Kutu Ialah Hewan Kecil Lagi Hitam

Lanjutan Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 132-134

0
182

Lanjutan Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 132-133. Adapun mengenai kutu, maka disebutkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan kutu ialah semacam ulat yang keluar dari biji gandum. Dari Ibnu Abbas pula disebutkan bahwa kutu adalah belalang kecil yang tidak bersayap. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah. Disebutkan pula dari Al-Hasan serta Sa’id ibnu Jubair bahwa kutu ialah hewan kecil lagi hitam.

BACA JUGA: Doa dalam Menghadapi Wabah Belalang 

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, al-qummal artinya nyamuk kecil. Ibnu Jarir mengatakan bahwa al-qummal adalah bentuk jamak, sedangkan bentuk tunggalnya ialah qumlah, artinya sejenis serangga yang menyerupai kutu yang suka menyedot darah unta. Menurut berita yang sampai kepadaku, serangga inilah yang dimaksudkan oleh Al-A’sya dalam syairnya yang mengatakan:

قَوْمٌ تُعَالِجُ  قُمَّلا أَبْنَاؤُهُمْ وَسَلَاسِلًا أجُدا وَبَابًا مُؤْصَدَا

Mereka adalah suatu kaum yang anak-anaknya sedang menanggulangi wabah kutu, dan rantai-rantai besi serta pintu yang terkunci.

Sebagian ahli nahwu dari kalangan ulama Basrah menduga bahwa qummal menurut orang Arab artinya sama dengan hamnan yang bentuk tunggalnya ialah hamnanah, artinya sejenis serangga yang bentuknya seperti kera, lebih besar sedikit daripada kutu.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qummi, dari Ja’far ibnu Abul Mugirah, dari Sa’id ibnu Jubair yang menceritakan bahwa ketika Musa ‘alaihis salam datang kepada Fir’aun, Musa ‘alaihis salam berkata kepadanya, “Lepaskanlah kaum Bani Israil untuk pergi bersamaku.” Lalu Allah mengirimkan topan, yakni hujan yang sangat lebat kepada Fir’aun dan kaumnya. Dan ketika sesuatu dari hujan itu menimpa mereka, mereka merasa khawatir bila hujan itu merupakan azab. Lalu mereka berkata kepada Musa ‘alaihis salam” Doakanlah buat kami kepada Tuhanmu agar Dia menghentikan hujan ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu.”

Lalu Nabi Musa ‘alaihis salam berdoa kepada Tuhannya (hingga hujan itu berhenti), tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil bersamanya. Maka pada tahun itu juga Allah Subhaanahu wa Ta’aala menumbuhkan tetumbuhan, rerumputan, dan buah-buahan yang banyak, sebelum itu belum pernah terjadi demikian. Maka mereka berkata, “Inilah yang selalu kami dambakan.”

Lalu Allah mengirimkan belalang kepada mereka yang merusak semua tetumbuhan mereka. Ketika mereka melihat kerusakan yang diakibatkan oleh belalang itu, maka mereka mengetahui bahwa tiada sesuatu pun dari tanaman mereka yang selamat. Mereka berkata, “Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu buat kami agar Dia mengusir belalang ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan akan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu.” Nabi Musa ‘alaihis salam berdoa kepada Tuhannya, maka Allah mengusir belalang itu dari mereka, tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil pergi bersama Musa. Dan mereka berlindung masuk ke dalam rumah-rumah mereka, lalu mereka berkata, “Kami telah berlindung.”

Maka Allah mengirimkan kutu, yakni ulat yang keluar dari bebijian, kepada mereka. Tersebutlah bahwa seseorang lelaki bila keluar dengan membawa sepuluh karung biji gandum ke tempat penggilingannya, maka begitu ia sampai ke tempat penggilingannya tiada yang tersisa kecuali hanya tiga genggam gandum saja (semuanya berubah menjadi ulat). Mereka berkata, “Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan kutu ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu.” Nabi Musa ‘alaihis salam berdoa kepada Tuhannya, maka lenyaplah kutu itu dari mereka. Tetapi mereka menolak, tidak mau melepaskan kaum Bani Israil pergi bersama Musa.

Ketika Musa ‘alaihis salam sedang duduk di hadapan Raja Fir’aun, tiba-tiba terdengarlah suara katak. Lalu Musa berkata kepada Fir’aun, “Apakah yang kamu dan kaummu jumpai dari katak ini?” Fir’aun berkata, “Barangkali ini pun merupakan tipu muslihat yang lain.” Maka tidak lama kemudian yakni pada petang harinya tiada seorang pun yang duduk melainkan seluruh negeri penuh dengan katak sampai mencapai dagunya. Dan bila seseorang hendak berkata, begitu ia membuka mulutnya, maka pasti ada katak yang masuk ke dalam mulutnya. Kemudian mereka berkata, “Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan katak-katak ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan nfelepaskan kaum Bani Israil bersamamu.” (Setelah katak lenyap) mereka tetap tidak juga mau beriman.

Lalu Allah mengirimkan darah kepada mereka, sehingga tidak sekali-kali mereka mengambil air minum baik dari sungai ataupun dari sumur-sumur melainkan mereka menjumpai air itu dalam wadahnya berubah menjadi merah, yakni berubah menjadi darah segar. Lalu mereka mengadu kepada Fir’aun, “Sesungguhnya kami telah dicoba dengan darah, dan kami tidak lagi mempunyai air minum.” Fir’aun berkata, “Sesungguhnya dia (Musa) telah menyihir kalian.” Mereka berkata, “Mana mungkin dia menyihir kami, tidak sekali-kali kami menjumpai air dalam wadah-wadah kami melainkan kami menjumpainya berubah menjadi darah yang segar.”

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Mereka datang kepada Musa dan berkata kepadanya, “Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia melenyapkan darah ini dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan kami akan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu.” Musa berdoa kepada Tuhannya, maka Allah melenyapkan darah itu dari mereka, tetapi mereka tetap tidak mau beriman, tidak mau pula melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamanya.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, bahwa masing-masing telah menceritakan hal tersebut.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dikutif dari: Tafsir Ibnu Katsir

 

 

Berita sebelumyaSetiap Kali Azab Menimpa
Berita berikutnyaDoa dalam Menghadapi Wabah Belalang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here