Jual Beli yang Menguntungkan

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 111

0
46

Kajian Tafsir Surah At-Taubah ayat 111. Hakikat bai’at dan berjanji dengan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, sifat orang-orang yang berbai’at, penjelasan tentang jual beli yang menguntungkan dan sifat orang-orang yang mendapatkannya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ -١١١

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah keberhasilan yang agung. (Q.S. At-Taubah : 111)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innallāhasytarā minal mu’minīna (sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukminin) yang ikhlas.

Aηfusahum wa amwālahum bi anna lahumul jannah (diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka), yakni membeli (diri dan harta mereka) dengan surga.

Yuqātilūna fī sabīlillāhi (mereka berperang di jalan Allah), yakni dalam rangka taat kepada Allah Ta‘ala.

Fa yaqtulūna (lalu mereka membunuh) musuh.

Wa yuqtalūna (atau terbunuh) oleh musuh.

Wa‘dan ‘alaihi ([itulah] Janji-Nya), yakni janji Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Haqqan (yang benar), yakni yang mesti Dia tunaikan kepada mereka.

Fit taurāti wal iηjīli wal qur-ān, wa man aufa bi ‘ahdihī minallāhi (di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janji daripada Allah), yakni dan siapakah yang lebih sempurna dalam memenuhi janji dibandingkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Fastabsyirū bi bai‘ikumul ladzī bāya‘tum bih (maka bergembiralah kalian dengan jual-beli yang telah kalian lakukan dengan-Nya), yakni dengan Allah. Maksudnya, bergembiralah kalian dengan surga.

Wa dzālika huwal fauzul ‘azhīm (dan itulah kemenangan yang besar), yakni kesuksesan yang gemilang. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala   menerangkan perihal mereka:

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka[16] dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an[17]. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?[18] Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu[19], dan demikian itulah keberhasilan yang agung[20].

[16] Untuk mengerahkan semua itu dalam ketaatan kepada-Nya, seperti berjihad melawan musuh-Nya demi menegakkan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya.

[17] Semua kitab yang besar ini sepakat terhadap janji tersebut.

[18] Yakni tidak ada yang paling memenuhi janji selain Allah.

[19] Yakni hendaknya kalian bergembira, dan memberitakan kepada yang lain serta memberkan dorongan.

[20] Di mana tidak ada keberhasilan yang lebih besar dan lebih agung selainnya, karena keberhasilan tersebut mengandung kebahagiaan yang abadi, kesenangan yang kekal, dan keridhaan dari Allah yang merupakan nikmat surga yang paling besar. Jika anda ingin memperhatikan betapa besarnya jual beli ini, maka perhatikanlah siapa yang membeli, gantinya, dan apa yang dibeli? Pembelinya adalah Allah Azza wa Jalla, gantinya adalah surga, dan yang dibeli adalah jiwa dan harta yang merupakan sesuatu yang paling dicintai manusia.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka) lantaran mereka menginfakkannya di jalan ketaatan kepada-Nya, seperti untuk berjuang di jalan-Nya (dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau dibunuh) ayat ini merupakan kalimat baru yang menjadi penafsir bagi makna yang terkandung di dalam lafal fa yuqtaluuna wa yaqtuluuna, artinya sebagian dari mereka ada yang gugur dan sebagian yang lain meneruskan pertempurannya (sebagai janji yang benar) lafal wa`dan dan haqqan keduanya berbentuk mashdar yang dinashabkan fi`ilnya masing-masing yang tidak disebutkan (di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an?) artinya tiada seorang pun yang lebih menepati janjinya selain dari Allah. (Maka bergembiralah) dalam ayat ini terkandung pengertian iltifat/perpindahan pembicaraan dari gaib kepada mukhathab/dari orang ketiga kepada orang kedua (dengan jual-beli yang telah kalian lakukan itu dan yang demikian itu) yaitu jual-beli itu (adalah kemenangan yang besar) yang dapat mengantarkan kepada tujuan yang paling didambakan.
Baca Juga: Di sini Link Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-11 untuk ayat lainnya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala   memberitahukan bahwa Dia membeli dari hamba-hamba-Nya yang beriman, diri dan harta benda mereka yang telah mereka korbankan di jalan Allah dengan surga. Hal ini termasuk karunia dan kemurahan serta kebajikan-Nya kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah telah menerima apa yang telah dikorbankan oleh hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya, lalu menukarnya dengan pahala yang ada di sisi-Nya dari karunia-Nya. Al-Hasan Al-Basri dan Qatadah mengatakan, “Mereka yang berjihad di jalan Allah, demi Allah, telah berjual beli kepada Allah, lalu Allah memahalkan harganya.”

