Derajat Sebagian dari Nenek Moyang Mereka

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 87-88

0
195

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 87-88. Rombongan para nabi dan perintah mengikuti mereka; Allah lebihkan pula derajat sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٨٧) ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٨٨)

(Dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus. (Q.S. Al-An’aam : 87)

Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-An’aam : 88)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa min ābā-ihim (dan sebagian dari bapak-bapak mereka), yakni Kami juga telah memberikan petunjuk berupa kenabian dan Islam kepada Adam ‘alaihis salam, Syits ‘alaihis salam, Idris ‘alaihis salam, Nuh ‘alaihis salam, Hud ‘alaihis salam, serta Shalih ‘alaihis salam.

Wa dzurriyyātihim (dan keturunan mereka), yakni anak-anak Ya‘qub ‘alaihis salam.

Wa ikhwānihim (dan saudara-saudara mereka), yakni Kami pun telah memberikan petunjuk berupa kenabian dan Islam kepada saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam.

Wajtabaināhum wa hadaināhum ilā shirāthim mustaqīm (dan Kami telah memilih mereka serta menunjukkan mereka ke jalan yang lurus), yakni Kami meneguhkan mereka pada jalan yang lurus.

Dzālika (itulah), yakni jalan yang lurus itulah.

Hudallāhi (Petunjuk Allah), yakni agama Allah Ta‘ala.

Yahdī bihī may yasyā-u min ‘ibādih (Dia memberi petunjuk dengannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara Hamba-hamba-Nya), yakni kepada siapa saja yang layak mendapatkannya.

Wa lau asyrakū (seandainya mereka berbuat syirik), yakni seandainya para nabi berbuat syirik.

La habitha ‘anhum mā kānū ya‘malūn (niscaya lenyaplah dari mereka apa-apa yang telah mereka lakukan), yakni ketaatan-ketaatan yang telah mereka lakukan.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. (Dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.
  2. Itulah petunjuk Allah[16], dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan[17].

[16] Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepada-Nya.

[17] Syirk menghapuskan amalan dan mengekalkan pelakunya di neraka, jika orang-orang pilihan itu berbuat syirk tentu hapuslah amalan mereka. Orang-orang pilihan saja dapat hapus amalnya jika berbuat syirk apalagi selain mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami lebihkan pula derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka) diathafkan pada Lafal kullan atau nuuhan; dan makna min di sini menunjukkan littab’idh, sebab sebagian dari mereka ada yang tidak mempunyai anak, dan sebagian lainnya ada yang mempunyai anak hanya saja kafir. (Dan Kami memilih mereka) Kami menyeleksi mereka (dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus).
  2. (Itulah) agama yang mereka diberi petunjuk kepadanya (petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka menyekutukan Allah) sebagai perumpamaan saja (niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka lakukan.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. (Al-An’aam: 87)

Disebutkan orang-orang tua mereka, anak-anak mereka, dan saudara-saudara mereka yang setara; dan bahwa hidayah serta pilihan mencakup mereka seluruhnya. Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Dan Kami telah memilih mereka, dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Al-An’aam: 87)

Kemudian disebutkan pula:

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. (Al-An’aam: 88)

Dengan kata lain, hal tersebut terjadi semata-mata berkat taufik dari Allah dan hidayah-Nya kepada mereka.

Seandainya mereka mempersekutukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (Al-An’aam: 88)

Hal ini sebagai peringatan keras, sanksi yang berat terhadap perbuatan mempersekutukan Allah, dan bahwa pelakunya melakukan dosa terbesar, seperti yang disebutkan Allah dalam firman lainnya:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelum kamu, Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalanmu. (Az-Zumar: 65), hingga akhir ayat.

Hal ini adalah syarat, sedangkan syarat itu bukan berarti pasti akan terjadi; perihalnya sama dengan makna yang terdapat di dalam firman-Nya:

قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ

Katakanlah Jika benar Tuhan yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (memuliakan anak itu). (Az-Zukhruf: 81)

BACA JUGA: Mereka yang Telah Allah Berikan Kitab, Hikmah dan Kenabian

لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ

Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya). (Al-Anbiya: 17)

لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya Maha Suci Allah Dialah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Az-Zumar: 4)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaMereka yang Telah Allah Berikan Kitab, Hikmah dan Kenabian
Berita berikutnyaRombongan Para Nabi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here