Nabi Isa ‘alaihis salam melakukannya serta bersikap sabar dalam berdakwah sebagaimana saudara-saudaranya dari kalangan para nabi.

.

Tafsir Jalalain

  1. Ingatlah! (ketika Allah mengatakan, Hai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu) syukurilah nikmat-Ku itu (di waktu Aku mendukung kamu) menguatkan kamu (dengan ruhul kudus) malaikat Jibril (kamu dapat berbicara dengan manusia) menjadi hal bagi kaaf atau dhamir mukhathab yang terdapat dalam kalimat ayyadtuka (sewaktu dalam buaian) masih dalam keadaan bayi (dan sesudah dewasa) kalimat ini memberikan pengertian bahwa ia (Nabi Isa) akan turun ke bumi sebelum hari kiamat sebab sebelum ia mencapai usia tua telah diangkat terlebih dahulu ke langit sebagaimana penjelasan yang telah dikemukakan dalam surah Ali Imran. (Dan ingatlah di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil dan ingat pula di waktu kamu membuat suatu bentuk dari tanah yang berupa) seperti gambaran (burung) huruf kaaf dalam kalimat kahaiah adalah bermakna isim yang artinya seperti dan kedudukan i`rabnya menjadi maf`ul atau objek (dengan seizin-Ku kemudian kamu meniup padanya lalu bentuk itu menjadi burung yang sebenarnya seizin-Ku) dengan kehendak-Ku. (Dan ingatlah waktu kamu menyembuhkan orang yang buta dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan ingatlah di waktu kamu mengeluarkan orang-orang mati) dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan hidup (dengan seizin-Ku, dan ingatlah di waktu Aku menghalangi Bani Israel dari kamu) sewaktu mereka bersengaja hendak membunuhmu (di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata) yakni mukjizat-mukjizat (lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, ‘Tidak) tidak lain (hal ini) yang engkau datangkan melainkan sihir yang nyata’) dan menurut qiraat dibaca saahirun/tukang sihir, yang dimaksud ialah Nabi Isa.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala  menyebutkan anugerah yang telah diberikan-Nya kepada hamba dan rasul-Nya, yakni Nabi Isa putra Maryam ‘alaihis salam, dalam bentuk berbagai mukjizat yang jelas dan hal-hal yang bertentangan dengan kebiasaan (hukum alam). Untuk itu Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala  berfirman:

اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ

Ingatlah nikmat-Ku kepadamu. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni Aku ciptakan kamu dari ibumu tanpa ayah, dan Aku jadikan kamu sebagai tanda yang menunjukkan akan kekuasaan-Ku terhadap segala sesuatu dengan penguasaan yang mutlak.

وَعَلى وَالِدَتِكَ

Dan kepada ibumu. (Al-Maa’idah: 110)

Karena Aku jadikan dirimu sebagai bukti bagi ibumu yang menunjukkan kebersihan dirinya dari apa yang dituduhkan oleh orang-orang yang zalim. Mereka menuduhnya telah berbuat fahisyah (zina).

إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ

Di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. (Al-Maa’idah: 110)

Yang dimaksud dengan  ruhul qudus  ialah Malaikat Jibril ‘alaihis salam Dan Kami jadikan kamu seorang nabi yang menyeru (manusia) menyembah Allah di waktu kamu masih kecil dan sesudah kamu dewasa. Aku jadikan kamu dapat berbicara selagi kamu masih dalam buaian, lalu kamu bersaksi menyatakan kebersihan diri ibumu dari setiap cela dan aib, dan kamu mengakui sebagai hamba-Ku, dan kamu beritakan (kepada manusia) tentang risalah yang Aku berikan kepadamu, yaitu kamu menyeru mereka untuk menyembah-Ku. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا

Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni kamu menyeru manusia untuk menyembah Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala  sejak kamu masih anak-anak (bayi) dan sesudah dewasa. Pengertian  berbicara  dalam ayat ini mengandung pengertian berseru, mengingat pembicaraannya dengan manusia setelah ia dewasa bukan merupakan hal yang aneh.

