Allah Mempunyai Rahmat yang Luas

Kajian Tafsir Surah Al-An'aam ayat 147

0
159

Kajian Tafsir Surah Al-An’aam ayat 147. Menerangkan syariat Ilahi dalam hal makanan yang diharamkan,; Allah mempunyai rahmat yang luas, dan siksaan-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ وَلا يُرَدُّ بَأْسُهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

Maka jika mereka mendustakan kamu, Katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksaan-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan.” (Q.S. Al-An’aam : 147)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa ing kadz-dzabūka (maka jika mereka mendustakanmu). Yakni, wahai Muhammad, jika mereka mendustakan pengharaman yang telah Aku terangkan kepadamu.

Fa qur rabbukum dzū rahmatiw wāsi‘atin (katakanlah, “Rabb kalian adalah pemilik rahmat yang luas) dengan menangguhkan azab, baik kepada orang saleh maupun kepada orang durhaka.

Wa lā yuraddu ba’suhū (dan siksa-Nya tidak dapat ditolak), yakni azab-Nya.

‘Anil qaumil mujrimīn (dari orang-orang yang berdosa”), yakni orang-orang yang musyrik.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-8 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka jika mereka mendustakan kamu[17], Katakanlah[18], “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas[19], dan siksaan-Nya[20] kepada orang-orang yang berdosa[21] tidak dapat dielakkan[22].”

[17] Yakni mendustakan apa yang kamu bawa, maka tetap teruslah berdakwah, menyampaikan targhib (dorongan) dan tarhib (ancaman).

[18] Kepada mereka.

[19] Dia tidak segera menyiksa mereka, bahkan mengajak mereka untuk beriman. Oleh karena itu capailah rahmat-Nya dengan mengerjakan sebab-sebabnya, terutama dengan beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.

[20] Ketika datang.

[21] Yakni yang banyak melakukan dosa.

[22] Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dosa dan kemaksiatan karena akan mendatangkan azab Allah, terutama sekali adalah ketika mendustakan Nabi Muhammad ﷺ.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka jika mereka mendustakan kamu) mengenai apa yang engkau sampaikan (katakanlah,) kepada mereka (“Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas) sehingga Dia tidak menyegerakan untuk menghukum kamu; di dalam ayat ini terkandung ajakan yang lembut untuk mereka kepada keimanan (dan siksa-Nya tidak dapat ditolak) yakni azab-Nya apabila datang (dari kaum yang berdosa.”)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala  berfirman, “Jika engkau didustakan, hai Muhammad, oleh orang-orang yang menentangmu dari kalangan kaum musyrik dan orang-orang Yahudi serta orang-orang yang serupa dengan mereka, maka katakanlah:

‘Tuhan kalian mempunyai rahmat yang luas’ (Al-An’aam  : 147).”

Di dalam makna ayat ini terkandung pemikat buat mereka untuk mencari rahmat Allah yang luas dan mengikuti Rasul-Nya.

Dan siksanya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa. (Al-An’aam  : 147)

Hal ini mengandung ancaman terhadap mereka bila mereka menentang Rasul penutup semua nabi. Dalam Al-Qur’an banyak didapati targib (pemikat) dan tarhib (ancaman) disebutkan secara beriringan, seperti yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala  dalam akhir surat ini melalui firman-Nya:

إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-An’aam  : 165)

Dan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya. (Ar-Ra’d: 6)

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الألِيمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku. bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (Al-Hijr: 49-50)

غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ

Yang Mengampuni dosa dan menerima tobat lagi keras hukuman-Nya. (Al-Mu’min: 3)

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ

Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali), Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. (Al-Buruj: 12-14)

Ayat-ayat yang semakna banyak sekali didapati di dalam Al-Qur’an.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaBeralasan dengan Qadar
Berita berikutnyaMenjelaskan Apa yang Allah Haramkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here