Tentang Rezeki yang Diturunkan Allah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Yunus ayat 59

0
50

Kajian Tafsir Al-Qur’an: Surah Yunus ayat 59. Penjelasan tentang rezeki yang diturunkan Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا أَنزَلَ اللّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَاماً وَحَلاَلاً قُلْ آللّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللّهِ تَفْتَرُونَ -٥٩

Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?” (Q.S. Yunus : 59)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah), hai Muhammad kepada penduduk Mekah!

A ra-aitum mā aηzalallāhu lakum mir rizqin (“Terangkanlah kepadaku rezeki yang diturunkan Allah kepada kalian), yakni tanam-tanaman dan hewan-hewan ternak yang diciptakan Allah Ta‘ala untuk kalian.

Fa ja‘altum minhu (lalu kalian tetapkan sebagiannya), yakni lalu kalian katakan dan kalian praktikkan.

Harāman (haram) dimanfaatkan oleh kaum wanita, yaitu manfaat hewan bahīrah, sā-ibah, dan hām.

Wa halālā (dan [sebagiannya] halal”) untuk kaum laki-laki.

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!

Āllāhu adzina lakum (“Apakah Allah telah memberikan izin kepada kalian), yakni Allah-kah yang menyuruh kalian melakukan hal itu?

Am ‘alallāhi (atau terhadap Allah), yakni yang sebenarnya terhadap Allah-lah.

Taftarūn (kalian mengada-adakan saja”), yakni mereka-reka kebohongan.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal[39].” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?”

[39] Yang mereka jadikan haram misalnya bahiirah dan saa’ibah (lihat Al Maa’idah: 103), sedangkan yang mereka halalkan misalnya bangkai.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku) ceritakanlah kepadaku (tentang apa yang telah diturunkan oleh Allah) tentang apa yang telah diciptakan oleh-Nya (bagi kalian berupa rezeki, lalu kalian jadikan sebagiannya haram dan sebagian yang lainnya halal.”) seperti ternak bahirah, ternak saibah dan bangkai. (Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepada kalian) tentang ini, yaitu tentang penghalalan dan pengharaman ini; tentu saja tidak (atau) bahkan (kalian mengada-adakan saja terhadap Allah?”) kalian telah berdusta dengan mengaitkan hal tersebut dari Allah.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Abbas. Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan lain-lainnya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan sebagai pengingkaran terhadap perbuatan orang-orang musyrik yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu dari diri mereka sendiri, seperti mengharamkan bahirah, saibah, dan wasilah. Hal ini disebutkan oleh firman-Nya:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالأنْعَامِ نَصِيبًا

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah. (Al-An’am: 136), hingga beberapa ayat berikutnya.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، سَمِعْتُ أَبَا الْأَحْوَصِ وَهُوَ عَوْفُ بْنُ [مَالِكِ بْنِ] نَضْلَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا قَشْف الْهَيْئَةِ، فَقَالَ: هَلْ لَكَ مَالٌ؟  قَالَ: قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: مِنْ أَيِّ الْمَالِ؟  قَالَ: قُلْتُ: مِنْ كُلِّ الْمَالِ، مِنَ الْإِبِلِ وَالرَّقِيقِ وَالْخَيْلِ وَالْغَنَمِ. فَقَالَ إِذَا آتَاكَ مَالًا فَلْيُرَ عَلَيْكَ. وَقَالَ: هَلْ تُنْتِجُ إِبِلُ قَوْمِكَ صِحَاحًا آذانُها، فتعمَد إِلَى مُوسَى فَتَقْطَعُ آذَانَهَا، فَتَقُولُ: هَذِهِ بَحْرٌ وَتَشُقُّهَا، أَوْ تَشُقُّ جلودها وَتَقُولُ: هَذِهِ صُرُم، وَتُحَرِّمُهَا عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِكَ؟  قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَإِنَّ مَا آتَاكَ اللَّهُ لَكَ حِلٌّ، وَسَاعِدُ اللَّهِ أَشُدُّ مِنْ سَاعِدِكَ، وَمُوسَى اللَّهِ أَحَدُّ مِنْ مُوسَاكَ وَذَكَرَ تَمَامَ الْحَدِيثِ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Ishaq, bahwa ia pernah mendengar Abul Ahwas (yaitu Auf ibnu Malik ibnu Nadlah) menceritakan hadis berikut dari ayahnya. Disebutkan bahwa ia datang kepada Rasulullah dengan penampilan yang lusuh, maka Rasulullah bertanya, “Apakah engkau punya harta?” Ia menjawab, “Ya.” Rasulullah bertanya, “Berupa apakah hartamu?” Ia menjawab, “Semua jenis harta seperti unta, budak, kuda, dan ternak kambing.” Maka Rasulullah bersabda, “Apabila Allah menganugerahkan kepadamu harta, maka perlihatkanlah bekasnya pada dirimu.” Dan Rasulullah bersabda, “Apakah ternak untamu melahirkan unta-unta yang telinganya utuh, lalu kamu sengaja mengambil pisau, kemudian kamu memotong telinganya dan kamu katakan. Ini Bahirah,’ dan kamu beri tanda pada kulitnya dengan menyobek sebagiannya dan kamu katakan, ‘Ini Sarimah,’ yang semuanya itu kamu haramkan atas dirimu dan keluargamu?” Ia menjawab.”Ya.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepadamu adalah halal, lengan Allah lebih kuat daripada lenganmu, dan pisau Allah lebih tajam daripada pisaumu.’ hingga akhir hadis.

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abuz Za’ra (yaitu Amr ibnu Amr). dari pamannya (yaitu Abul Ahwas). Juga dari Bahz ibnu Asad. dari Hammad ibnu Salamah, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Abul Ahw as dengan sanad yang sama. Hadis ini ditinjau dari sanadnya berpredikat jayyid lagi kuat.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengingkari orang yang mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya atau menghalalkan apa yang diharamkan-Nya. hanya berdasarkan kepada pendapat dan hawa nafsu sendiri, tanpa sandaran dan tanpa ada dalil yang menjadi pegangannya.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.

 

«««« juz 10«««««« juz 11 «««««« juz 12 ««««