Tunduk Kepada Allah

Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Nahl ayat 87-88

0
393

Kajian Tafsir Surah An-Nahl ayat 87-88. Sembahan-sembahan itu menyatakan tunduk kepada Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَأَلْقَوْاْ إِلَى اللّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ -٨٧- الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَاباً فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفْسِدُونَ -٨٨

Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan. Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (Q.S. An-Nahl : 87-89)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa alqau ilallāhi yauma-idzinis salama (dan pada hari itu mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah), yakni yang menyembah dan yang disembah menyatakan ketundukannya kepada Allah Ta‘ala.

Wa dlalla ‘anhum mā kānū yaftarūn (dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan itu), yakni sia-sialah apa yang mereka ada-adakan terhadap Allah. Menurut satu pendapat, tuhan-tuhan yang dahulu mereka sembah berdasarkan kebohongan itu sibuk dengan diri mereka sendiri.

Alladzīna kafarū (orang-orang yang kafir) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa shaddū ‘aη sabīlillāhi (dan menghalang-halangi dari Jalan Allah), yakni dari agama Allah dan ketaatan kepada-Nya.

Zidnāhum ‘adzāban (Kami tambahkan bagi mereka azab), yakni azab ular, kalajengking, kehausan, kedinginan, dan lain-lain, Kami tambahkan ….

Fauqal ‘adzābi (di atas azab), yakni selain azab neraka.

Bimā kānū yufsidūn (karena mereka selalu berbuat kerusakan), yakni karena mereka selalu mengatakan serta melakukan berbagai kemaksiatan dan kemusyrikan.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-14 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan[7].

[7] Yang mereka ada-adakan itu adalah kepercayaan, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala mempunyai sekutu-sekutu, dan bahwa sekutu-sekutu itu dapat memberi syafa’at kepada mereka di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

  1. Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah[8], Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan[9] disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan[10].

[8] Yakni dari agama-Nya.

[9] Maksudnya, mendapatkan siksaan yang berlipatganda, sebagaimana kesalahan mereka juga berlipatganda.

[10] Dengan menghalangi manusia dari beriman.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu) artinya mereka tunduk terhadap keputusan Allah (dan hilanglah) lenyaplah (dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan) yang menyatakan bahwa sekutu-sekutu mereka itu dapat memberikan syafaat bagi mereka.
  2. (Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi) manusia (dari jalan Allah) dari agama-Nya (Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan) yakni di atas siksaan yang berhak mereka terima dikarenakan kekafiran mereka. Ibnu Masud r.a. mengatakan, bahwa siksaan tambahan itu berupa kelabang-kelabang yang taringnya bagaikan batang-batang pohon kurma yang tinggi (disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan) karena mereka telah mencegah manusia untuk beriman kepada Allah.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan mereka menyatakan ketundakannya kepada Allah pada hari itu. (An-Nahl: 87)

Qatadah dan Ikrimah mengatakan bahwa mereka (sembahan-sembahan itu) menyatakan ketundukan dan penyerahan dirinya kepada Allah pada hari itu. Dengan kata lain, mereka semua tunduk kepada Allah, dan tiada seorang pun melainkan tunduk patuh kepada-Nya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami. (Maryam: 38)

Artinya, pada hari itu pendengaran mereka sangat terang dan penglihatan mereka sangat tajam.

Dan Allah Swt. telah berfirman:

وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kalian melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar.” (As-Sajdah: 12), hingga akhir ayat.

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). (Thaha: 111)

Yakni tunduk, merasa hina, diam serta berserah diri.

Firman Allah Swt.:

Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. (An-Nahl: 87)

Maksudnya, surut dan lenyaplah semua sembahan yang mereka ada-adakan terhadap Allah. Maka tiada yang dapat menolong mereka, tiada yang dapat membantu mereka, dan tiada yang dapat melindungi mereka. Kemudian dalam firman selanjutnya Allah Swt. berfirman:

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Kami tambahkan kepada mereka siksaan. (An-Nahl: 88), hingga akhir ayat.

Yakni azab atas kekafiran mereka dan azab karena menghalangi manusia dari mengikuti perkara yang hak, sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ

Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya. (Al-An’am : 26)

Mereka mencegah manusia dari mengikuti perkara yang hak, dan mereka sendiri menjauh dari perkara yang hak.

وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari. (Al-An’am: 26)

Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu berbeda-beda dalam menerima azabnya. Sebagaimana orang-orang mukmin, berbeda-beda tingkatannya di dalam surga, begitu pula derajat (kedudukan)nya. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

Allah berfirman, ”Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kalian tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 38)

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Suraij ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy. dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan. (An-Nahl: 88) Mereka diberi siksaan tambahan, yaitu dengan kalajengking yang taring-taringnya sebesar pohon kurma yang tinggi.

Telah menceritakan pula kepada kami Suraij ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Al-Hasan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan. (An-Nahl: 88) Bahwa siksaan tambahan itu diadakan di lima buah sungai yang terletak di bawah ‘Arasy; pada sebagiannya mereka disiksa di malam hari, dan pada sebagian yang lainnya mereka disiksa di siang hari.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaKeistimewaan Tokoh
Berita berikutnyaMereka Mengetahui Nikmat Allah, Kemudian Mereka Mengingkarinya