Pintu Tobat Terbuka

Kajian Tafsir Surah Al-Anfaal ayat 38

0
67

Kajian Tafsir Surah Al-Anfaal ayat 38. Pintu tobat terbuka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ (٣٨)

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya dan dari memerangi Nabi), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dengan dibinasakan).” (Q.S. Al-Anfaal : 38)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah), hai Muhammad!

Lil ladzīna kafarū (kepada orang-orang kafir itu), yakni kepada Abu Sufyan dan kawan-kawannya.

Iy yaηtahū (jika mereka berhenti) dari kekafiran, kemusyrikan, penyembahan berhala, dan keinginan membunuh Nabi Muhammad ﷺ.

Yughfar lahum mā qad salafa (pastilah Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu), yakni kekafiran, kemusyrikan, penyembahan berhala, dan keinginan membunuh Nabi Muhammad ﷺ yang sudah lalu.

Wa iy ya‘ūdū (namun, jika mereka kembali lagi) hendak membunuh Nabi Muhammad ﷺ.

Fa qad madlat sunnatul awwalīn (maka sungguh telah berlalu Sunnah [Allah terhadap] orang-orang terdahulu), yakni sudah berlalu sejarah orang-orang terdahulu, yakni memberikan pertolongan kepada para pembela dan penolong-Nya dalam menghadapi musuh-musuh-Nya seperti yang terjadi pada Perang Badr.

BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-9 Lengkap 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu[29], “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya dan dari memerangi Nabi), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi[30] sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dengan dibinasakan)[31].”

[29] Seperti Abu Sufyan dan kawan-kawannya. Ayat ini termasuk bukti kelembutan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, di mana kekafiran mereka dan terus-menerusnya mereka di atas kekafiran tidaklah menghalangi-Nya untuk tetap mengajak mereka menempuh jalan yang lurus dan petunjuk, dan melarang mereka dari sesuatu yang membinasakan mereka berupa sebab-sebab kesesatan dan kebinasaan.

[30] Maksudnya jika mereka kafir dan kembali memerangi Nabi.

[31] Dan mereka tinggal menunggu saja. Khithab (pembicaraan) ini ditujukan kepada mereka yang mendustakan, adapun ayat selanjutnya, maka ditujukan kepada kaum mukmin dalam menyikapi orang-orang kafir.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu,) seperti Abu Sofyan dan teman-temannya (“Jika mereka berhenti) dari kekafirannya dan dari memerangi Nabi ﷺ (niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang telah lalu) dari amal perbuatan mereka (dan jika mereka kembali lagi) untuk memerangi Nabi ﷺ (sesungguhnya akan berlaku terhadap mereka sunah Allah terhadap orang-orang dahulu.”) Allah akan memberlakukan sunah-Nya terhadap diri mereka, dengan cara membinasakannya, seperti yang telah Kami lakukan terhadap umat-umat terdahulu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman kepada Nabi-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ:

Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, hendaknyalah mereka berhenti (dari kekafirannya). (Al-Anfaal: 38)

Yakni dari kekafiran, pembangkangan, dan pengingkaran mereka; lalu hendaklah mereka masuk Islam dan taat serta bertobat kepada-Nya.

Niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu. (Al-Anfaal: 38)

Yaitu dari kekufuran, dosa-dosa, dan kesalahan-kesalahan mereka.

Seperti yang disebutkan di dalam sebuah haditst yang diriwayatkan diriwayatkan melalui Abu Wail, dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

مَنْ أحْسَن فِي الْإِسْلَامِ، لَمْ يُؤاخَذ بِمَا عَمِلَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَمَنْ أَسَاءَ فِي الْإِسْلَامِ، أخذ بالأول والآخر

Barang siapa yang berbuat baik dalam Islam, maka tidak akan disiksa karena amal perbuatannya di masa Jahiliahnya Dan barang siapa yang berbuat keburukan dalam Islam, maka akan disiksa karena perbuatannya di masa Jahiliyah dan masa Islamnya.

Di dalam hadits sahih lainnya disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

الْإِسْلَامُ يَجُبُّ مَا قَبْلَهُ وَالتَّوْبَةُ تَجُبُّ مَا كَانَ قَبْلَهَا

Islam menghapuskan apa yang sebelumnya dan tobat menghapuskan dosa yang ada sebelumnya.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan jika mereka kembali lagi. (Al-Anfaal: 38)

Artinya, kembali meneruskan perbuatan yang sebelumnya (yakni kekafiran).

Sesungguhnya akan berlaku (pada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu. (Al-Anfaal: 38)

Yakni telah berlaku sunnah Kami terhadap umat-umat terdahulu, bahwa apabila mereka mendustakan (Allah dan Rasul-Nya), lalu terus-menerus dalam keingkarannya, maka sesungguhnya Kami akan menyegerakan hukuman dan siksa Kami terhadap mereka.

BACA JUGA Kajian Tafsir ayat berikutnya .... 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu. (Al-Anfaal: 38) Yaitu terhadap orang-orang Quraisy dalam Perang Badar dan azab yang menimpa umat lainnya.

As-Saddi dan Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seperti yang terjadi dalam Perang Badar.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here