Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu

Kajian Tafsir : Surah At-Taubah ayat 116

0
61

Kajian Tafsir :  Surah At-Taubah ayat 116. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ اللّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يُحْيِـي وَيُمِيتُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ -١١٦

Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu (wahai manusia) selain Allah. (Q.S. At-Taubah : 116)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innallāha bi kulli syai-in ‘alīm (sesungguhnya Allah Maha mengetahui terhadap segala sesuatu), termasuk mansukh dan nasikh.

Innallāha lahū mulkus samāwāti (sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit), yakni perbendaharaan langit seperti matahari, bulan, bintang, dan lain-lain.

Wal ardl (dan bumi), yakni perbendaharaan bumi, seperti pepohonan, hewan, gunung, laut, dan sebagainya.

Yuhyī (Dia menghidupkan) untuk ba‘ts (kebangkitan).

Wa yumīt (dan mematikan) di dunia.

Wa mā lakum miη dūnillāhi (dan sekali-kali tidak ada bagi kalian selain Allah), maksudnya dari azab Allah.

Miw waliyyin (seorang pelindung), yakni kerabat yang berguna bagi kalian.

Wa lā nashīr (dan penolong), yakni pembela.


Link untuk Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-11

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan[42]. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu (wahai manusia) selain Allah.

[42] Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang yang memiliki langit dan bumi, Dia mengatur hamba-Nya, baik dengan menghidupkan maupun mematikan dan bentuk pengaturan ilahiyyah lainnya. Jika Dia tidak melalaikan pengaturan yang sifatnya qadari di alam semesta, lantas bagaimana mungkin Dia melalaikan pengaturan yang sifatnya agama yang terkait dengan ketuhanan-Nya dan membiarkan hamba-hamba-Nya begitu saja atau membiarkan hamba-hamba-Nya tersesat dan tidak tahu jalan, padahal yang demikian merupakan bentuk pengaturan yang paling agung?

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tiada bagi kalian) hai umat manusia (selain dari Allah) (yang melindungi) kalian daripada-Nya (dan yang memberikan pertolongan) yang dapat mencegah diri kalian dari kepastian Allah.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  :

Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagi kalian selain Allah. (At-Taubah: 116)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa makna ayat ini mengandung pengertian anjuran dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala   kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk memerangi orang-orang musyrik dan pemimpin kekufuran. Dan hendaknyalah mereka percaya akan pertolongan Allah, Raja langit dan bumi; dan janganlah mereka merasa gentar dalam menghadapi musuh-musuhnya, karena sesungguhnya tidak ada pelindung bagi mereka dan tidak ada penolong bagi mereka selain Dia.

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي دُلَامَةَ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ صَفْوَانِ بْنِ مُحْرِز، عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ: بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ إِذْ قَالَ لَهُمْ: هَلْ تَسْمَعُونَ مَا أَسْمَعُ؟  قَالُوا مَا نَسْمَعُ مِنْ شَيْءٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي لَأَسْمَعُ أَطِيطَ السَّمَاءِ، وَمَا تُلَامُ أَنْ تَئطَّ، وَمَا فِيهَا مِنْ مَوْضِعِ شِبْرٍ إِلَّا وَعَلَيْهِ مَلَكٌ سَاجِدٌ أَوْ قَائِمٌ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abu Dilamah Al-Bagdadi, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Ata, telah menceritakan kepada kami Sa’id, dari Qatadah, dari Safwan ibnu Muharriz, dari Hakim ibnu Hizam yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ berada di antara para sahabatnya, tiba-tiba beliau ﷺ bertanya kepada mereka, “Apakah kalian mendengar apa yang saya dengar?” Mereka menjawab, “Kami tidak mendengar sesuatupun.” Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku mendengar suara gemuruh langit, tetapi tidaklah dicela bila langit mengeluarkan suara gemuruh, karena tiada suatu jengkal tempat pun darinya melainkan padanya terdapat seorang malaikat sedang sujud atau sedang berdiri.

Ka’bul Ahbar mengatakan bahwa tidak ada suatu tempat sebesar lubang jarum pun dari bumi ini melainkan padanya terdapat malaikat yang ditugaskan menjaganya dan melaporkan pengetahuan hal tersebut kepada Allah. Dan sesungguhnya jumlah malaikat langit benar-benar lebih banyak daripada bilangan pasir. Dan sesungguhnya malaikat penyangga ‘Arasy itu panjang antara tumit kaki seseorang dari mereka sampai kepada betisnya sama dengan perjalanan seratus tahun.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.