Dia Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu

Kajian Tafsir Surah Al-Maa'idah ayat 120

0
25

Kajian Tafsir Surah Al-Maa’idah ayat 120. Siksaan yang ditimpakan kepada manusia adalah keadilan dari-Nya, sedangkan rahmat-Nya adalah karunia dari-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا فِيهِنَّ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Maa’idah : 120)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Lillāhi mulkus samāwāti wal ardli (Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi), yakni perbendaharaan langit dan bumi. Perbendaharaan langit berupa hujan, sedang perbendaharaan bumi berupa tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan lain-lain.

Wa mā fīhinna (serta segala apa yang ada padanya) berupa makhluk dan hal-hal yang menakjubkan.

Wa huwa ‘alā kulli syai-in (dan Dia atas segala sesuatu) termasuk menciptakan langit dan bumi serta pahala dan azab.

Qadīr (Maha Kuasa), oleh sebab itu, pujilah pencipta langit dan bumi.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7  

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya[23]; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu[24].

[23] Allah yang menciptakannya dan yang mengaturnya dengan ketetapan qadar(taqdir)-Nya, ketetapan syar’inya (berupa syari’at yang dibuat-Nya) dan ketetapan jazaa’inya (adanya pembalasan terhadap amal yang dikerjakan manusia).

[24] Oleh karena itu, tidak ada yang melemahkan-Nya, bahkan semuanya tunduk kepada kehendak-Nya. Termasuk di antara kekuasaan-Nya adalah memberikan balasan kepada orang yang benar dan menyiksa orang yang berdusta.

Hubungan surat Al Maa’idah dengan surat Al An’aam

  1. Surat Al-Maa’idah mengemukakan hujjah terhadap ahli kitab, sedangkan surat Al An’aam mengemukakan hujjah terhadap kaum musyrikin.
  2. Surat Al-An’aam memuat makanan-makanan yang diharamkan dan binatang sembelihan secara umum, sedangkan surat Al Maa’idah memuat secara terperinci.
  3. Akhir Surat Al-Maa’idah mengemukakan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala menguasai langit dan bumi, memberi balasan terhadap perbuatan-perbuatan manusia selama di dunia, sedangkan permulaan surat Al An’aam menyebutkan bahwa segala puji hanya untuk Allah, Pencipta langit dan bumi serta malam dan siang, di mana hal ini merupakan penjelasan lebih rinci terhadap kemujmalan ayat terakhir surat Al Maa’idah tersebut.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi) tempat-tempat penyimpanan hujan, semua tumbuhan, semua rezeki dan lain-lainnya (dan apa yang ada di dalamnya) dipergunakan kata maa, karena kebanyakan makhluk Allah itu terdiri dari yang tidak berakal (dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) di antara kekuasaan-Nya itu ialah memberi pahala kepada orang yang berbuat benar, dan menyiksa orang yang berbuat dusta.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Mengenai firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا فِيهِنَّ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Maa’idah: 120)

Yakni Dialah Yang menciptakan segala sesuatu, Yang memilikinya, Yang mengatur semua yang ada padanya, Yang berkuasa atasnya; semuanya adalah milik Allah dan di bawah perintah, kekuasaan, dan kehendak-Nya. Maka tiada yang menyaingi-Nya, tiada pembantu, tiada tandingan, tiada yang memperanakkan-Nya, tidak beranak, tidak beristri, tiada tuhan selain Dia, tiada pula Rabb selain Dia.

Awal Surah Al-An'aam: Menjadikan Gelap dan Terang 

Ibnu Wahb mengatakan, ia pernah mendengar Huyay ibnu Abdullah menceritakan dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar yang mengatakan bahwa surat Al-Maa’idah ini merupakan surat yang paling akhir diturunkan.

Demikian akhir Surah Al-Maa’idah. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here