Doa Nabi Adam dan Siti Hawa Setelah Memakan Buah Khuldi

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 23

0
215

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 23. Doa Nabi Adam dan Siti Hawa setelah memakan buah khuldi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata, “Ya Tuhan Kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-A’raaf : 23)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qālā rabbanā zhalamnā aηfusanā (keduanya berkata, “Rabbana, kami telah menzalimi diri kami sendiri), yakni kami telah memudaratkan diri sendiri dengan berbuat kemaksiatan.

Wa il lam taghfir lanā (dan sekiranya Engkau tidak mengampuni kami), yakni sekiranya Engkau tidak memaafkan kami.

Wa tarhamnā (dan merahmati kami), maka janganlah mengazab kami.

La nakūnanna minal khāsirīn (pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi), yakni pastilah kami termasuk orang-orang yang tertipu dengan mendapatkan siksaan.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-8 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

23.[3] Keduanya berkata, “Ya Tuhan Kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri[4]. Jika Engkau tidak mengampuni kami[5] dan memberi rahmat[6] kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi[7].

[3] Ketika itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengaruniakan mereka untuk bertobat dan menerima tobatnya. Keduanya mengakui dosa dan meminta ampunan Allah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.

[4] Dengan maksiat.

[5] Dengan menghapuskan pengaruh dosa dan hukuman terhadapnya.

[6] Dengan menerima tobat kami dan memaafkan kesalahan seperti ini.

[7] Berdatsarkan ayat ini, orang yang terjatuh ke dalam dosa dan maksiat, kemudian mengakui kesalahan, meminta ampunan, menyesalinya dan berhenti melakukan dosa, maka Allah akan memilihnya dan memberinya petunjuk sebagaimana Adam. Sebaliknya barang siapa yang ketika terjatuh ke dalam dosa, kemudian berputus asa dan semakin bertambah dosanya, maka ia serupa dengan Iblis; ia semakin jauh dari Allah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri) oleh sebab perbuatan maksiat kami berdua (dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Ad-Dahhak ibnu Muzahim mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al-A’raaf : 23)

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Inilah kalimat-kalimat (doa-doa) yang diterima oleh Adam dari Tuhannya, yakni yang diajarkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada Adam (dalam tobatnya).

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaBumi Adalah Tempat Kediaman dan Kesenangan
Berita berikutnyaBahaya Maksiat Bagi Manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here