Allah Tidak Menyukai Orang-orang yang Berlebih-lebihan

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 141

0
224

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 141. Nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada hamba-hamba-Nya;  janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ 

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah, dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al-An’aam : 141)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lā tusrifū (dan janganlah kalian berlebih-lebihan), yakni janganlah kalian membelanjakannya dalam rangka melakukan kemaksiatan kepada Allah Ta‘ala, dan jangan pula tidak mengeluarkannnya untuk melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Ada juga yang berpendapat, wa lā tusrifū (dan janganlah kalian berlebih-lebihan), yakni janganlah kalian mengharamkan bahīrah, sā-ibah, washīlah, dan hām.

Innahū lā yuhibbul musrifīn (sesungguhya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan), yakni orang-orang yang mengeluarkan harta untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Ta‘ala, dan juga tidak menyukai orang-orang musyrik. Ada yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan Tsabit bin Qais yang menebang lima ratus pohon kurma lalu membagi-bagikanya sampai habis, tanpa menyisakan sedikit pun untuk keluarganya.

BACA JUGA: Berikanlah Haknya (Zakatnya) pada Waktu Memetik Hasilnya 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … tapi janganlah berlebih-lebihan[36]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

[36] Dengan memberikan semuanya atau melebihi kewajiban tanpa menyisakan untuk diri, keluarga dan para piutang. Termasuk pula memakannya secara berlebihan; melewati batas kewajaran atau memakannya secara berlebihan sehingga merugikan zakat.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (dan janganlah kamu berlebih-lebihan) dengan memberikannya semua tanpa sisa sedikit pun buat orang-orang tanggunganmu. (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan) yaitu orang-orang yang melampaui batas hal-hal yang telah ditentukan bagi mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-An’aam : 141)

Menurut suatu pendapat, makna ayat ialah janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi, lalu kalian memberi lebih dari kebiasaannya.

Abul Aliyah mengatakan bahwa pada mulanya mereka memberikan sebagian kecil dari hasil panen mereka di waktu penunaiannya, kemudian mereka melakukan perlombaan dalam hal ini, akhirnya mereka berlebih-lebihan dalam memberi. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menurunkan firman-Nya: dan janganlah kalian berlebih-lebihan. (Al-An’aam : 141)

Ibnu Juraij mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Sabit ibnu Qais ibnu Syimas yang memetik hasil pohon kurmanya. Lalu saat itu ia mengatakan, “Tidak sekali-kali ada seseorang datang kepadaku hari ini, melainkan aku akan memberinya makan.” Maka Sabit memberi makan sehari penuh hingga petang hari, hingga pada akhirnya ia tidak memperoleh hasil apa pun dari buah yang dipetiknya itu. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menurunkan firman-Nya: dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-An’aam : 141)

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Juraij.

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata bahwa mereka dilarang bersikap berlebih-lebihan dalam segala hal.

Iyas ibnu Mu’awiyah mengatakan, “Segala sesuatu yang melampaui apa yang telah diperintahkan oleh Allah dinamakan berlebih-lebihan.”

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya, “Janganlah kalian berlebih-lebihan.” Maksudnya, janganlah kalian memberikan semua harta kalian sehingga pada akhirnya kalian menjadi orang yang miskin.

Sa’id ibnul Musayyab dan Muhammad ibnu Ka’b mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: janganlah kalian berlebih-lebihan. (Al-An’aam : 141) Yakni janganlah kalian mencegah sedekah, karena akibatnya kalian berbuat durhaka terhadap Tuhan kalian.

Kemudian Ibnu Jarir memilih pendapat yang dikatakan oleh Ata, yaitu yang mengatakan bahwa makna ayat ini mengandung larangan bersikap berlebih-lebihan dalam segala hal. Memang tidak diragukan lagi makna inilah yang benar. Tetapi makna lahiriah ayat bila ditinjau dari segi teksnya yang mengatakan: Maka makanlah dari buahnya bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya, dan janganlah kalian berlebih-lebihan. (Al-An’aam : 141) maka damir yang ada dikembalikan kepada al-akl (makan). Dengan kata lain, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam makan, karena hal ini mengakibatkan mudarat (bahaya) terhadap akal dan tubuh. Perihalnya sama dengan pengertian yang ada dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا

Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. (Al-A’raf: 31), hingga akhir ayat.

BACA JUGA: Di antara Hewan-hewan Ternak 

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan sebuah hadis secara ta’liq, yaitu:

كُلُوا وَاشْرَبُوا، وَالْبَسُوا وَتَصَدَّقُوا، فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ

Makan, minum, dan berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sombong.

Menurut kami, makna ayat tersebut selaras dengan hadis ini.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaDi antara Hewan-hewan Ternak
Berita berikutnyaBerikanlah Haknya (Zakatnya) pada Waktu Memetik Hasilnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here