Akhlak Kaum Munafik

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 67-68

0
328

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 67-68. Di antara akhlak kaum munafik dan kejahatan mereka, dan ancaman azab untuk mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٦٧) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ (٦٨

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. At-Taubah : 67)

Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal, (Q.S. At-Taubah : 68)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Al-munāfiqūna wal munāfiqātu ba‘dluhum mim ba‘dl (orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah dari sebagian yang lain), yakni berada dalam satu agama di dalam hatinya.

Ya’murūna bil mungkari (mereka menyuruh [orang-orang] kepada kemungkaran), yakni pada kekafiran dan pembangkangan terhadap Rasulullah ﷺ.

Wa yanhauna ‘anil ma‘rūfi (serta melarang [orang-orang] dari kemakrufan), yakni dari keimanan dan mengikuti Rasulullah ﷺ.

Wa yaqbidlūna (dan mereka mengepalkan).

Aidiyahum (tangan-tangan mereka) dari mengeluarkan nafkah pada jalan kebaikan.

Nasullāha (mereka telah melupakan Allah), yakni mereka mengabaikan ketaatan kepada Allah Ta‘ala di dalam hatinya.

Fa nasiyahum (karena itu Allah pun Melupakan mereka), yakni menghinakan mereka di dunia dan menelantarkan mereka di dalam neraka.

Innal munāfiqīna humul fāsiqūn (sesungguhnya kaum munafik itu adalah orang-orang yang fasik), yakni orang-orang yang kafir di dalam hatinya.

Wa ‘ādallāhul munāfiqīna wal munāfiqāti wal kuffāra nāra jahannama khā -lidīna fīhā (Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya), yakni bertempat tinggal di dalam neraka.

Hiya hasbuhum (cukuplah neraka itu bagi mereka), yakni sebagai tempat kembali bagi mereka.

Wa la‘anahumullāhu (Allah melaknati mereka), yakni Allah Ta‘ala mengazab mereka.

Wa lahum ‘adzābum muqīm (dan bagi mereka itu azab yang kekal), yakni azab yang langgeng.

 BACA JUGA Kajian Tafsir Juz Ke-10 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

67.[10] Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar[11] dan mencegah perbuatan yang ma’ruf[12] dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir)[13]. Mereka telah melupakan Allah[14], maka Allah melupakan mereka (pula)[15]. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

[10] Dalam ayat ini terdapat sesuatu yang mendorong kaum mukmin untuk tidak berwala’ (mencintai dan membela) kepada mereka (orang-orang munafik).

[11] Yaitu kekafiran dan kemaksiatan.

[12] Yaitu keimanan, ketaatan, amal yang saleh, akhlak yang mulia, dan adab yang baik.

[13] Dari bersedekah dan dari mengeluarkan harta di jalan-jalan kebaikan.

[14] Yakni meninggalkan ketaatan kepada-Nya atau mereka tidak mengingat-Nya kecuali karena terpaksa dan bermalas-malasan melakukannya.

[15] Membiarkan mereka; tidak memberi rahmat-Nya, tidak memberi mereka taufik kepada kebaikan, dan di akhirat mereka akan dibiarkan di dalam siksaan tidak dipedulikan. 

  1. Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka[16]. Allah melaknat mereka[17]; dan mereka mendapat azab yang kekal[18],

[16] Sebagai balasan untuk mereka.

[17] Yakni menjauhkan mereka dari rahmat-Nya.

[18] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengumpulkan kaum munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka karena mereka berkumpul di atas kekafiran ketika di dunia, menentang Allah dan Rasul-Nya serta kafir kepada ayat-ayat-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain adalah sama) yakni mereka mempunyai sikap dan sepak terjang yang sama, perihalnya sama dengan setali tiga uang (mereka menyuruh membuat yang mungkar) berupa kekafiran dan maksiat-maksiat (dan melarang berbuat yang makruf) berupa keimanan dan ketaatan (dan mereka menggenggam tangannya) daripada berinfak di jalan ketaatan (mereka telah lupa kepada Allah) artinya mereka tidak mau taat kepada-Nya (maka Allah melupakan mereka) dibiarkannya mereka melupakan pertanda sifat pemurah Allah. (Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik).
  2. (Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka) sebagai pembalasan dan hukuman (dan Allah melaknat mereka) Dia menjauhkan mereka dari rahmat-Nya (dan bagi mereka azab yang kekal) yang abadi.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman mengingkari sifat orang-orang munafik yang berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Kalau orang-orang mukmin selalu memerintahkan kepada kebajikan dan melarang perbuatan mungkar, maka orang-orang munafik mempunyai ciri khas seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf, dan mereka menggenggamkan tangannya. (At-Taubah: 67)

Maksudnya, tidak mau menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Mereka telah lupa kepada Allah. (At-Taubah: 67)

Yakni lupa berzikir kepada Allah.

Maka Allah melupakan mereka. (At-Taubah: 67)

Allah menghadapi mereka dengan perlakuan orang yang melupakan mereka. Maknanya sama dengan yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu melalui firman-Nya:

وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا

Pada hari ini Kami melupakan kalian sebagaimana kalian telah melupakan pertemuan (dengan) hari kalian sekarang ini. (Al-Jatsiyah: 34)

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (At-Taubah: 67)

Yang dimaksud dengan fasik ialah orang yang keluar dari jalan yang benar dan masuk ke dalam jalan kesesatan.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. (At-Taubah: 68)

Yakni sebagai balasan dari perbuatan mereka yang telah disebutkan di atas.

Mereka kekal di dalamnya. (At-Taubah: 68)

Artinya, tinggal di dalamnya dengan kekal bersama orang-orang kafir.

Cukuplah neraka itu bagi mereka. (At-Taubah: 68)

Azab neraka jahannam itu sudah cukup bagi mereka.

BACA JUGA ayat berikutnya ....

Dan Allah melaknati mereka. (At-Taubah: 68)

Maksudnya, Allah mengusir mereka dan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya.

Dan bagi mereka azab yang kekal. (At-Taubah: 68)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Artikulli paraprakKeadaan Kaum Munafik dan Musyrikin
Artikulli tjetërDi Antara Permintaan Maaf

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini