Bersabar Terhadap Pendustaan dan Penganiayaan

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 34

0
110

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 34. Hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ terhadap hal yang menimpa Beliau berupa sikap keras kaum musyrik, dan bahwa semua rasul disakiti dan didustakan, akan tetapi mereka bersabar terhadap pendustaan dan penganiayaan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. (Q.S. Al-An’aam : 34)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa laqad kudz-dzibat rusulum ming qablika (dan sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu), yakni kaum mereka mendustakan nabi mereka seperti halnya kaummu mendustakanmu.

Fa shabarū ‘alā mā kudz-dzibū (akan tetapi mereka bersabar atas pendustaan itu), yakni atas pendustaan kaum mereka.

Wa ūdzū (dan mereka juga disakiti), yakni mereka juga bersabar atas gangguan yang dilakukan oleh kaum mereka.

Hattā atāhum nashrunā (sehingga datanglah Pertolongan Kami kepada mereka) dengan membinasakan kaumnya.

Wa lā mubaddila li kalimātillāhi (dan tak seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah), yakni tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah untuk memberi pertolongan kepada wali-wali-Nya dalam menghadapi musuh-musuh-Nya.

Wa laqad jā-aka (dan sungguh telah datang kepadamu), hai Muhammad ﷺ.

Min naba-i (sebagian dari berita), yakni informasi.

Al-mursalīn (tentang rasul-rasul itu). Bagaimana mereka didustakan oleh kaum mereka sebagaimana kamu didustakan oleh kaummu, tetapi mereka bersabar dalam menghadapinya.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7  

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

34.[4] Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka[5]. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu[6].

[4] Ayat ini merupakan hiburan pula bagi Nabi ﷺ.

[5] Oleh karena itu, bersabarlah sebagaimana mereka bersabar, niscaya kamu akan memperoleh kemenangan sebagaimana mereka.

[6] Yang membuat hatimu tenang.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelumnya) dalam ayat ini terkandung makna yang menghibur diri Nabi ﷺ (akan tetapi mereka sabar dalam menghadapi pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) untuk membinasakan kaumnya; maka bersabarlah kamu sehingga dating pertolongan-Ku yang akan membinasakan kaummu. (Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat Allah) janjijanji-Nya (Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu) yang dapat menenangkan hatimu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. (Al-An’aam: 34)

Hal ini merupakan hiburan bagi hati Nabi Muhammad ﷺ, sekaligus sebagai ungkapan dukungan terhadapnya dalam menghadapi orang-orang yang mendustakannya dari kalangan kaumnya, juga merupakan perintah kepadanya agar bersikap sabar sebagaimana sikap sabar orang-orang yang berhati teguh dari kalangan para rasul terdahulu. Dalam ayat ini pun terkandung janji Allah kepada nabi-Nya, bahwa Dia akan menolongnya sebagaimana Dia telah menolong para rasul terdahulu, kemudian beroleh kemenangan. Pada akhirnya akibat yang terpuji diperoleh para rasul sesudah mengalami pendustaan dan gangguan dari kaumnya masing-masing. Setelah itu datanglah kepada mereka pertolongan-dan kemenangan di dunia dan di akhirat. Seperti yang disebutkan oleh firman selanjutnya:

Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. (Al-An’aam: 34)

Yakni janji-janji kemenangan yang telah ditetapkan-Nya di dunia dan akhirat bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin. Perihalnya sama dengan firman-Nya yang lain:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ * إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapatpetolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. (Ash-Shaffat: 171-173)

كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al-Mujadilah: 21)

Ayat berikutnya: Sekiranya Allah Menghendaki 

Mengenai firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. (Al-An’aam: 34)

Artinya berita tentang mereka, bagaimana mereka mendapat pertolongan dan dukungan dalam menghadapi orang-orang yang mendustakan mereka dari kalangan kaumnya. Maka demikian pula halnya dengan kamu (Muhammad) akan mengalami hal yang sama dengan para rasul yang mendahuluimu.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaSekiranya Allah Menghendaki
Berita berikutnyaMengingkari Ayat-ayat Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here