Tidak Berguna Lagi Iman Seseorang

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 158

0
67

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 158. Kitab-kitab yang Allah turunkan terdapat petunjuk dan hujjah, dan tidak ada uzur untuk menyelisihinya; pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Kami pun menunggu.” (Q.S. Al-An’aam : 158)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Hal yaηzhurūna (apakah mereka menunggu-nunggu), yakni apakah penduduk Mekah itu menunggu-nunggu.

Illā aη ta’tiyahumul malā-ikatu (kedatangan malaikat kepada mereka) ketika mati, untuk mencabut nyawa mereka.

Au ya’tiya rabbuka (atau Kedatangan Rabb-mu) pada hari kiamat, tanpa perlu mempertanyakan bagaimana cara Dia datang.

Au ya’tiya ba‘dlu āyāti rabbik (atau kedatangan beberapa ayat Rabb-mu), yakni terbitnya matahari dari barat.

Yauma ya’tī ba‘dlu āyāti rabbika (pada hari datangnya beberapa ayat Rabb-mu), yaitu sebelum matahari terbit dari barat.

Lā yaηfa‘u nafsan (tidaklah bermanfaat bagi seseorang) yang kafir.

Īmānuhā lam takun āmanat ming qablu (keimanannya, yang belum beriman sebelumnya), yakni sebelum matahari terbit dari barat.

Au kasabat fī īmānihā khairā (atau ia [belum] mengusahakan kebaikan dalam masa keimanannya itu), yakni belum mengikhlaskan keimanannya dan tidak sempat beramal sebelum matahari terbit dari barat. Sebab seorang kafir yang masuk Islam ketika ia melihat matahari terbit dari barat, maka keimanan, amal, dan tobatnya itu tidak akan diterima, kecuali apabila ia seorang anak yang pada hari itu masih kecil, atau bayi yang terlahir sesudah matahari terbit dari barat. Apabila seseorang murtad setelah matahari terbit dari barat, kemudian ia masuk Islam lagi, maka tobatnya diterima. Begitu pula seseorang yang pada hari itu merupakan seorang Mukmin yang berdosa, kemudian ia bertobat atas dosa-dosanya, maka tobatnya pun akan diterima. Pendapat lain mengatakan, barangsiapa yang pada hari itu adalah seorang Mukmin yang berdosa kemudian ia bertobat, atau ia adalah anak kecil atau bayi sesudah peristiwa itu, maka keimanan, tobat, dan amalnya diterima.

Qul (katakanlah), hai Muhammad, kepada penduduk Mekah!

Iηtazhirū (“Tunggulah oleh kalian) hari kiamat itu.

Innā muηtazhirūn (sesungguhnya kami pun menunggu”) kalian ditimpa azab pada kiamat atau sebelum hari kiamat. Ada yang berpendapat, qul (katakanlah), hai Muhammad!; iηtazhirū (tunggulah oleh kalian) kebinasaanku; innā muηtazhirūn (sesungguhnya kami pun menunggu) untuk membinasakan kalian.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-8 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Yang mereka[25] nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka[26], atau kedatangan Tuhanmu[27] atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu[28]. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu[29] tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu[30]. Katakanlah, “Tunggulah[31]! Kami pun menunggu.”

[25] Yakni orang-orang musyrik.

[26] Untuk mencabut ruh mereka.

[27] Untuk memberikan keputusan kepada manusia di padang mahsyar.

[28] Maksudnya tanda-tanda yang menunjukkan telah dekatnya kiamat.

[29] Yaitu terbitnya matahari dari barat.

