Mereka yang Telah Allah Berikan Kitab, Hikmah dan Kenabian

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 89-90

0
65

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 89-90. Mereka yang telah Allah berikan kitab, hikmah dan kenabian. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ (٨٩) أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ (٩٠)

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya. (Q.S. Al-An’aam : 89)

Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an ). Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat. (Q.S. Al-An’aam : 90)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Ulā-ikal ladzīna (mereka itulah orang-orang yang), yakni para nabi yang telah Kami ceritakan itu.

Ātaināhum (telah Kami berikan kepada mereka), yakni telah Kami anugerahkan kepada mereka.

Al-kitāba (kitab) yang dibawa oleh Jibril ‘alaihis salam dari langit.

Wal hukma (dan hikmah), yakni ilmu dan pemahaman.

Wan nubuwwata fa iy yakfur bihā (dan kenabian. Kemudian apabila kufur kepadanya), yakni mengingkari jalan dan agama mereka.

Hā-ulāi (orang-orang tersebut), yakni penduduk Mekah.

Fa qad wakkalnā bihā (maka Kami benar-benar akan mempercayakannya), yakni Kami akan menerangkan agama dan jalan para nabi itu.

Qaumal laisū bihā bi kāfirīn (kepada kaum yang tidak akan kufur kepadanya), yakni yang tidak akan mengingkarinya.

Ulā-ikal ladzīna (mereka itulah orang-orang yang), yakni nabi-nabi yang telah Kami ceritakan itu.

Hadallāhu (telah diberi petunjuk oleh Allah), yakni telah diberi petunjuk oleh Allah Ta‘ala agar berakhlak mulia.

Fa bihudāhumuqtadih (karenanya ikutilah petunjuk mereka), yakni akhlak mulia mereka, seperti: sabar, rela, qanaah, dan lain-lain.

Qul (katakanlah), hai Muhammad kepada penduduk Mekah.

Lā as-alukum ‘alaihi (Aku tidak meminta kepada kalian untuk itu), yakni untuk menyampaikan tauhid dan Al-Qur’an .

Ajrā ([suatu] upah), yakni bayaran.

In huwa (ia tiada lain), yakni Al-Qur’an itu tiada lain.

Illā dzikrā (kecuali peringatan), yakni pengajaran.

Lil ‘ālamīn (untuk segala umat), baik jin maupun manusia.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya[18].

[18] Seperti kaum Muhajirin dan Anshar.

  1. Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad)[19], Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an ). Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan[20] untuk seluruh umat[21].

[19] Kepada mereka yang berpaling dari dakwahmu.

[20] Dengan Al-Qur’an , mereka dapat mengingat hal yang bermanfaat bagi mereka sehingga mereka dapat mengerjakannya, dan dengan Al-Qur’an  mereka dapat mengingat hal yang berbahaya bagi mereka sehingga mereka dapat meninggalkannya. Dengan Al-Qur’an , mereka dapat mengenal Tuhan mereka melalui nama dan sifat-Nya, dengan Al-Qur’an  mereka dapat mengetahui akhlak yang mulia, dan jalan-jalan yang mengarah kepadanya, dengan Al-Qur’an  mereka dapat mengenal akhlak yang tercela, dan jalan-jalan yang mengarah kepadanya. Oleh karena Al-Qur’an  merupakan peringatan bagi seluruh alam, maka ia adalah nikmat tebesar yang seharusnya mereka terima dan syukuri.

[21] Manusia dan jin.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Merekah itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab) yakni kitab-kitab (hukum) hikmah (dan kenabian. Jika berlaku ingkar terhadapnya) terhadap tiga hal itu (mereka itu) yaitu penduduk Mekah (maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya) Kami akan memasrahkannya (kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya) mereka adalah kaum Muhajirin dan kaum Ansar.
  2. (Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk) yaitu mereka yang mendapat hidayah (Allah, maka petunjuk mereka) jalan mereka seperti mentauhidkan Allah dan bersabar (ikutilah) dengan ha saktah baik dibaca wakaf maupun washal akan tetapi menurut suatu qiraat dibaca tanpa ha saktah jika dibaca washal/dibaca langsung (katakanlah) kepada penduduk Mekah (Aku tidak meminta kepadamu dalam menyampaikannya) dimaksud menyampaikan Al-Qur’an (suatu upah pun.) yang kamu berikan upah itu kepadaku (tidak lain ia itu) Al-Qur’an itu (hanyalah peringatan) nasihat (untuk segala umat) mencakup umat manusia dan umat jin.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat, dan kenabian. (Al-An’aam: 89)

Artinya, merekalah orang-orang yang telah Kami berikan nikmat kepada mereka berupa hal-hal tersebut sebagai rahmat buat hamba-hamba Kami melalui mereka, dan sebagai kasih sayang Kami terhadap semua makhluk.

