Dia Berikan kepadanya Hikmah dan Ilmu

Tafsir Al-Qur’an: Surah Yusuf ayat 22

0
304

Kajian Tafsir Surah Yusuf ayat 22. Nabi Yusuf ‘alaihis salam bersama pembesar Mesir, dan bagaimana Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberikan tempat kepada Beliau di bumi dan Dia berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْماً وَعِلْماً وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ -٢٢

Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Yusuf : 22)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lammā balagha asyuddahū (dan tatkala dia sudah cukup dewasa). Kata al-asyuddu berarti rentang usia antara delapan belas hingga tiga puluh tahun.

Ātaināhu (Kami Memberikan kepadanya), yakni Kami menganugerahkan kepadanya.

Hukmaw wa ‘ilmā (hikmah dan ilmu), yakni pemahaman dan kenabian.

Wa kadzālika (dan demikianlah), yakni seperti itulah.

Najzil muhsinīn (Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik), yakni memberikan balasan ilmu dan hikmah kepada orang-orang yang berbuat baik dengan ucapan dan perbuatan.


BACA JUGA: Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-12 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan ketika dia telah cukup dewasa[23] Kami berikan kepadanya hikmah[24] dan ilmu[25]. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik[26].

[23] Yaitu ketika Beliau semakin kuat baik batin maupun zhahir (fisik); kuat memikul beban-beban kenabian dan kerasulan, yaitu ketika berusia 30 atau 33 tahun.

[24] Maksudnya, dijadikan nabi dan rasul.

[25] Yakni pemahaman terhadap agama.

[26] Baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam bergaul dengan hamba-hamba Allah. Allah memberikan balasan kepada mereka yang berbuat baik atas kebaikan mereka dengan ilmu yang bermanfaat, Allahummaj’alnii minhum, Allahummaj’alnii minhum, Allahummaj’alnii minhum, Allahumma aamin.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan tatkala dia cukup dewasa) yaitu mencapai umur tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun (Kami berikan kepadanya hikmah) kebijaksanaan (dan ilmu) pengetahuan agama sebelum ia diangkat menjadi nabi. (Demikianlah) sebagaimana Kami berikan imbalan kepadanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan tatkala dia cukup dewasa. (Yusuf: 22)

Yakni setelah Yusuf menginjak usia dewasa. Dengan kata lain, tubuh dan akalnya telah dewasa.

Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. (Yusuf: 22)

Yaitu kenabian. Dengan kata lain, Allah memilihnya di antara mereka untuk menjadi nabi-Nya.

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Yusuf: 22)

Dengan kata lain, Yusuf baik dalam amalnya serta selalu mengamalkan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Para ulama berbeda pendapat mengenai usia kedewasaan Nabi Yusuf. Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan tiga puluh tiga tahun. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas adalah tiga puluh tahun lebih. Menurut Ad-Dahhak dua puluh tahun, dan menurut Al-Hasan empat puluh tahun. Ikrimah mengatakan dua puluh lima tahun, As-Saddi mengatakan tiga puluh tahun, sedangkan Sa’id ibnu Jubair mengatakan delapan belas tahun. Imam Malik, Rabi’ah ibnu Zaid ibnu Aslam, dan Asy-Sya’bi mengatakan bahwa asyuddahu artinya mencapai usia akil balig. Dan menurut pendapat yang lainnya dikatakan selain itu.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.

 

Berita sebelumyaRayuan Istri Al-‘Aziz Kepada Yusuf ‘Alaihis Salam
Berita berikutnyaDia Telah Menggerakkan Seseorang yang Membelinya di Mesir