Kisah Nabi Syu’aib ‘Alaihis Salam

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 88

0
64

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 88. Kisah Nabi Syu’aib ‘alaihis salam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

Pemuka-pemuka yang menyombongkan dari kaum Syu’aib berkata, “Wahai Syu’aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman bersamamu dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami.” Syu’aib berkata, “Apakah (kamu kamu hendak mengembalikan kami kepada agamamu), kendatipun kami tidak suka?” (Q.S. Al-A’raaf : 88)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qālal mala-u (berkatalah pemuka-pemuka), yakni para pemimpin.

Alladzīnastakbarū (yang merasa takabur) untuk beriman.

Ming qaumihī la nukhrijannaka yā syu‘aibu wal ladzīna āmanū ma‘aka (di antara kaum Syu‘aib, “Sungguh kami akan mengusirmu, hai Syu‘aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu), yakni dan orang-orang yang beriman kepadamu.

Ming qaryatinā au la ta‘ūdunna (dari kota kami, atau kalian kembali), atau kalian masuk.

Fī millatinā, qāla (pada agama kami.” Dia berkata), yakni Syu‘aib ‘alaihis salam

A wa lau kunnā kārihīn (“Dan apakah meskipun kami tidak suka?”) Yakni apakah kalian akan tetap memaksa kami mengikuti keinginan kalian, meskipun kami tidak suka?

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Pemuka-pemuka yang menyombongkan dari kaum Syu’aib berkata, “Wahai Syu’aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman bersamamu dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami[1].” Syu’aib berkata, “Apakah (kamu kamu hendak mengembalikan kami kepada agamamu), kendatipun kami tidak suka?”

[1] Mereka menggunakan kekerasan untuk melawan yang benar.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata,) mereka yang sombong tidak mau beriman (“Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami atau kamu kembali) sungguh mau kembali (kepada agama kami.”) yaitu din/agama kami. Di dalam pembicaraan ini yang dipakai dhamir jamak padahal pembicaranya hanya seorang yaitu Syuaib sendiri. Sebab Syuaib itu sama sekali bukan berada dalam agama mereka, lalu ia menjawab sebaliknya (Syuaib menjawab, “Apakah) kami harus kembali kepada agamamu itu (kendatipun kami tidak menyukainya?”) Istifham/kata tanya di sini mengandung pengertian pengingkaran.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Demikianlah kisah dari Allah mengenai jawaban orang-orang kafir terhadap nabinya, yaitu Nabi Syu’aib dan pengikutnya dari kalangan kaum mukmin. Mereka mengancam akan mengusir dan mengasingkan Nabi Syu’aib dan pengikutnya dari tanah tempat tinggalnya. Orang-orang kafir dari kaumnya menekannya agar kembali kepada agama mereka bersama-sama mereka. Pembicaraan dalam ayat ini ditujukan kepada seorang rasul, tetapi makna yang dimaksud menyertakan pula para pengikutnya yang memeluk agamanya.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan apakah (akan tetap mengusir kami) kendatipun kami tidak, menyukainya? (Al-A’raaf : 88)

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Nabi Syu’aib berkata kepada mereka, “Apakah kalian tetap akan melakukan ancaman terhadap kami, sekalipun kami tidak menyukai apa yang kalian serukan kepada kami? Karena sesungguhnya jika kami kembali kepada agama kalian dan bergabung dengan kalian melakukan kebiasaan kalian, berarti kami melakukan suatu kedustaan besar terhadap Allah, sebab hal itu berarti menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang menandingi-Nya.” Ungkapan ini mengandung pengertian antipati Nabi Syu’aib untuk mengikuti seruan mereka.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaDoa Nabi Syu’aib Menghadapi Kaumnya
Berita berikutnyaKajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-8 Lengkap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here