Nabi yang Ummi (Tidak Bisa Baca Tulis)

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 157

0
98

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 157. Wajibnya mengikuti nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) dan penjelasan meratanya risalah Beliau kepada semua manusia, bahkan jin pun diperintah pula mengikuti Beliau ﷺ. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٥٧)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (nama dan sifatnya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (Al Quran) yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al-A’raaf : 157)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Alladzīna yattabi‘ūnar rasūlan nabiyyal ummiyya (orang-orang yang mengikuti rasul, nabi yang ummī), yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

Alladzī yajidūnahū (yang mereka dapati) sifat dan gambarannya.

Maktūban ‘iηdahum fit taurāti wal iηjīli (termaktub dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka) ….

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul (Muhammad)[12], Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (nama dan sifatnya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, ….

[12] Siyaq (susunan) ayat ini membicarakan hal ihwal Bani Israil, namun disebutkan di sana Nabi Muhammad ﷺ, karena beriman kepada Beliau merupakan syarat masuknya mereka ke dalam golongan orang-orang yang beriman, dan bahwa orang-orang yang beriman kepada Beliau lagi mengikutinya adalah orang-orang yang akan memperoleh rahmat yang mutlak (di dunia dan akhirat).

.

Tafsir Jalalain

  1. (Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi) yaitu Nabi Muhammad ﷺ (yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) lengkap dengan nama dan ciri-cirinya ….

.

Tafsir Ibnu Katsir

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Al-A’raaf : 157)

Demikianlah sifat dan ciri khas Nabi Muhammad ﷺ yang tertera di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu. Para nabi terdahulu menyampaikan berita gembira kepada umatnya masing-masing akan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan memerintahkan kepada umatnya untuk mengikutinya (apabila mereka mengalami masanya). Dan sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ masih tetap ada dalam kitab-kitab mereka serta diketahui oleh ulama dan rahib mereka. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنِ الجُرَيري، عَنْ أَبِي صَخْرٍ الْعُقَيْلِيِّ، حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنَ الْأَعْرَابِ، قَالَ: جَلَبْتُ جَلُوبَةً إِلَى الْمَدِينَةِ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ بَيْعَتِي قُلْتُ: لَأَلْقِيَنَّ هَذَا الرَّجُلَ فَلْأَسْمَعَنَّ مِنْهُ، قَالَ: فَتَلَقَّانِي بَيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ يَمْشُونَ، فَتَبِعْتُهُمْ فِي أَقْفَائِهِمْ حَتَّى أَتَوْا عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْيَهُودِ نَاشِرًا التَّوْرَاةَ يَقْرَؤُهَا، يُعَزِّي بِهَا نَفْسَهُ عَنِ ابْنٍ لَهُ فِي الْمَوْتِ كَأَحْسَنِ الْفِتْيَانِ وَأَجْمَلِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْشُدُكَ بِالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ، هَلْ تَجِدُ فِي كِتَابِكَ هَذَا صِفَتِي وَمَخْرَجِي؟  فَقَالَ بِرَأْسِهِ هَكَذَا، أَيْ: لَا. فَقَالَ ابْنُهُ، إِي: وَالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ إِنَّا لِنَجِدُ فِي كِتَابِنَا صِفَتَكَ ومَخرجك، وَإِنِّي أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ: أَقِيمُوا الْيَهُودِيَّ عَنْ أَخِيكُمْ. ثُمَّ وَلِيَ كَفَنَهُ (6) وَالصَّلَاةَ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Al-Jariri, dari Abu Sakhr Al-Uqaili, telah menceritakan kepadaku seorang lelaki Badui yang menceritakan bahwa di masa Rasulullah ﷺ ia pernah datang ke Madinah membawa sapi perahan. Setelah selesai dari jual belinya, lelaki Badui itu berkata, “Aku sungguh akan menemui lelaki ini (maksudnyaNabi ﷺ), dan sungguh aku akan mendengar darinya.” Lelaki Badui itu melanjutkan kisahnya; lalu aku menjumpainya sedang berjalan di antara Abu Bakar dan Umar, maka aku mengikuti mereka berjalan hingga sampailah mereka kepada seorang lelaki Yahudi. Lelaki Yahudi itu sedang membuka kitab Taurat seraya membacanya, sebagai ungkapan rasa duka dan belasungkawanya atas anak lelakinya yang sedang menghadapi kematian; anak lakt-Iakinya itu adalah seorang pemuda yang paling tampan dan paling gagah. Maka Rasulullah ﷺ bertanya: Aku memohon kepadamu dengan nama Tuhan yang telah menurunkan kitab Taurat, apakah engkau menjumpai dalam kitabmu ini sifat dan tempat hijrahku? Lelaki Yahudi itu menjawab pertanyaan Nabi ﷺ hanya dengan isyarat gelengan kepala yang berarti ‘tidak’. Tetapi anak lelakinya yang sedang menghadapi kematian itu berkata, “Ya, demi Tuhan yang telah menurunkan kitab Taurat, sesungguhnya kami menjumpai di dalam kitab kami sifatmu dan tempat hijrahmu. Dan sesungguhnya aku sekarang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi (pula) bahwa engkau adalah utusan Allah.” (Kemudian anak orang Yahudi itu meninggal dunia). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Singkirkanlah orang Yahudi ini dari saudara kalian! Kemudian Nabi ﷺ mengurus pengafanan dan menyalati mayat anak lelaki Yahudi itu.

BACA JUGA Lanjutan Kajian Tafsir ayat ini .... 

Hadits ini baik lagi kuat dan mempunyai syahid (bukti) yang menguatkannya di dalam kitab Sahih melalui hadits Anas.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaMenemui Heraklius, Raja Romawi
Berita berikutnyaLuasnya Rahmat Allah Kepada Hamba-hamba-Nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here