Di Antara Permintaan Maaf

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 66

0
68

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 66. Haramnya menjadikan agama sebagai bahan olok-olokkan meskipun bercanda; di antara permintaan maaf, ada yang tidak pantas diterima maafnya, yakni jika dimaafkan bukan malah memperbaiki dirinya, tetapi malah semakin jauh dari kebaikan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (٦٦)

Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa. (Q.S. At-Taubah : 66)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Lā ta‘tadzirū (kalian tidak usah meminta maaf) dengan ucapan kalian.

Qad kafartum ba‘da īmānikum, in na‘fu ‘aη thā-ifatim mingkum (sungguh kalian kafir sesudah beriman. Jika Kami Memaafkan segolongan dari kalian), yakni memaafkan Juhair bin Humair, sebab dia tidak turut berolok-olok bersama mereka. Juhair hanya ikut tertawa dengan mereka.

Nu‘adz-dzib thā-ifatan (Kami akan mengazab golongan yang lain), yaitu Wadi‘ah bin Judzam dan Jadd bin Qais.

Bi annahum kānū mujrimīn (karena mereka adalah orang-orang yang berdosa), yakni orang-orang yang musyrik di dalam hatinya.

BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-10 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman[7]. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain)[8] karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa[9].

[7] Hal itu, karena mengolok-olok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya merupakan kekafiran yang mengeluarkan dari Islam, karena agama dibangun di atas dasar pengagungan kepada Allah, agama-Nya dan Rasul-Nya, sedangkan mengolok-olok bertentangan dengan dasar ini dan sangat berlawanan sekali. Oleh karena itulah, ketika kaum munafik itu datang kepada Rasulullah ﷺ meminta maaf terhadap ucapan ini, Rasulullah ﷺ membacakan ayat di atas, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman” Beliau tidak menoleh kepadanya dan tidak berkata lebih.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa di antara permintaan maaf, ada yang tidak pantas diterima maafnya, yakni jika dimaafkan bukan malah memperbaiki dirinya, tetapi malah semakin jauh dari kebaikan. Meskipun hukum asalnya, jika ada yang meminta maaf harus dikasihani dan dimaafkan, namun orang yang seperti ini tidak layak dimaafkan.

[8] Yakni tidak bisa dima’afkan semuanya dan segolongan di antara kamu perlu dihukum. Meskipun kalau mereka bertobat, maka tobatnya diterima. Dalam ayat ini juga terdapat dalil bahwa barang siapa yang membicarakan secara rahasia yang isinya membuat makar terhadap agama, mengolok-olok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan menampakkannya dan membuka aibnya serta menghukumnya dengan hukuman yang berat. Demikian pula terdapat dalil bahwa mengolok-olok salah satu dari kitabullah atau sunnah Rasul-Nya yang sahih, melecehkanya, merendahkannya, atau mengolok-olok Rasulullah ﷺ atau merendahkannya, maka dia kafir kepada Allah. Di samping itu, ayat di atas juga menunjukkan bahwa tobat diterima dalam semua dosa meskipun besar.

[9] Selalu berbuat kufur dan nifak.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Tidak usah kalian meminta maaf) akan hal tersebut (karena kalian kafir sesudah beriman) artinya kekafiran kalian ini tampak sesudah kalian menampakkan keimanan. (Jika Kami memaafkan) bila dibaca memakai ya berarti menjadi mabni maf’ul sehingga bacaannya menjadi ya’fa. Jika dibaca memakai huruf nun, berarti mabni fa’il, dan bacaannya seperti yang tertera pada ayat (segolongan daripada kalian) lantaran keikhlasan dan tobatnya, seperti apa yang dilakukan oleh Jahsy bin Humair (niscaya Kami akan mengazab) dapat dibaca tu`adzdzib dan dapat pula dibaca nu`adzdzib (golongan yang lain disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa) yakni, karena mereka selalu menetapi kemunafikannya dan selalu melancarkan ejekan-ejekan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian kafir sesudah beriman. (At-Taubah: 66)

Maksudnya, karena ucapan yang kalian katakan itu, yaitu yang kalian keluarkan untuk memperolok-olok Nabi ﷺ.

BACA JUGA ayat berikutnya ....

Jika kami memaafkan segolongan dari kalian (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain). (At-Taubah: 66)

Yakni kalian tidak dimaafkan secara keseluruhan, tetapi sebagian dari kalian tetap harus diazab.

Disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (At-Taubah: 66)

Artinya, berdosa karena telah mengeluarkan kata-kata yang kotor dan keji itu.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaAkhlak Kaum Munafik
Berita berikutnyaHaramnya Menjadikan Agama Sebagai Bahan Olok-olokkan Meskipun Bercanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here