Di Tangan-Nya Hati Para Hamba-Nya

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 110

0
127

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 110. Allah Subhaanahu wa Ta’aala Dialah yang menciptakan petunjuk dan kesesatan, di Tangan-Nya hati para hamba-Nya; Dia mudah membalikkannya kapan saja. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (Q.S. Al-An’aam : 110)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa nuqallibu af-idatahum (dan Kami palingkan hati mereka), yakni qalbu mereka.

Wa abshārahum (dan penglihatan mereka) ketika mukjizat turun, sehingga mereka tidak beriman padanya.

Kamā lam yu’minū bihī (seperti mereka belum pernah beriman padanya), yakni pada sesuatu yang diberitahukan oleh Nabi ﷺ berkenaan dengan mukjizat itu.

Awwala marratin (pada pertama kalinya), yakni sebelum ini.

Wa nadzaruhum (dan Kami biarkan mereka), yakni Kami tidak mempedulikan mereka.

Fī thughyānihim (dalam kesesatannya), yakni dalam kekafiran dan kesesatan mereka.

Ya‘mahūn (bingung), yakni benar-benar bingung, hingga tidak dapat melihat.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati[35] dan penglihatan mereka[36] seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan[37].

[35] Sehingga mereka tidak dapat memahami Al-Qur’an.

[36] Sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran itu dan tidak pula beriman.

[37] Hal ini termasuk keadilan Allah dan kebijaksanaan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya, karena mereka menganiaya diri mereka sendiri, saat dibukakan pintu bagi mereka, namun mereka tidak mau masuk, saat diterangkan jalan kepada mereka, namun mereka tidak mau menempuhnya. Oleh karena itu, ketika mereka dihalangi memperoleh taufiq merupakan hal yang sesuai bagi mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami memalingkan hati mereka) Kami menyimpangkan hati mereka dari perkara yang hak sehingga mereka sama sekali tidak mengerti mengenai kebenaran (dan penglihatan mereka) dari perkara yang hak tersebut sehingga mereka tidak dapat melihatnya dan pula tidak mau beriman kepadanya (seperti mereka belum pernah beriman kepadanya) artinya kepada ayat-ayat yang telah diturunkan (pada permulaannya dan Kami biarkan mereka) Kami tinggalkan mereka (di dalam lewat batas mereka) yaitu kesesatan mereka (menggelimangkan dirinya) sehingga bolak-balik dalam keadaan bingung.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada  permulaannya. (Al-An’aam: 110)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini, bahwa ketika orang-orang musyrik mengingkari Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah, maka hati mereka dijadikan tidak tetap atas sesuatu pun dan menolak setiap perintah.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka. (Al-An’aam: 110) Yakni Kami halang-halangi antara mereka dan iman. Dan seandainya datang kepada mereka semua bukti (mukjizat), niscaya mereka tidak akan beriman, sebagaimana Kami halang-halangi mereka antara diri mereka dan iman seperti pada permulaannya. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Abdur Rahman Ibnu Zaid Ibnu Aslam.

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan perihal apa yang akan dikatakan oleh hamba-hamba-Nya sebelum mereka mengatakannya, dan apa yang akan mereka lakukan sebelum mereka mengerjakannya. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu-sebagai yang diberitakan oleh Yang Maha Mengetahui. (Fatir: 14)

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ

Supaya jangan ada orang yang mengatakan, Amat besar penyesalan atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah. (Az-Zumar: 56)

sampai dengan firman-Nya:

لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik. (Az-Zumar: 58)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan, Seandainya mereka dikembalikan ke dunia lagi, pastilah mereka tidak akan mengikuti jalan petunjuk (sama dengan keadaan mereka semula), seperti yang disebutkan oleh firman yang lain, yaitu:

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Al-An’aam: 28)

Dan dalam surat ini disebutkan:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada permulaannya. (Al-An’aam: 110)

Dengan kata lain, seandainya mereka dikembalikan ke dunia, niscaya akan dihalang-halangi antara mereka dan jalan hidayah, sebagaimana Kami menghalang-halangi antara mereka dan iman sejak permulaannya ketika mereka masih hidup di dunia.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan Kami biarkan mereka. (Al-An’aam: 110)

Yakni Kami tinggalkan mereka.

Dalam kesesatannya. (Al-An’aam: 110)

Menurut Ibnu Abbas dan As-Saddi, makna tugyan dalam ayat ini ialah kekufuran. Sedangkan menurut Abul Aliyah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan Qatadah ialah kesesatan.

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Bergelimang. (Al-An’aam: 110)

Menurut Al-A’masy artinya bermain-main. Sedangkan menurut Ibnu Abbas. Mujahid. Abul Aliyah, Ar-Rabi, dan Abu Malik serta lain-lainnya adalah bergelimang, yakni mereka bergelimang dalam kekafirannya.

Demikian akhir juz ke-7. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaKajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-7 Lengkap
Berita berikutnyaMukjizat-mukjizat Itu Hanya Ada pada Sisi Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here