Semuanya Adalah Makhluk Allah

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 191

0
22

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf ayat 191. Menerangkan bahwa beribadah kepada selain Allah adalah batil; Semuanya adalah makhluk Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

أَيُشْرِكُونَ مَا لا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal berhala itu sendiri diciptakan. (Q.S. Al-A’raaf : 191)

.

Tafsir Ibnu Abbas

A yusyrikūna (apakah mereka mempersekutukan) Allah Ta‘ala dengan ….

Mā lā yakhluqu syai-an (berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan apa pun) dan tidak pula dapat menghidupkan.

Wa hum (sedangkan mereka sendiri), yakni berhala-berhala itu.

Yukhlaqūn (dibuat [oleh manusia]), yakni makhluk hasil pahatan.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Tafsir Jalalain

  1. (Apakah mereka mempersekutukan) Allah dalam ibadah (dengan berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Ayat-ayat ini merupakan sikap ingkar Allah terhadap orang-orang musyrik yang menyembah Allah dan menyembah selain-Nya, yaitu tandingan-tandingan Allah, berhala-berhala dan patung-patung; padahal semuanya itu adalah makhluk Allah, membutuhkan perawatan, dan dibuat oleh manusia; ia sama sekali tidak memiliki sesuatu pun dari urusan itu, tidak dapat membahayakan, tidak dapat memberi manfaat, tidak dapat melihat, dan tidak dapat membela para pengabdinya. Bahkan berhala-berhala itu sendiri adalah benda mati, tidak dapat bergerak, tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat. Sesungguhnya para penyembahnya sendiri jauh lebih sempurna ketimbang berhala-berhalanya, karena mereka mempunyai pendengaran, penglihatan, dan kekuatan memukul. Karena itulah disebutkan oleh firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. (Al-A’raaf : 191)

Artinya, apakah kalian mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, dan selamanya sembahan-sembahan itu tidak akan mampu melakukan hal tersebut. Perihalnya sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala lainnya, yaitu:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ * مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Hai manusia telah dibuatkan perumpamaan, maka dengarkanlah oleh kalian perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al-Hajj: 73-74)

Melalui ayat-ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitakan bahwa sembahan-sembahan mereka, seandainya dikumpulkan semuanya, niscaya tidak akan dapat menciptakan seekor lalat pun. Bahkan seandainya lalat itu merebut sesuatu dari mereka yaitu berupa makanan yang tidak berarti, lalu terbang niscaya mereka tidak mampu mengambil kembali makanan itu darinya. Maka barang siapa yang memiliki sifat dan keadaan seperti itu, mana mungkin dapat dijadikan sebagai sembahan untuk dimintai rezeki dan pertolongannya? Karena itulah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedangkan berhala itu sendiri dibuat orang (An-Nahl: 20; Al Furqan: 3)

Yakni bahkan berhala-berhala itu dibuat dijadikan oleh orang, seperti yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam ayat berikut:

قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ

Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? (Ash-Shaffat: 95)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here