Perumpamaan Kedua Golongan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Hud ayat 24

0
250

Kajian Tafsir Surah Hud ayat 24. Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin). Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالأَعْمَى وَالأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ -٢٤

Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu?. Maka tidakkah kamu mengingatnya? (Q.S. Hud : 24)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Matsalul farīqaini (perumpamaan kedua golongan itu), yakni perumpamaan orang kafir dan orang Mukmin.

Kal a‘mā wa ashammi (adalah seperti orang buta dan tuli). Maksudnya, perumpamaan orang kafir seperti orang buta yang tak bisa melihat kebenaran dan petunjuk. Ia juga seperti orang tuli yang tak bisa mendengar kebenaran dan petunjuk.

Wal bashīri was samī‘ (dengan orang awas dan dapat mendengar). Maksudnya, perumpamaan orang Mukmin seperti orang awas yang dapat melihat kebenaran dan petunjuk. Ia juga seperti orang yang pendengarannya baik serta dapat mendengarkan kebenaran dan petunjuk.

Hal yastawiyāni matsalā (apakah perumpamaan kedua golongan itu sama), yakni apakah orang kafir dan orang Mukmin sama dalam hal ketaatan dan pahalanya?

A fa lā tadzakkarūn (maka tidakkah kalian mengambil pelajaran), yakni tidakkah kalian menarik pelajaran dari perumpamaan-perumpamaan Al-Qur’an, kemudian kalian beriman?


BACA JUGA: Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-12 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Perumpamaan[29] kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli[30] dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar[31]. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengingatnya[32]?

[29] Yakni sifat.

[30] Inilah perumpamaan golongan yang kafir atau golongan yang celaka.

[31] Inilah perumpamaan golongan yang mukmin atau golongan yang berbahagia.

[32] Yakni mengingat amal yang bermanfaat bagimu, lalu kamu melakukannya dan mengingat amal yang merugikan kamu, lalu kamu meninggalkannya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Perumpamaan) gambaran (kedua golongan itu) yakni orang-orang kafir dan orang-orang mukmin (seperti orang buta dan tuli) ini perumpamaan orang kafir (dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar) ini perumpamaan orang mukmin. (Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?) Tentu saja tidak. (Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran) lafal tadzakkaruuna asalnya tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada huruf dzal sehingga jadilah tadzakkaruuna, artinya sama dengan lafal tatta’izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala membuat perumpamaan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Untuk itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Perbandingan kedua golongan itu. (Hud: 24)

Maksudnya, perbandingan antara orang-orang yang disebutkan oleh Allah sebagai orang-orang yang celaka dan orang-orang mukmin yang berbahagia ialah: Orang-orang yang celaka itu sama halnya dengan orang yang buta dan yang tuli, sedangkan orang-orang yang berbahagia sama halnya dengan orang yang melihat dan yang mendengar. Orang kafir buta tidak dapat melihat kebenaran di dunia dan akhirat, tidak mendapat petunjuk kepada kebaikan dan tidak mengenalnya. Dan ia tuli, tidak dapat mendengar hujah-hujah sehingga tidak dapat beroleh manfaat darinya, seperti yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam ayat yang lain, yaitu:

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. (Al-Anfal: 23), hingga akhir ayat.

Adapun orang mukmin, maka ia cerdas, cerdik lagi berakal; ia dapat melihat perkara yang hak dan dapat membedakannya dengan yang batil, lalu mengikuti yang baik dan meninggalkan yang buruk. Dia pun mendengar hujah-hujah dan dapat membedakannya dengan hal yang syubhat, maka dia tidak teperdaya oleh perkara yang batil. Maka apakah sama antara orang ini dan orang itu? (yakni antara orang mukmin dan orang kafir). Jawabannya, tentu tidak.

Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)? (Hud: 24)

Tidakkah kalian mengambil pelajaran, kemudian kalian membedakan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir itu? Ayat ini semisal dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ

Tidak sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (Al-Hasyr: 20)

وَمَا يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ وَلا الظُّلُمَاتُ وَلا النُّورُ وَلا الظِّلُّ وَلا الْحَرُورُ وَمَا يَسْتَوِي الأحْيَاءُ وَلا الأمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ إِنْ أَنْتَ إِلا نَذِيرٌ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلا خَلا فِيهَا نَذِيرٌ

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendakinya, dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan. Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Fathir: 19-24)

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.

 

Berita sebelumyaKisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam
Berita berikutnyaOrang-orang yang Beriman