Berharap untuk Dikembalikan Lagi ke Alam Dunia

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 27

0
37

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 27. Hal-hal yang akan disaksikan pada hari Kiamat, kerugian orang-orang yang mendustakan pada hari itu; mereka berharap untuk dikembalikan lagi ke alam dunia. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan seandainya kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-An’aam : 27)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lau tarā (dan jika kamu melihat), hai Muhammad ﷺ.

Idz wuqifū (ketika mereka dihadapkan), yakni ketika mereka disuruh berhenti.

‘Alan nāri fa qālū yā laitanā nuraddu (ke neraka, lalu mereka berkata, “Alangkah ingin kiranya kami dikembalikan) ke dunia.

Wa lā nukadz-dziba bi āyāti rabbinā (dan tidak mendustakan ayat-ayat Rabb kami), yakni tidak mendustakan kitab-kitab dan para rasul.

Wa nakūna minal mu’minīn (serta kami pun menjadi orang-orang yang beriman”), yakni bersama-sama kaum mukminin, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7  

Tafsir Jalalain

  1. (Dan jika kamu melihat) hai Muhammad (ketika mereka dihadapkan) dikemukakan (ke neraka lalu mereka berkata, “Hai kiranya) ungkapan penyesalan (kami dikembalikan) ke dunia (dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman.”) kalau dibaca rafa’ kedua fi’ilnya menjadi jumlah istinaf atau kalimat permulaan, jika dibaca nashab keduanya menjadi jawab dari tamanniy, demikian pula bila dibaca rafa’ fi’ilnya yang pertama serta dibaca nashab fi’ilnya yang kedua. Sedang jawab dari lau/seandainya ialah: tentu kamu melihat suatu peristiwa yang besar.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan keadaan orang-orang kafir apabila mereka dihadapkan di neraka pada hari kiamat nanti. Mereka menyaksikan semua belenggu dan rantai yang ada di dalamnya serta melihat semua hal yang mengerikan dan menakutkan itu dengan mata kepala mereka sendiri. Maka pada saat itulah mereka berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman. (Al-An’aam: 27)

Ayat berikutnya: Tentu Mereka Akan Mengulang Kembali 

Mereka berharap untuk dikembalikan lagi ke alam dunia, agar dapat mengerjakan amal saleh dan tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka lagi, serta akan menjadi orang-orang yang beriman.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here