Telah Menyampaikan Amanat Tuhan

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 93

0
183

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 93. Kisah Nabi Syu’aib ‘alaihis salam; Nabi Syu’aib ‘alaihis salam telah menyampaikan amanat Tuhannya dan telah menasihati kaumnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ فَكَيْفَ آسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ

Maka Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?” (Q.S. Al-A’raaf : 93)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa tawallā ‘anhum (kemudian Syu‘aib meninggalkan mereka), yakni Syu‘aib pergi meninggalkan mereka sebelum waktu pembinasaan tiba.

Wa qāla yā qaumi laqad ablaghtukum risālāti rabbī (seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalain risalah-risalah Rabb-ku), baik berupa perintah maupun larangan.

Wa nashahtu lakum (dan aku telah memberi kalian nasihat), yakni aku telah memperingatkan kalian tentang adanya azab, dan menyeru kalian agar bertobat dan beriman.

Fa kaifa āsā (maka bagaimana aku akan bersedih hati), yakni bagaimana mungkin aku akan berduka.

‘Alā qauming kāfirīn (terhadap orang-orang yang kafir”) kepada Allah Ta‘ala dan dibinasakan.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu[10]. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir[11]?”

[10] Namun kamu tidak mau beriman.

[11] Kami berlindung kepada Engkau ya Allah dari kehinaan seperti ini. Kerugian dan kesengsaraan manakah yang melebihi kerugian orang-orang yang manusia terbaik (para nabi) berlepas diri daripadanya dan tidak berduka cita terhadapnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka Syuaib berpaling) yakni meninggalkan (mereka seraya berkata, “Hai kaumku! Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanat-amanah Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu) akan tetapi kamu tidak juga mau beriman (Maka bagaimana aku akan bersedih hati) bersusah hati (terhadap orang-orang yang kafir?”) Istifham di sini bermakna nafi.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Syu’aib berpaling meninggalkan mereka setelah mereka tertimpa azab, pembalasan, dan siksa-Nya. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman mengecam dan mengejek mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian amanat-amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kalian. (Al-A’raaf : 93)

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Maksudnya, aku telah menyampaikan kepada kalian apa yang diutuskan kepadaku untuk membawanya. Maka tidak ada kekecewaan atas kalian, karena kalian telah ingkar kepada Al-Kitab yang aku bawa ini.

Firman selanjutnya mengatakan:

Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir? (Al-A’raaf : 93

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaSunnatullah dalam Bertindak Terhadap Setiap Umat
Berita berikutnyaDatanglah Gempa Menimpa Mereka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here