LKPD Menelaah Kebahasaan Teks LHO

0
681

LKPD Menelaah kebahasaan teks LHO ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Lembar Kerja Pesera Didik ini dikembangkan berdasarkan:

Kompetensi Dasar

3.8 Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan

Indikator

  • Menelaah kebahasaan teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan.

LKPD 4.8 (Kegiatan Kedelapan)

Alokasi Waktu:  2 JP (18 November ’20)

Petunjuk Kegiatan:

  • Peserta didik membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta : Cetakan Ke-4 2017.
  • Peserta didik membaca dan menyimak buku tersebut mulai dari halaman 151 s/d 153 atau yang dikutif pada bahan bacaan pada link yang tersedia.
  • Tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
  • Melaporkan hasil pada buku tugas atau lembaran fortofolio dengan tulis tangan. Bentuk laporan cukup jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disediakan.
  • Tulis Laporan LKPD 4.8, Nama, NIS/NISN dan kelas ananda pada LKPD.
〈⇒menu⇐〉⇔⇔〈⇒bacaan⇐〉

Untuk meningkatkan pemahaman kita dalam menelaah kebahasaan teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan, selanjutnya silakan kerjakan lembar kerja berikut.

Laporan LKPD 4.8

Nama               :  ………………………………

NIS/NISN          :  ………………………………

Kelas               :  ………………………………

Bacalah contoh teks LHO berikut dengan cermat!

Mengenal Suku Badui

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Itulah salah satu keunikan Suku Badui sehingga wajar mereka sangat menjaga betul ‘pikukuh’ atau ajaran mereka, entah berupa kepercayaan dan kebudayaan.

Karena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli. Mereka dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek moyangnya. Mereka memakai pakaian yang berwarna putih dengan ikat kepala putih serta membawa golok. Pakaian suku Badui Dalam pun tidak berkancing atau kerah. Uniknya, semua yang dipakai suku Badui Dalam adalah hasil produksi mereka sendiri. Biasanya para perempuan yang bertugas membuatnya. Mereka dilarang memakai pakaian modern. Selain itu, setiap kali bepergian, mereka tidak memakai kendaraan bahkan tidak memakai alas kaki dan terdiri atas kelompok kecil berjumlah 3-5 orang. Mereka dilarang menggunakan perangkat teknologi, seperti HP dan TV.

Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku sunda, wiwitan: asli). Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu. Kepercayaan suku ini merupakan refleksi kepercayaan masyarakat Sunda sebelum masuk agama Islam.

Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis. Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda). Anak-anak suku Badui Dalam pun tidak bersekolah, kegiatannya hanya sekitar sawah dan kebun. Menurut mereka, inilah cara mereka melestarikan adat leluhurnya. Meskipun sejak pemerintahan Soeharto sampai sekarang sudah diadakan upaya untuk membujuk mereka agar mengizinkan pembangunan sekolah, tetapi mereka selalu menolak. Dengan demikian, banyak cerita atau sejarah mereka hanya ada di ingatan atau cerita lisan saja.

Badui Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Badui Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Badui Dalam ke Badui Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di Badui Luar dan Badui Dalam itu hampir sama, tetapi Badui Luar lebih mengenal teknologi dibanding Badui Dalam.

Sumber: http://faidatulhikmah.blogspot.com dengan penyesuaian

  1. Bacalah teks laporan hasil observasi lainnya pada media massa atau buku atau sumber yang lainnya!
  2. Tunjukkan mana kalimat definisi dan mana kalimat klasifikasi!
  3. Telaahlah, apakah kalimat tersebut benar atau salah apabila dilihat dari penulisan ejaan,  tanda baca dan penggunaan imbuhan asing!
  4. Carilah di berbagai media massa penggunaan kata berimbuhan asing! Telaahlah ketepatan pengguanaannya!
  5. Kalau dinyatakan benar, berilah alasannya dan andai terdapat kesalahan, berilah alasan kesalahannya dan perbaiki!
  6. Diskusikan prinsip penulisan imbuhan asing! Buatlah contoh penulisan yang salah dan yang benar!
  7. Carilah contoh kesalahan kalimat yang tidak efektif!
  8. Isilah tabel berikut!

Kata tidak baku

Alasan tidak baku

Kata baku

bawain
pengrusak
merubah
mempengaruhi
sintesa
resiko
diakomodir
kuwalitas
infra merah
ekstra kurikuler

.

Guru MP

………………………….

Orangtua/Wali

…………………………..

Nilai

……………………….

Bahasa Indonesia Merajut Persatuan Bangsa

.

Berita sebelumyaLKPD Memperbaiki Kesalahan Penggunaan Bahasa
Berita berikutnyaLKPD Prinsip Penggunaan Bahasa pada Teks LHO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here