Pengetahuan Tentang Hari Kiamat

Kajian Tafsir Surah Al-A'raaf ayat 187

0
242

Kajian Tafsir Surah Al-A’raaf  ayat 187. Pengetahuan tentang hari Kiamat dan apa yang terjadi pada hari itu hanyalah milik Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Demikian pula pengetahuan tentang yang gaib tidak diketahui kecuali oleh-Nya, dan tidak ada seorang pun di antara makhluk-Nya yang mengetahuinya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (١٨٧)

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Al-A’raaf : 187)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul innāmā ‘ilmuhā (katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanyalah), yakni pengetahuan tentang waktu dan kejadian kiamat itu hanya ….

‘Iηda rabbī (ada di sisi Rabb-ku), yakni dari Rabb-ku.

Lā yujallīhā li waqtihā (tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktunya), yakni tak seorang pun yang dapat menerangkan waktu dan kejadiannya.

Illā huw, tsaqulat fis samāwāti wal ardl (selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi [makhluk] yang ada di langit dan di bumi), yakni pengetahuan tentang waktu dan kejadian kiamat itu tidak dapat diketahui oleh penghuni langit dan bumi.

Lā ta’tīkum illā baghtah (kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan secara tiba-tiba”), yakni secara mendadak.

Yas-alūnaka (mereka bertanya kepadamu). Yakni hai Muhammad, mereka bertanya kepadamu tentang kiamat.

Ka-annaka hafiyyun ‘anhā (seolah-oleh kamu benar-benar mengetahuinya), yakni seolah-oleh kamu tahu tentang kiamat. Menurut pendapat yang lain, seolah-olah kamu tidak tahu tentang kimat. Dan menurut pendapat yang lainnya, seolah-olah kamu lengah terhadap kiamat.

Qul (katakanlah), hai Muhammd ﷺ!

Innamā ‘ilmuhā (“Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanyalah), yakni pengetahuan tentang waktu dan kejadian kiamat itu hanya ….

‘Iηdallāhi (ada di sisi Allah), yakni dari Allah Ta‘ala.

Wa lākinna aktsaran nāsi (tetapi kebanyakan manusia), yakni penduduk Mekah.

Lā ya‘lamūn (tidak mengetahui”), yakni tidak membenarkan hal itu.

BACA JUGA Tentang Kiamat, “Kapan terjadi?”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba[15].” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[16].”

[15] Tanpa disadari sebelumnya.

[16] Sehingga mereka berkeinginan keras untuk mengetahui padahal yang demikian tidak patut dilakukan, terlebih mereka biasanya tidak bertanya tentang sesuatu yang lebih penting dan malah meninggalkan ilmu yang seharusnya mereka ketahui, serta lebih senang pergi menuju sesuatu yang tidak ada jalan untuk mengetahuinya, padahal mereka tidak dituntut untuk mengetahuinya.

.

Tafsir Jalalain

  1. … Katakanlah,) kepada mereka (“Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu) bila terjadinya (adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan) menerangkan (waktu kedatangannya) huruf lam bermakna fii (selain Dia. Kiamat itu amat berat) amat besar peristiwanya (yang di langit dan di bumi) amat berat dirasakan oleh penduduk keduanya mengingat kengerian huru-haranya. (Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.”) secara sekonyong-konyong (Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu benar-benar mengetahui) terlalu berlebihan di dalam bertanya (tentang kiamat itu) sehingga engkau memberitahukan tentangnya. (Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah di sisi Allah) merupakan pengukuhan sebelumnya (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”) pengetahuan mengenai kiamat itu hanya ada di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’aala

.

Tafsir Ibnu Katsir

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. (Al-A’raaf : 187) Yaitu seakan-akan kamu mengetahui hari kiamat, padahal Allah menyembunyikan pengetahuan tentang hari kiamat ini dari semua makhluk-Nya. Lalu ia membacakan firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. (Luqman: 34), hingga akhir ayat.

Pendapat ini kedudukannya lebih kuat daripada yang pertama tadi. Karena itulah dalam ayat itu disebutkan oleh firman Nya :

قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Al-A;’raf: 187)

Malaikat Jibril ‘alaihis salam datang dalam rupa seorang Arab Badui untuk mengajarkan kepada manusia perkara agama mereka, lalu ia duduk di hadapan Rasulullah ﷺ seperti duduknya orang yang mau bertanya, kemudian memohon petunjuk. Maka Jibril ‘alaihis salam bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam, lalu tentang iman dan ihsan, kemudian ia bertanya, “Bilakah hari kiamat itu?” Maka Rasulullah ﷺ menjawabnya melalui sabdanya:

مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ

Orang yang ditanya mengenainya tidaklah lebih mengetahui daripada sipenanya.

Dengan kata lain, saya bukanlah orang yang lebih mengetahui tentangnya daripada engkau; dan tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentangnya daripada orang lain. Kemudian Nabi ﷺ membacakan firman-Nya: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. (Luqman: 34), hingga akhir ayat

Menurut riwayat yang lain disebutkan bahwa lalu Jibril ‘alaihis salam menanyakan tentang tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat. Maka Nabi ﷺ menjelaskan tanda-tanda hari kiamat kepadanya. Kemudian Nabi ﷺ bersabda, “Ada lima perkara yang tiada seorang pun mengetahuinya kecuali hanya Allah.” Lalu Nabi ﷺ membacakan ayat ini. Semua jawaban yang diucapkan oleh Nabi ﷺ selalu dijawab olehnya dengan ucapan, “Engkau benar.” Karena itulah para sahabat merasa heran dengan sikap si penanya ini; dia bertanya, tetapi dia pun membenarkannya. Kemudian setelah Jibril ‘alaihis salam yang menyerupai seorang lelaki Badui itu pergi, Rasulullah ﷺ bersabda :

هَذَا جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

Orang itu adalah Jibril yang sengaja datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian perihal agama kalian.

BACA JUGA Hadits-hadits yang menjelaskan "Bilakah Hari Kiamat Itu Terjadinya?"

Menurut riwayat lain, lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَا أَتَانِي فِي صُورَةٍ إِلَّا عَرَفْتُهُ فِيهَا، إِلَّا صُورَتَهُ هَذِهِ

Tidak sekali-kali Jibril datang kepadaku dalam bentuk apa pun melainkan aku mengenalnya kecuali dalam rupanya yang sekarang ini.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaBilakah Hari Kiamat Itu Terjadinya?
Berita berikutnyaTentang Kiamat, “Kapan terjadi?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here