Kepada-Nya Aku Bertawakkal

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ar-Ra’d ayat 30

0
362

Kajian Tafsir Surah Ar-Ra’d ayat 30. Pengutusan rasul-rasul kepada umat manusia merupakan sunnah Allah, Al-Qur’an kitab yang menggoncangkan dunia, ajakan Rasulullah ﷺ kepada kaumnya untuk mentauhidkan Allah, dan hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertobat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

كَذَلِكَ أَرْسَلْنَاكَ فِي أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهَا أُمَمٌ لِّتَتْلُوَ عَلَيْهِمُ الَّذِيَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمَـنِ قُلْ هُوَ رَبِّي لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ -٣٠

Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.” (Q.S. Ar-Ra’d : 30)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Kadzālika arsalnāka fī ummatin (demikianlah Kami telah mengutusmu kepada suatu umat), yakni seperti itulah Kami mengutusmu kepada suatu umat.

Qad khalat (yang sungguh telah berlalu), yakni telah lewat.

Ming qablihā umamul li tatluwa ‘alaihimul ladzī auhainā ilaika (beberapa umat sebelumnya agar kamu membacakan kepada mereka yang Kami Wahyukan kepadamu), yakni Kami menurunkan Jibril membawa Al-Qur’an kepadamu.

Wa hum yakfurūna bir rahmān (sedangkan mereka kafir kepada ar-Rahmān . [Yang Maha Pengasih]). Mereka mengatakan, “Kami tidak mengenal ar-Rahmān,yang kami kenal hanyalah Musailamah al-Kadzdzab.”

Qul (katakanlah) bahwasanya ar-Rahmān.

Huwa rabbī lā ilāha illā huwa ‘alaihi tawakkaltu (“Dia adalah Rabb-ku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal), yakni tempatku bersandar dan mempercayakan segala sesuatu.

Wa ilaihi matāb (dan hanya kepada-Nya jua kembaliku”), yakni tempat kembaliku di akhirat.


BACA JUGA: Kajian Tafsir Juz Ke-13 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Demikianlah[13], Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat[14] yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat[15], agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan yang Maha Pengasih[16]. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia[17]; hanya kepada-Nya aku bertawakkal[18] dan hanya kepada-Nya aku bertobat[19].”

[13] Sebagaimana Kami telah mengutus para nabi sebelummu.

[14] Agar engkau (Muhammad) mengajak mereka kepada petunjuk.

[15] Yang kepada mereka diutus pula para rasul. Sehingga engkau bukanlah rasul yang baru yang menyebabkan mereka mengingkari kerasulanmu.

[16] Mereka mengatakan saat diperintahkan untuk sujud kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, “Siapakah Tuhan Yang Maha Pengasih itu?” Mereka tidak membalas rahmat dan ihsan-Nya -yang salah satunya adalah dengan diutus-Nya rasul dan diturukan-Nya kitab- dengan menerima dan bersyukur, bahkan mereka menolak dan mengingkarinya.

[17] Kalimat ini mengandung dua tauhid; tauhid rububiyyah dan tauhid uluhiyyah, yakni memberitahukan bahwa hanya Allah Tuhan yang mencipta, memberi rezeki dan menguasai alam semesta, dan hanya Dia yang berhak disembah; tidak selain-Nya.

[18] Dalam semua urusanku.

[19] Ada yang mengartikan dengan, “Aku kembali kepada-Nya dalam semua ibadah dan kebutuhanku.”

.

Tafsir Jalalain

  1. (Demikianlah) sebagaimana Kami mengutus nabi-nabi sebelummu (Kami mengutus kamu kepada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya supaya kamu membacakan) mengajarkan (kepada mereka apa yang Kami wahyukan kepadamu) yaitu Al-Qur’an (padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah) karena mereka mengatakan sewaktu mereka disuruh sujud atau menyembah kepada-Nya siapakah Tuhan Yang Maha Pemurah? (Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad (“Dialah Rabbku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.”)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Sebagaimana Kami utus kamu, hai Muhammad, kepada umat ini,”

Supaya kamu membacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu. (Ar-Ra’d: 30)

Yakni agar kamu menyampaikan kepada mereka risalah dari Allah buat mereka, begitu pula Kami telah mengutus (utusan-utusan Kami) kepada umat-umat terdahulu yang kafir kepada Allah. Para utusan sebelum kamu telah didustakan oleh umatnya masing-masing, maka engkau mempunyai suri teladan dari para rasul pendahulumu. Dan sebagaimana Kami telah menimpakan azab dan pembalasan kami kepada mereka yang kafir di masa lalu, maka hendaklah umatmu pun berhati-hati, jangan sampai tertimpa azab dan pembalasan-Ku yang pernah menimpa para pendahulu mereka. Karena sesungguhnya pendustaan umatmu terhadap kamu jauh lebih parah daripada pendustaan yang dialami oleh para rasul terdahulu dari umatnya.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah berfirman:

تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu. (An-Nahl: 63)

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu. tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. (Al-An’am: 34)

Menerangkan tentang bagaimana Kami tolong mereka dan Kami jadikan bagi mereka akibat yang baik begitu pula bagi para pengikut mereka di dunia dan akhirat.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. (Ar-Ra’d: 30)

Yakni umat yang Kami utus kamu kepada mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Mereka tidak mengakui-Nya, karena mereka menolak penyebutan Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Dalam perjanjian Hudaibiyah mereka menolak menulis kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim, dan mereka mengatakan, “Kami tidak mengenal Rahman dan Rahim” Demikianlah yang dikatakan oleh Qatadah, sedangkan hadis mengenainya berada di dalam kitab Sahih Bukhari. Padahal Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah berfirman di dalam Kitab-Nya:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى

Katakanlah, “Serulah Allah, atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai al-asmd-ul husna (nama-nama yang terbaik). (Al-Isra: 110)

Di dalam kitabSahih Muslim, dari Abdullah ibnu Umar, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ

Sesungguhnya nama yang paling disukai oleh Allah ialah Abdullah dan Abdur Rahman.

Katakanlah, “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia.” (Ar-Ra’d: 30)

Yakni Tuhan yang kalian ingkari itu aku beriman kepada-Nya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Rabb kami. Dia adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Dia.

Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (Ar-Ra’d: 30)

dalam semua urusanku.

Dan hanya kepada-Nya aku bertobat. (Ar-Ra’d: 30)

Artinya, hanya kepada-Nya aku kembali dan bertobat, karena sesungguhnya tiada yang patut mendapat kedudukan tersebut selain Dia.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaSebenarnya Segala Urusan Itu Milik Allah
Berita berikutnyaKebahagiaan dan Tempat Kembali yang Baik