Pelayannya Benar-benar Membuatnya Mabuk Cinta

Tafsir Al-Qur’an: Surah Yusuf ayat 30

0
383

Kajian Tafsir Surah Yusuf ayat 30. Gantengnya Nabi Yusuf ‘alaihis salam, terpesonanya kaum wanita negeri itu dengan kegantengan Beliau; Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَن نَّفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبّاً إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ -٣٠

Dan perempuan-perempuan di kota berkata, “Istri Al-Al-‘Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Yusuf : 30)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qāla niswatuη fil madīnati (dan wanita-wanita di kota berkata). Mereka berjumlah empat orang, yaitu: istri penyaji minum raja, istri sipir penjara, istri juru masak raja, dan istri pengurus hewan ternak raja.

Imra-atul ‘azīzi (“Istri Al-‘Aziz), Zulaikha.

Turāwidu fatāhā ‘an nafsihī (merayu bujangnya agar mau menyerahkan dirinya [kepada keinginannya]), yakni mengajak bujangnya agar mau berbuat serong dengannya.

Qad syaghafahā hubbā (sungguh dia telah dimabuk cinta), yakni rasa cinta perempuan itu kepada Yusuf ‘alaihis salam telah menumbuhkan nafsu yang meluap-luap dalam hatinya. Menurut pendapat yang lain, rasa cinta kepada Yusuf ‘alaihis salam telah merasuki jiwa perempuan itu.

Innā la narāhā fī dlalālim mubīn (kami benar-benar memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata), yakni dalam kekeliruan yang jelas karena mencintai bujangnya, Yusuf ‘alaihis salam


BACA JUGA: Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-12 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan perempuan-perempuan di kota[1] berkata, “Istri Al Al-‘Aziz[2] menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta[3]. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata[4].

[1] Yakni di kota Mesir.

[2] Al ‘Al-‘Aziz sebutan bagi pembesar di Mesir. Istri Al ‘Al-‘Aziz di sini adalah istri Qithfir.

[3] Yakni hal ini perkara yang memalukan, ia adalah wanita yang berkedudukan tinggi, dan suaminya pun berkedudukan tinggi. Namun ia malah merayu pelayannya yang berada di bawahnya dan memberikan dirinya untuk pelayannya.

[4] Yakni karena terjadi hal yang tidak patut terjadi ini.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan wanita-wanita di kota berkata) yaitu kota Mesir (“Istri Al-‘Aziz menggoda bujangnya) yaitu hamba sahaya lakinya (untuk menundukkan dirinya menuruti kemauannya, sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam) lafal hubban berkedudukan menjadi tamyiz; artinya cinta Zulaikha terhadap Yusuf telah merasup ke dalam lubuk hatinya. (Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”) jelas sesat karena mencintai hambanya sendiri.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menceritakan bahwa kisah atau kejadian antara Yusuf dan istri Al-Al-‘Aziz tersebar ke seantero penduduk kota Mesir sehingga menjadi topik pembicaraan mereka.

Dan wanita-wanita di kota itu berkata. (Yusuf: 30)

Yang antara lain istri para pejabat dan orang-orang terkemuka kota itu. Mereka memprotes tindakan istri Al-Al-‘Aziz, karena Al-Al-‘Aziz adalah seorang menteri negeri itu; juga terhadap suaminya yang mendiamkan perbuatan itu.

Istri Al-Al-‘Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya). (Yusuf: 30)

Artinya, dia berupaya menundukkan bujangnya untuk memenuhi keinginannya dan menggoda bujangnya agar mau diajak serong dengannya.

Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. (Yusuf: 30)

Yakni cintanya kepada bujangnya itu sampai menutupi hatinya, hingga membuatnya tergila-gila kepadanya. Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa syagaf artinya cinta yang memabukkan, diambil dari kata syagaf  yang artinya lapisan yang melindungi hati.

Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata. (Yusuf: 30)

Dalam perbuatannya itu, yakni mencintai bujangnya dan menggodanya agar mau berbuat mesum dengannya.

Hanya Allah-lah Yang Maha mengetahui dan hanya bagi Allah-lah segala puji.

 

Artikulli paraprakGantengnya Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam
Artikulli tjetërMenarik Baju Gamisnya Hingga Robek