Syamr ibnu Atiyyah mengatakan, “Tiada seorang muslim pun melainkan pada lehernya terkalungkan baiat kepada Allah yang harus ia tunaikan atau ia mati dalam keadaan tidak menunaikannya.” Kemudian Syamr ibnu Atiyyah membaca ayat ini. Karena itulah maka dikatakan bahwa barang siapa yang berangkat di jalan Allah, berarti dia telah berbaiat kepada Allah. Dengan kata lain, Dia menerima transaksinya dan akan memenuhi balasannya.

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ القُرَظي وَغَيْرُهُ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي لَيْلَةَ العقبةِ: اشْتَرِطْ لِرَبِّكَ وَلِنَفْسِكَ مَا شِئْتَ! فَقَالَ: أَشْتَرِطُ لِرَبِّي أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَشْتَرِطُ لِنَفْسِي أَنْ تَمْنَعُونِي مِمَّا تَمْنَعُونَ مِنْهُ أَنْفُسَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ. قَالُوا: فَمَا لَنَا إِذَا فَعَلْنَا ذَلِكَ؟ قَالَ: الْجَنَّةُ. قَالُوا: رَبِح البيعُ، لَا نُقِيل وَلَا نَسْتَقِيلُ، فَنَزَلَتْ: إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ الْآيَةَ

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi dan lain-lainnya mengatakan bahwa Abdullah ibnu Rawwahah radiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ dalam malam ‘Aqabah, “Berilah persyaratan bagi Tuhanmu dan bagi dirimu sesuka hatimu.” Maka Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya: Aku memberikan syarat bagi Tuhanku, hendaklah kalian menyembah-Nya dan janganlah kalian mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun. Dan aku memberikan syarat bagi diriku, hendaklah kalian membelaku sebagaimana kalian membela diri dan harta benda kalian sendiri. Mereka (para sahabat) bertanya, “Apakah yang akan kami peroleh jika kami mengerjakan hal tersebut?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Surga.” Mereka berkata, “Jual beli yang menguntungkan, kami tidak akan mundur dan tidak akan mengundurkan diri.” Lalu turunlah firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri. (At-Taubah: 111), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  :

Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (At-Taubah: 111)

Maksudnya, baik mereka terbunuh atau membunuh, atau keduanya mereka alami, maka sudah menjadi ketetapan bagi mereka beroleh Balasan surga karena itu dalam hadist Sahihain disebutkan:

وَتَكَفَّلَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ، لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا جِهَادٌ فِي سَبِيلِي، وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي، بِأَنْ تَوَفَّاهُ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، أَوْ يُرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ، نَائِلًا مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ

Allah menjamin bagi orang yang berangkat berjihad di jalan-Nya, yang tidak sekali-kali ia berangkat melainkan untuk berjihad di jalan-Ku dan membenarkan rasul-rasul-Ku; bahwa jika Allah mewafatkannya, maka Dia akan memasukkannya ke dalam surga atau mengembalikannya pulang ke tempat tinggalnya yang ia berangkat darinya seraya memperoleh pahala yang digondolnya atau ganimah.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  :

(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. (At-Taubah: 111)

Hal ini merupakan pengukuhan dari janji tersebut, dan sebagai berita bahwa Allah telah mencatat janji yang telah Dia ikrarkan kepada diri-Nya ini, lalu Dia menurunkannya kepada rasul-rasul-Nya melalui kitab-kitab-Nya yang besar, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  :

Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? (At-Taubah: 111)

Karena sesungguhnya Dia tidak pernah mengingkari janji. Ayat ini semakna dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala   lainnya yaitu:

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللهِ حَدِيثًا

Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah? (An-Nisa: 87)

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلا

Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? (An-Nisa: 122)

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Maka bergembiralah dengan jual beli yang lelah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah: 111)

Maksudnya, bergembiralah orang yang menjalani transaksi ini dan menunaikan janji ini, karena dia akan mendapat keberuntungan yang besar dan nikmat yang kekal.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.