Pada Hari Bukti Kebenaran Itu Tiba

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 53

0
144

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 53. Penegakkan hujjah kepada orang-orang kafir dengan turunnya Al-Qur’an, Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Tidak ada yang mereka tunggu selain bukti kebenaran (Al-Qur’an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafa’at bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu hilang lenyap dari mereka. (Q.S. Al-A’raaf : 53)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Hal yaηzhurūna (tiadalah mereka menunggu-nunggu), yakni ketika penduduk Mekah tidak beriman, tiadalah yang mereka tunggu-tunggu.

Illā ta’wīlah (kecuali [terlaksananya kebenaran] Al-Qur’an), yakni akibat yang telah dijanjikan untuk mereka di dalam Al-Qur’an.

Yauma (pada hari), yakni hari kiamat.

Ya’tī ta’wīluhū (datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an), yakni datangnya akibat yang telah dijanjikan untuk mereka di dalam Al-Qur’an.

Yaqūlul ladzīna nasūhu (berkatalah orang-orang yang melupakannya), yakni orang-orang yang enggan mengakui kebenaran janji al-Quran.

Ming qablu (sebelum itu), yakni sebelum hari kiamat, ketika di dunia.

Qad jā-at rusulu rabbinā bil haqqi (“Sungguh Rasul-rasul Rabb kami telah datang membawa kebenaran), yakni menjelaskan kebangkitan, surga, dan neraka, tetapi kami telah mendustakan rasul-rasul itu.

Fa hal lanā miη syufa‘ā-a fa yasyfa‘ū lanā (maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi kami syafaat) dari azab.

Au nuraddu (atau dapatkah kami dikembalikan) ke dunia.

Fa na‘mala (sehingga kami dapat beramal), yakni sehingga kami dapat beriman dan beramal.

Ghairal ladzī kunnā na‘mal (berbeda dari yang pernah kami amalkan?”) dalam kemusyrikan.

Qad khasirū (sungguh mereka telah merugikan), yakni telah menipu.

Aηfusahum (diri mereka sendiri) dengan kehilangan kesempatan meraih surga, dan keniscayaan masuk neraka.

Wa dlalla ‘anhum (dan telah lenyaplah dari mereka), yakni telah melupakan mereka.

Mā kānū yaftarūn (apa-apa yang dahulu mereka ada-adakan), yakni yang dahulu mereka sembah secara mengada-ada.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-8 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Tidak ada yang mereka tunggu selain bukti kebenaran (Al-Qur’an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba[43], orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya[44] berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafa’at bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu[45]?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri[46] dan apa yang mereka ada-adakan[47] dahulu hilang lenyap dari mereka.

[43] Yakni hari kiamat.

[44] Maksudnya orang-orang yang tidak beramal sebagaimana yang digariskan oleh Al-Qur’an atau tidak mau beriman.

[45] Jika sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulangi perbuatan yang dilarang itu, dan mereka hanya berdusta.

[46] Dan kerugian ini tidak dapat ditutupi lagi.

[47] Yakni yang mereka angan-angankan dan yang dijanjikan setan kepada mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Tiadalah mereka menunggu-nunggu) mereka tidak menunggu (kecuali terlaksananya kebenaran Al-Qur’an itu) akibat dari apa yang ada di dalamnya. (Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu) yaitu hari kiamat (berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu,) mereka tidak mau beriman kepada Al-Qur’an (“Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat kepada kami atau) dapatkah (kami dikembalikan) ke dunia (sehingga dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”) kami akan mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan. Kemudian dikatakan kepada mereka, “Tidak dapat.” Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, (Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri) sebab mereka menjadi binasa (dan lenyaplah) maksudnya hilanglah (dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan) sebagai sekutu Allah yang mereka buat-buat sendiri.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu. (Al-A’raaf : 53)

Yakni pada hari kiamat, menurut pendapat Ibnu Abbas.

Berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu. (Al-A’raaf : 53)

Maksudnya, orang-orang yang tidak mau beramal untuk menyambut hari kiamat dan mereka dengan sengaja melupakannya ketika hidup di dunia.

“Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa perkara yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami. (Al-A’raaf : 53)

Yakni untuk menyelamatkan kami dari nasib yang menimpa kami sekarang ini.

Atau dapatkah kami dikembalikan. (Al-A’raaf : 53)

Yaitu ke dalam kehidupan di dunia.

Sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” (Al-A’raaf : 53)

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu melalui firman-Nya:

وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ * بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,” (tentulah kamu melihat sesuatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Al-An’am: 27-28)

Sedangkan dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan. (Al-A’raaf : 53)

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Artinya, mereka merugikan diri mereka sendiri karena pada akhirnya mereka dimasukkan ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan. (Al-A’raaf : 53)

Yakni lenyaplah apa yang dahulu mereka sembah selain Allah; sembahan-sembahan mereka tidak dapat memberikan syafaat kepada mereka, tidak dapat menolong mereka, dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab yang mereka alami.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaTelah Menciptakan Langit dan Bumi dalam Enam Hari
Berita berikutnyaAl-Qur’an Itu Merupakan Kitab yang Terinci Lagi Jelas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here