Menangis Hingga Air Mata Kering

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 73

0
52

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 73. Pada saat itu kalian dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat, dan tidak dikhitan. Lalu kalian semua berdiri di suatu tempat yang lamanya adalah tujuh puluh tahun perjalanan. Saat itu kalian tidak diperhatikan, dan tidak dilakukan peradilan di antara kalian (yakni kalian didiamkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala). Maka kalian semua menangis hingga air mata kalian kering, yang keluar adalah darah kalian. Kalian berkeringat dengan derasnya hingga kalian tenggelam di dalam lautan keringat, atau ketinggian keringat mencapai batas janggut kalian.

Kalian mengatakan, Siapakah yang memohonkan syafaat kepada Tuhan buat kami semua, hingga Dia mau memutuskan perkara di antara kami?

Tafsir sebelumnya: Segala Kekuasaan pada Waktu Sangkakala Ditiup 

Lalu kalian berkata, Tiadalah orang yang berhak mengajukan hal tersebut selain dari bapak kalian semua, yaitu Adam. Allah menciptakan dia dengan tangan (kekuasaan)-Nya secara langsung, Dia meniupkan sebagian dari roh-Nya ke dalam tubuhnya, dan Dia telah mengajaknya berbicara secara langsung.

Maka mereka mendatangi Adam dan meminta hal tersebut (syafaat) kepadanya, tetapi Adam menolak dan mengatakan, Aku bukanlah orang yang layak untuk mengajukan hal tersebut. Kemudian mereka mendatangi para nabi satu persatu, tetapi setiap mereka datangi seorang nabi, dia menolak permintaan mereka.

Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, Pada akhirnya mereka datang kepadaku, lalu aku berangkat menuju Al-Fahs, dan aku langsung menyungkur bersujud.

Abu Hurairah bertanya, Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan Al-Fahs? Rasulullah ﷺ bersabda, Halaman depan ‘Arasy. Kemudian Allah mengutus malaikat kepadaku, dan malaikat itu memegang lenganku dan mengangkatku. Maka Allah berfirman kepadaku, ‘Hai Muhammad!’ Dan aku menjawab, ‘Ya, wahai Tuhanku.’ Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, ‘Mengapa kamu ini?’ Padahal Dia Maha Mengetahui. Aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, Engkau telah menjanjikan syafaat kepadaku, maka berilah aku izin untuk memberi syafaat kepada makhluk-Mu, putuskanlah peradilan di antara mereka.’

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, ‘Aku terima syafaatmu, sekarang Aku datang kepada kalian untuk memutuskan peradilan di antara kalian’.

Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu beliau kembali dan berdiri (bergabung) dengan manusia. Ketika kami sedang berdiri, tiba-tiba kami mendengar suara yang sangat keras dari langit yang membuat kami semua takut. Ternyata suara itu muncul dari malaikat penghuni langit pertama yang turun ke bumi dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah manusia dan jin yang ada di bumi.

Ketika mereka telah berada di dekat bumi, bumi menjadi terang benderang oleh cahaya mereka, lalu mereka mengambil saf (barisan)nya. Maka kami bertanya, Apakah Tuhan kita ada bersama kalian? Mereka menjawab, Tidak, tetapi Dia akan datang.

Kemudian turunlah penduduk langit yang kedua dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah rombongan malaikat yang pertama dan dua kali lipat dari jumlah makhluk manusia dan jin yang ada di bumi. Ketika mereka telah dekat dengan bumi, maka bumi menjadi terang benderang karena cahaya mereka, lalu mereka mengambil safnya. Kami bertanya kepada mereka, Apakah Tuhan kita ada bersama kalian? Mereka menjawab, Tidak, tetapi Dia akan datang.

Selanjutnya para malaikat penghuni langit berikutnya turun pula dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah yang telah ada, lalu turunlah Tuhan Yang Mahaperkasa dalam naungan awan dan malaikat. Saat itu yang memikul ‘Arasy-Nya adalah delapan malaikat, sekarang empat malaikat, telapak kaki mereka berada di bagian bumi yang paling bawah.

Bumi dan langit hanya sampai sebatas pinggang mereka, sedangkan ‘Arasy mereka pikul di atas pundak mereka; dari mereka keluar suara gemuruh karena bacaan tasbih mereka, yaitu:

سُبْحَانَ ذِي الْعَرْشِ وَالْجَبَرُوتِ، سُبْحَانَ ذِي الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الذِي لَا يَمُوتُ، سُبْحَانَ الذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ وَلَا يَمُوتُ، سُبُّوح قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى، رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى، الَّذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ وَلَا يَمُوتُ

Maha Suci Tuhan yang memiliki Arasy dan keperkasaan. Maha Suci Tuhan yang mempunyai kerajaan dan alam malakut. Maha Suci Tuhan Yang Hidup Kekal dan tidak akan mati. Maha Suci Tuhan Yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati. Maha Suci dengan sesuci-sucinya, Maha Suci Tuhan kami Yang Maha Tinggi, Tuhan semua malaikat dan roh. Maha Suci Tuhan kami Yang Maha Tinggi, yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati.

Maka Allah meletakkan kursi-Nya di salah satu bagian dari bumi yang dikehendaki-Nya, lalu berseru dengan suara-Nya seraya berfirman, Hai semua makhluk jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah mendengarkan kalian sejak Aku menciptakan kalian sampai hari ini. Aku mendengar semua ucapan kalian dan melihat semua amal perbuatan kalian. Maka sekarang dengarkanlah Aku, sesungguhnya apa yang Aku utarakan hanyalah amal perbuatan kalian dan catatan-catatan amal perbuatan kalian sendiri yang akan dibacakan kepada kalian. Barang siapa yang menjumpai kebaikan padanya, hendaklah ia memuji kepada Allah. Dan barang siapa yang menjumpai selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri.

Selanjutnya Allah memerintah kepada neraka Jahannam, maka keluarlah darinya sesuatu seperti leher yang kelihatan hitam legam (gelap) oleh semuanya. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala membacakan firman-Nya:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ * وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ * وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ * هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam, supaya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian, dan hendaklah kalian menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah kalian tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kalian diancam (dengannya). (Yasin: 60-63)

Atau dikatakan, Yang dahulu kalian dustakan, ragu dari pihak Abu Asim.

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

Dan (dikatakan kepada mereka), Berpisahlah kalian (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang jahat. (Yasin: 59)

Selanjutnya: Memutuskan Peradilan di Antara Makhluk-Nya 

Maka Allah memisah-misahkan manusia (antara ahli surga dan ahli neraka), dan saat itu semua umat manusia berlutut. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan. (Al-Jasiyah: 28)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dikutif dari: Tafsir Ibnu Katsir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here