Jika ingkar terhadapnya. (Al-An’aam: 89)

Yakni terhadap kenabian. Dapat pula diinterpretasikan bahwa damir yang ada kembali kepada ketiga perkara tersebut, yaitu Al-Kitab, hikmat, dan kenabian.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Orang-orang itu. (Al-An’aam: 89)

Yaitu penduduk Mekah, menurut Ibnu Abbas, Sa’id ibnul Musayyab, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. (Al-An’aam: 89)

Dengan kata lain, jika semua nikmat ini diingkari oleh orang-orang dari kalangan Quraisy dan lain-lainnya, baik yang Arab maupun yang ‘Ajam, dan baik dari kalangan Ahli Kitab maupun dari kalangan agama lainnya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain, yakni kaum Muhajirin dan kaum Ansar serta pengikut mereka sampai hari kiamat.

Yang sekali-kali mereka tidak akan mengingkarinya. (Al-An’aam: 89)

Maksudnya, mereka sama sekali tidak akan mengingkarinya dan tidak akan menolak barang satu huruf pun darinya, bahkan mereka beriman kepada semuanya, baik yang muhkam maupun yang mutasyabih. Semoga Allah menjadikan kita ke dalam golongan mereka berkat karunia, kedermawanan, dan kebajikan-Nya.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala ber-khitab (berbicara) kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, melalui firman-Nya:

Mereka itulah (Al-An’aam: 90)

Yakni para nabi yang telah disebutkan di atas serta orang-orang yang disebutkan bersama mereka dari kalangan para orang tua dan keturunannya serta saudara-saudaranya yang setara dengan mereka.

Orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (Al-An’aam: 90)

Artinya, hanya merekalah yang mendapat petunjuk, bukan selain mereka.

maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’aam: 90)

Yakni anuti dan ikutilah mereka. Apabila hal ini merupakan perintah yang ditujukan kepada Rasul ﷺ, maka umatnya mengikut kepadanya dalam semua yang disyariatkan dan yang diperintahkan olehnya kepada mereka.

Sehubungan dengan ayat ini Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hisyam, bahwa Juraij pernah bercerita kepada mereka, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al-Ahwal, bahwa Mujahid pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, Apakah di dalam surat Sad terdapat ayat yang menganjurkan bersujud tilawah? Ibnu Abbas mengiakannya, lalu membacakan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: Dan Kami anugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya. (Al-An’aam: 84) sampai dengan: maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’aam: 90) Kemudian ia berkata, Nabi ﷺ termasuk salah seorang dari mereka.

Yazid ibnu Harun, Muhammad ibnu Ubaid, dan Suhail ibnu Yusuf menambahkan dari Al-Awwam, dari Mujahid, bahwa ia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenainya. Lalu Ibnu Abbas menjawab, Nabi kalian termasuk salah seorang yang diperintahkan untuk mengikuti petunjuk mereka.

BACA JUGA : Bantahan Kepada Orang-orang yang Mengingkari Kenabian 

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Katakanlah, Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikannya (Al-Qur’an). (Al-An’aam: 90)

Artinya, dalam menyampaikan Al-Qur’an ini aku tidak meminta suatu upah pun kepada kalian. Dengan kata lain, aku tidak bermaksud sesuatupun dari kalian.

Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat. (Al-An’aam: 90)

Yakni mereka menjadi sadar dan mendapat petunjuk dari kegelapan menuju ke jalan hidayah, dan dari kesesatan menuju ke jalan petunjuk, dan dari kekafiran menuju kepada iman, berkat Al-Qur’an.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaBantahan Kepada Orang-orang yang Mengingkari Kenabian
Berita berikutnyaDerajat Sebagian dari Nenek Moyang Mereka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here