Allah Benar-benar Mempunyai Karunia

Tafsir Al-Qur’an: Surah Yunus ayat 60

0
44

Kajian Tafsir Al-Qur’an: Surah Yunus ayat 60. Penjelasan bahwa Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَشْكُرُونَ -٦٠

Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur. (Q.S. Yunus : 60)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa mā zhannul ladzīna yaftarūna (dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan), yakni mereka-reka.

‘Alallāhil kadziba (kebohongan terhadap Allah). Apa yang akan diperbuat Allah terhadap mereka.

Yaumal qiyāmah, innallāha la dzū fadl-lin (pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar Pemilik karunia), yakni anugerah.

‘Alan nāsi (atas manusia) dengan menangguhkan azab.

Wa lākinna aktsarahum lā yasykurūn (tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri) hal itu dan tidak pula mengimaninya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat?[40] Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia[41], tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur[42].

[40] Apakah mereka menduga, bahwa Allah tidak akan menghukum mereka?

[41] Dengan memberi tangguh mereka, memberi nikmat dan memberikan rezeki.

[42] Di antara mereka ada yang menggunakan rezeki yang diberikan Allah untuk berbuat maksiat, ada pula yang tidak mengakuinya, ada pula yang mengharamkannya. Sedikit sekali mereka yang bersyukur dengan mengakui nikmat itu, memuji Alah terhadapnya dan menggunakannya untuk ketaatan. Berdasarkan ayat ini, bahwa hukum asal semua makanan adalah halal sampai ada dalil dari syara’ yang mengharamkannya, karena Alah mengingkari orang yang mengharamkan rezeki yang dilimpahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah) maksudnya apakah dugaan mereka terhadap-Nya (pada hari kiamat) apakah mereka menduga bahwasanya Allah tidak akan menghukum mereka? Tentu saja tidak demikian. (Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan kepada manusia) yaitu dengan menangguhkan mereka dan selalu memberikan nikmat kepada mereka (tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengancam mereka atas perbuatannya itu kelak di hari kiamat. Untuk itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? (Yunus: 60)

Maksudnya, apakah yang mereka kira akan dilakukan terhadap mereka kelak di hari kiamat bila mereka dikembalikan kepada Kami?

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia. (Yunus: 60)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa karunia itu berupa penangguhan, yakni Allah membiarkan mereka hidup di dunia tanpa menyegerakan siksaan-Nya kepada mereka.

Menurut kami, dapat pula ditakwilkan bahwa Allah mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, yaitu membolehkan bagi mereka semua hal yang bermanfaat di dunia ini; dan Dia tidak mengharamkan atas mereka sesuatu pun kecuali yang membahayakan diri dan agama mereka.

Tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya). (Yunus: 60)

Bahkan mereka mengharamkan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, dan mempersempit diri mereka sendiri dengan cara menghalalkan sebagian dan mengharamkan sebagian yang lain. Dan memang itulah yang telah dilakukan oleh orang-orang musyrik dalam hukum-hukumnya yang mereka bebankan atas diri mereka sendiri, begitu pula kaum ahli kitab dalam buatan-buatan mereka terhadap agamanya.

Ibnu Abu Hatim dalam tafsir ayat ini mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami Rabah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnus Sabah sehubungan dengan Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikut ini: Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia. (Yunus: 60) Bahwa di hari kiamat kelak semua orang yang berhak mendapat rahmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala dihadapkan kepada-Nya. Lalu mereka semuanya berdiri di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam tiga golongan. Kemudian dihadapkanlah seorang lelaki dari golongan yang pertama, maka Allah berfirman, “Hai hamba-Ku, mengapa engkau beramal?” Maka si hamba menjawab, “Wahai Tuhanku, Engkau telah menciptakan surga berikut pepohonannya, buah-buahannya, sungai-sungainya, bidadari-bidadarinya, kenikmatan-kenikmatannya, dan semua pahala yang telah Engkau sediakan buat orang-orang yang taat kepada Engkau. Maka aku jalani malam hariku dalam keadaan terjaga (melakukan salat) dan aku jalani siang hariku dalam keadaan haus (puasa) karena merindukan surga.” Maka Allah berfirman, “Hai hamba-Ku, sesungguhnya kamu beramal hanyalah karena menginginkan surga. Inilah surga, maka masuklah kamu ke dalamnya; dan sebagai kemurahan-Ku kepadamu, sekarang Aku merdekakan kamu dari neraka; dan termasuk kemurahan-Ku kepadamu, Aku masukkan kamu ke dalam surga-Ku.” Maka masuklah orang itu bersama teman-temannya.

Kemudian dihadapkan lagi lelaki lainnya dari golongan yang kedua, lalu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Hai hamba-Ku, mengapa engkau beramal?” Si hamba menjawab, “Wahai Tuhanku, Engkau telah menciptakan neraka berikut belenggu-belenggunya, api-apinya yang menyala-nyala, airnya yang panas mendidih, naungan asapnya yang hitam pekat, serta azab lainnya yang telah Engkau sediakan buat orang-orang yang durhaka kepada Engkau di dalam neraka. Maka aku jalani malam-malam hariku dengan berjaga dan aku jalani siang hariku dengan haus karena takut kepada neraka.” Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Hai hamba-Ku, sesungguhnya kamu beramal karena takut kepada neraka-Ku, maka sekarang Aku bebaskan kamu dari neraka; dan termasuk kemurahan-Ku kepadamu, Aku masukkan kamu ke dalam surga-Ku.” Maka masuklah dia bersama teman-temannya ke dalam surga.

Kemudian dihadapkan lagi seorang lelaki dari golongan yang ketiga. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Hai hamba-Ku, mengapa kamu beramal?” Ia menjawab, “Ya Tuhanku, aku beramal karena cinta kepada Engkau dan rindu kepada Engkau. Demi keagungan-Mu, sesungguhnya aku jalani malam-malam hariku dengan berjaga, dan aku jalani siang hariku dengan haus karena rindu dan cinta kepada Engkau.” Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Hai hamba-Ku, sesungguhnya engkau beramal karena cinta kepada-Ku dan rindu kepada-Ku.” Maka Tuhan Yang Mahaagung menampakkan diri-Nya, lalu berfirman, “Inilah Aku, maka pandanglah Aku.” Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman lagi, “Termasuk kemurahan-Ku kepadamu. Aku bebaskan kamu dari neraka; dan Aku bolehkan surga-Ku untukmu. Aku perintahkan para malaikat-Ku untuk menziarahimu, serta Aku sendiri mengucapkan selamat kepadamu.” Maka masuklah dia bersama teman-temannya ke dalam surga.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.

 

«««« juz 10«««««« juz 11 «««««« juz 12 ««««