[30] Ketika itu, manusia semua beriman, namun beriman ketika itu tidak bermanfaat dan pintu tobat pun ditutup. Hikmahnya adalah karena iman hanyalah bermanfaat ketika beriman kepada yang ghaib dan seseorang melakukannya dengan pilihannya, adapun apabila sebagian tanda besar hari kiamat tiba, yaitu terbitnya matahari dari barat, maka masalahnya menjadi nyata, sehingga tidak ada faedahnya lagi iman, karena hal itu seperti keimanan karena terpaksa, seperti imannya orang yang akan tenggelam atau terbakar ketika dirinya menyaksikan kematian dsb. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

“Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan Kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”.–“Maka iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika mereka telah melihat siksa kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. (Terj. Al Mu’min: 84-85)

[31] Salah satu dari ketiga hal itu. Kelak kamu akan mengetahui siapakah di antara kita yang lebih berhak memperoleh keamanan?!

.

Tafsir Jalalain

  1. (Tiadalah yang mereka nantikan) apa yang mereka nanti-nanti (kecuali hanyalah datang kepada mereka) dapat dibacata`tiyahum atau ya`tiyahum (malaikat-malaikat) untuk mencabut arwah-arwah mereka (atau kedatangan Tuhanmu) yaituperintah-Nya yang dimaksud adalah azab-Nya (atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu) tanda-tanda dari Tuhanmu yangmenunjukkan dekatnya hari kiamat. (Pada hari datangnya beberapa ayat dari Tuhanmu) terbitnya matahari dari ufuk baratsebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim (tidaklah bermanfaat lagi iman seseorangkepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu) jumlah lam takun menjadi sifat dari Lafal nafsan (atau) jiwa yang belumpernah (mengusahakan kebaikan dalam masa imannya) yakni ketaatan; artinya tobatnya tidak lagi bermanfaat bagi dirinyaseperti apa yang telah dijelaskan oleh hadits. (Katakanlah, “Tunggulah olehmu) salah satu dari alamat-alamat tersebut (sesungguhnya kami pun menunggu pula.”) hal tersebut.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, mengancam orang-orang kafir yang menentang rasul-rasul-Nya, mendustakan ayat-ayat-Nya, dan menghalang-halangi manusia dari jalan-Nya:

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan (siksa) Tuhanmu. (Al-An’aam : 158)

Hal ini pasti terjadi pada hari kiamat nanti.

Atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya beberapa ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri. (Al-An’aam : 158)

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu. (Al-An’aam : 158)

Yakni apabila orang kafir mulai beriman pada hari pemunculan sebagian tanda-tanda Tuhan (hari kiamat), maka imannya tidak dapat diterima. Adapun orang yang telah beriman sebelum itu dan ia berbuat baik dalam amalnya, maka ia mendapat pahala yang besar. Jika ia belum pernah melakukan suatu amal kebaikan pun, lalu ia melakukan tobat pada hari itu, maka tobatnya tidak dapat diterima. Demikianlah menurut apa yang ditunjukkan oleh hadits-hadits terdahulu. Berdasarkan pengertian ini pula ditakwilkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikut, yaitu:

Atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (Al-An’aam : 158)

Yakni tidak diterima usaha amal saleh seseorang apabila ia belum pernah melakukannya sebelum itu.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Katakanlah, “Tunggulah oleh kalian, sesungguhnya kami pun menunggu (pula),” (Al-An’aam : 158)

Makna ayat ini mengandung ancaman yang keras kepada orang-orang kafir dan peringatan yang tegas terhadap orang yang menangguh-nangguhkan iman dan tobatnya sampai pada hari yang hal itu tidak membawa manfaat bagi dirinya.

Sesungguhnya ketentuan tersebut hanya terjadi bilamana matahari terbit dari arah baratnya, karena hari kiamat telah dekat dan semua pertandanya telah muncul. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang? (Muhammad: 18)

BACA JUGA Lanjutan Kajian Tafsir ayat ini ....  

فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ. فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا

Maka tatkala mereka melihat azab Kami mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahanyang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah.” Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. (Al-Mu’min: 84-85), hingga akhir ayat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaApabila Manusia Melihat Matahari Terbit dari Arah Barat
Berita berikutnyaTerdapat Petunjuk dan Hujjah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here