Firman Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala :

وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

Dan (ingatlah) ketika Aku mengajar kamu menulis dan hikmah. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni diajarkan menulis dan diberi pemahaman.

وَالتَّوْرَاةَ

Dan Taurat. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa ibnu Imran yang dijuluki sebagai Kalamullah (orang yang pernah diajak berbicara langsung oleh Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala). Adakalanya lafaz Taurat disebutkan di dalam hadits, tetapi makna yang dimaksud lebih umum daripada itu.

Firman Allah:

وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي

Dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni kamu bentuk dan kamu gambarkan tanah liat itu berupa seekor burung atas perintah-Ku.

فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي

Kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni lalu kamu tiup boneka yang telah kamu bentuk itu dengan seizin-Ku, maka bentuk itu menjadi burung sungguhan yang hidup dan dapat terbang dengan seizin Allah dan merupakan ciptaan-Nya (melalui tangan Nabi Isa).

Firman Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala :

وَتُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ بِإِذْنِي

Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak kelahiran dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. (Al-Maa’idah: 110)

Hal ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Ali Imran dengan penjelasan yang sudah cukup hingga tidak perlu diulangi lagi dalam surat mi

Firman Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala :

وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي

Dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Al-Maa’idah: 110)

Yakni kamu panggil mereka dan mereka dapat bangkit dari kuburnya dengan seizin Allah dan dengan kekuasaan serta kehendak dan keinginan-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Talhah (yakni. Ibnu Musarrif), dari Abu Bisyr, dari Abul Huzail yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam apabila hendak menghidupkan orang yang telah mati, terlebih dahulu shalat dua rakaat; pada rakaat pertama membaca surat Al-Mulk, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat As-Sajdah. Setelah shalat dua rakaat, ia memanjatkan puja dan puji serta syukur kepada Allah, kemudian berdoa dengan menyebutkan tujuh nama, yaitu:  Wahai Yang Maha Dahulu, wahai Yang Maha Samar, wahai Yang Maha Abadi, wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Ganjil, wahai Yang Maha Tunggal, wahai yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Apabila tertimpa suatu musibah, ia berdoa dengan menyebut tujuh nama lainnya, yaitu:  Wahai Yang Hidup Kekal, wahai Yang terus-menerus mengurus makhluk, wahai Allah, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Maha Agung, wahai Tuhan Yang mempunyai kebesaran, wahai Tuhan Yang mempunyai kemuliaan, wahai Cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya, Tuhan ‘Arasy yang besar, wahai Tuhanku.

Ini merupakan asar yang sangat besar, yakni doa yang sangat mustajab.

Firman Allah ‘Subhaanahu wa Ta’aala :

وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata,  Ini tidak lain kecuali sihir yang nyata.  (Al-Maa’idah: 110)

Yakni ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu ketika Aku menghalang-halangi mereka melampiaskan niat jahatnya kepadamu. Yaitu ketika kamu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti dan hujjah-hujjah yang jelas yang membuktikan kenabian dan kerasulanmu dari Allah kepada mereka. Lalu mereka mendustakanmu dan menuduhmu sebagai seorang penyihir. Dan mereka berupaya untuk membunuh dan menyalibmu, maka Aku selamatkan kamu dari mereka dan Aku angkat kamu kepada-Ku serta Aku bersihkan kamu dari kekotoran mereka dan Aku lindungi kamu dari kejahatan mereka.

Ayat berikutnya: Pengikut-pengikutnya yang Setia 

Hal ini menunjukkan bahwa anugerah ini diberikan oleh Allah kepada Nabi Isa sesudah ia diangkat ke langit, atau anugerah ini diberikan kepadanya pada hari kiamat. Lalu diungkapkan memakai sigat fi’il madi yang mengandung makna kepastian akan kejadiannya. Berita ini termasuk hal-hal gaib yang diperlihatkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaPengikut-pengikutnya yang Setia
Berita berikutnyaKetika Allah Mengumpulkan Para Rasul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here