Sekiranya Penduduk Negeri Beriman dan Bertakwa

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 96

0
25

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 96. Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, Sunnatullah dalam memberikan hukuman kepada orang-orang yang mendustakan para nabi, dan pentingnya takwa dalam kehidupan manusia. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (para rasul), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-A’raaf : 96)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lau anna ahlal qurā (dan seandainya penduduk kota-kota itu), yakni (kota) yang penduduknya telah Kami binasakan.

Āmanū (beriman) kepada kitab dan rasul-rasul.

Wat taqau (dan bertakwa), yakni menjauhi kekufuran, kemusyrikan, dan perbuatan-perbuatan keji seraya bertobat.

La fatahnā ‘alaihim barakātim minas samā-i (niscaya Kami Limpahkan kepada mereka berkah dari langit) berupa hujan.

Wal ardli (dan bumi) berupa tanam-tanaman dan buah-buahan.

Wa lāking kadz-dzabū (akan tetapi, mereka mendustakan) Rasul-rasul-Ku dan Kitab-kitab-Ku.

Fa akhadz-nāhum (karenanya Kami mengambil tindakan terhadap mereka), yakni menimpakan paceklik, kelaparan, dan azab.

Bimā kānū yaksibūn (disebabkan apa yang senantiasa mereka perbuat), yakni mendustakan para nabi dan kitab-kitab.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

96.[19] Dan sekiranya penduduk negeri beriman[20] dan bertakwa[21], pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit[22] dan bumi[23], tetapi ternyata mereka mendustakan (para rasul), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

[19] Setelah Alah menyebutkan tentang orang-orang yang mendustakan para rasul, bahwa mereka diuji dengan berbagai penderitaan dan musibah sebagai peringatan bagi mereka, dan dengan kesenangan sebagai istidraj (penangguhan) dan makar, Allah menyebutkan, bahwa penduduk negeri jika mau beriman kepada para rasul serta menjauhi kufur dan kemaksiatan, maka Alah menurunkan berkah dari langit dan bumi kepada mereka. Berdasarkan ayat ini, jika amal yang naik kepada Allah adalah amal yang baik, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan menurunkan kebaikan. Sebaliknya, jika amal yang naik kepada Alah Ta’ala adalah amal buruk, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan menurunkan keburukan pula kepada mereka.

[20] Kepada Allah dan rasul-Nya.

[21] Menjauhi kekufuran dan kemaksiatan.

[22] Seperti diturunkan hujan.

[23] Seperti ditumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan jika sekiranya penduduk negeri-negeri) yang mendustakan (beriman) terhadap Allah dan rasul-rasul mereka (dan bertakwa) tidak kafir dan maksiat (pastilah Kami akan melimpahkan) dengan dibaca takhfif dan tasydid (kepada mereka berkah dari langit) dengan melalui hujan (dan bumi) dengan melalui tetumbuhan (tetapi mereka mendustakan) rasul-rasul (maka Kami siksa mereka) Kami hukum mereka (disebabkan perbuatan mereka sendiri).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan perihal tipisnya keimanan penduduk kota-kota yang para rasul diutus kepada mereka. Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

فَلَوْلا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (Yunus: 98)

Maksudnya, tidak ada suatu penduduk kota pun yang seluruhnya beriman kecuali kaum Nabi Yunus. Demikian itu terjadi setelah mereka menyaksikan adanya azab. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ * فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih, lalu mereka beriman. Karena itu, Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. (Ash-Shaffat: 147-148)

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun. (Saba: 34), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa. (Al-A’raaf : 96)

Yaitu hati mereka beriman kepada apa yang disampaikan oleh rasul-rasul, membenarkannya, mengikutinya, dan bertakwa dengan mengerjakan amal-amal ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan.

Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (Al-A’raaf : 96)

Maksudnya hujan dari langit dan tetumbuhan dari bumi. Tetapi dalam firman selanjutnya disebutkan:

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Al-A’raaf : 96)

Artinya, tetapi mereka mendustakan rasul-rasul-Nya, maka kami siksa mereka dengan menimpakan kebinasaan atas mereka karena perbuatan-perbuatan dosa dan hal-hal haram yang mereka kerjakan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here