Tiba-tiba Tangan itu Menjadi Putih Bercahaya

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 108

0
17

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 108. Kisah Nabi Musa ‘alaihis salam, pengutusannya kepada Fir’aun dan ditunjukkan kepadanya ayat-ayat Allah; dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih bercahaya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya. (Q.S. Al-A’raaf : 108)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa naza‘a yadahū (dan Musa mengeluarkan tangannya) dari ketiaknya.

Fa idzā hiya baidlā-u (maka tiba-tiba tangan itu pun menjadi putih) bercahaya.

Lin nāzhirīn (bagi orang-orang yang menyaksikan) tangan itu.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan dia mengeluarkan tangannya[6], tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya[7].

[6] Dari leher bajunya.

[7] Inilah kedua bukti yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa Nabi Musa ‘alaihis salam, dan bahwa Beliau adalah utusan Allah Rabbul ‘alamin, akan tetapi orang yang tidak beriman kalau pun telah telah didatangkan setiap bukti, mereka tidak akan beriman juga sampai melihat azab yang pedih.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan ia mengeluarkan tangannya) mengeluarkannya dari dalam sakunya (maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya menyilaukan (bagi orang-orang yang melihatnya) berbeda warnanya dengan keadaan kulit tangan yang sebenarnya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya (Al-A’raaf : 108)

Yakni Musa mengeluarkan tangannya dari leher bajunya sesudah ia memasukkannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya, bukan karena penyakit kulit atau penyakit lainnya. Hal ini diungkapkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (An-Naml: 12), hingga akhir ayat.

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Di dalam hadits yang menerangkan perihal fitnah-fitnah, Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna min gairi sauin ialah bukan karena penyakit. Kemudian Musa memasukkannya kembali ke leher bajunya, maka tangannya kembali kepada keadaan semula. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here