Membandingkan Teks Laporan Hasil Percobaan

0
1153

Mulai subunit ini kita akan membahas tentang teks laporan hasil percobaan pada pembelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas IX semester satu. Pada setiap subunit teks laporan hasil percobaan disandingkan Lembar Kegiatan/Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai referensi untuk memberikan pengayaan pembelajaran dan bahan bacaan yang sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih dalam buku guru kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan permendikbud No. 37 Tahun 2018.

Aktivitas peserta didik sejatinya menggunakan model pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran berorientasi High Order Thingking Skils (HOTS), untuk mencapai keterampilan abad 21.

Setelah mempelajari materi ini kita diharapkan dapat membandingkan teks laporan percobaan dengan teks eksplanasi dan teks deskripsi.

Materi ini dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar 3.1 Mengidentifikasi informasi dari laporan percobaan yang dibaca dan didengar (percobaan sederhana untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan, adanya vitamin pada makanan, dll).

Untuk mempelajari unit ini, kita dapat membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Cetakan Ke-2.2018 (Edisi Revisi) halaman 9-12.

Dalam kehidupan sehari-hari, saat mendengarkan radio atau menonton televisi, membaca surat kabar, membaca buku-buku pelajaran dan mendengarkan uraian guru, serta di lokasi niaga seperti pasar swalayan dan pusat-pusat perbelanjaan, kita dipenuhi dengan informasi dari berbagai sumber. Informasi sudah menjadi kebutuhan bagi siapapun dari dulu hingga kini. Saat ini informasi berkembang dan tersebar luas. Oleh karena itu, kemampuan membuat teks laporan dan memahami teks laporan menjadi sangat penting.

Baiklah sebelum kita dapat menyusun sendiri teks laporan hasil percobaan, perhatikan dulu tulisan berikut!

Teks 1

Sepedaku termasuk sepeda ontel-jengki yang tidak memiliki batangan, besi berbentuk pipa yang menghubungkan setang dan tempat duduk. Tempat duduknya terbuat dari kulit. Warnanya hitam, tetapi sudah memudar. Ban depan sepedaku memiliki 4 garis putih yang jarang ditemukan untuk ban sepeda. Ukuran ban sekitar 18 inci. Rem tangan depan dan belakang terbuat dari besi bukan kabel. Bel sepeda khas berbunyi kring-kring terletak di setang kanan. Sepeda ini kupakai ke sekolah. Teman-temanku berkelakar bahwa aku seperti naik onta, badanku kecil tidak cocok dengan sepeda yang besar.

Saat mengayuh, kakiku yang pendek tidak sepenuhnya dapat mengikuti kayuhan. Kakiku menggantung di atas pedal bagian bawah.

Teks 2

“Fix gear” adalah gir (gigi) kaku yang menggerakkan sebuah sepeda (ataupun kendaraan lain) dan merupakan bagian yang disebut drivetrain. Drivetrain merupakan gabungan berbagai komponen yang saling terhubung dan merupakan sistem penggerak sepeda yang terdiri atas pedal, lengan engkol (crankarm), gir depan (chainring), gir belakang (cog), dan tentunya 2 rantai. Gabungan komponen di bagian pedal, yaitu pedal, lengan engkol, dan gir depan. Rantai akan melingkari gir depan dan mengikatnya dengan gir belakang yang terhubung dengan roda belakang. Ketika pedal diinjak, lengan engkol akan mengikutinya, memutar gir depan yang tertempel. Kemudian, menarik rantai yang juga otomatis mengajak gir belakang untuk berputar. Karena gir menempel pada roda belakang, berputarlah roda itu dan meluncur.

Teks 3

Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Salah satu jenis sepeda yang banyak digunakan hingga tahun 1970-an adalah jenis ontel. Sepeda ontel memiliki ciri posisi duduk tegak, reputasi sangat kuat, dan bermutu tinggi. Rumah rantai tertutup. Dengan gigi yang tidak bisa diubah 3 dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ontel juga dilengkapi rem drum untuk pengereman. Berbagai merek sepeda ontel dari berbagai Negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium, misalnya merek Fongers, Gazelle, dan Sunbeam. Kemudian, pada segmen di bawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Philips, dan NSU.

Ketiga teks tersebut sepintas terlihat mirip. Namun, jika diperhatikan secara saksama, ketiga teks itu memiliki perbedaan yang jelas.

Teks 1 disebut teks laporan

Terlihat bahwa tujuan teks tersebut adalah memberi informasi faktual tentang sepeda ontel-jengki yang dimiliki penulis. Sepeda tersebut digambarkan secara rinci berdasarkan klasifikasinya mulai dari bentuk, warnanya, ukuran ban, rem, bel dan lain-lain. Teks tersebut menyajikan informasi tentang sesuatu sebagaimana adanya. Informasi yang dilaporkan merupakan hasil analisis yang sistematis.

Teks 2 disebut teks eksplanasi

Tampak jelas bahwa teks tersebut menggambarkan atau menjelaskan hubungan peristiwa atau proses bagaimana sampai roda itu dapat berputar dan meluncur.

Teks eksplanasi, yakni teks yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu. Peristiwa atau proses-proses terjadinya sesuatu itu sering dialami oleh kita. Setiap kejadian atau peristiwa yang dialami oleh kita tidak lepas dari suatu proses. Misalnya, peristiwa terjadinya hujan, yang dimulai dari pembentukan awan sampai pada turunnya titik-titik air ke bumi. Begitu pun dengan kegiatan sarapan bubur pada pagi hari, yang dimulai dengan proses pengolahan bubur itu sendiri hingga penghidangannya pada sebuah mangkuk di atas meja.

Teks 3 disebut teks deskripsi.

Teks deskripsi adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan personal terhadap objek. Teks deskripsi memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks tanggapan deskriptif.

Ketiga teks tersebut (laporan, eksplanasi, deskripsi) dikatakan sepintas terlihat mirip karena isi ketiga teks tersebut sama-sama adanya penggambaran. Ada penggambaran hasil pengamatan, ada penggambaran rangkaian kejadian, sebagai perincian atas kejadian yang relevan dengan identifikasi fenomena. Bagian ini dapat disusun dengan pola kausalitas ataupun kronologis. Dan ada penggambaran suatu objek berdasar sudut pandang subjektif penulisnya.

〈⇒menu⇐〉〈⇒LKPD⇐

Untuk lebih memahami teks laporan hasil percobaan, mari kita ikuti subunit pembelajaran berikutnya.

Demikian dan terima kasih.

Semoga ada manfaatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here