Kehancuran Itu Disebabkan Dosa dan Maksiat

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Israa’ ayat 58

0
222

Kajian Tafsir Surah Al-Israa’ ayat 58. Bahwa kehancuran itu disebabkan dosa dan maksiat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِن مَّن قَرْيَةٍ إِلاَّ نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَاباً شَدِيداً كَانَ ذَلِك فِي الْكِتَابِ مَسْطُوراً -٥٨

Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh). (Q.S. Al-Israa’ : 58)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa im ming qaryatin illā nahnu muhlikūhā (dan tidak ada satu negeri pun melainkan Kami membinasakannya), yakni Kami jadikan penghuni negeri itu mati.

Qabla yaumil qiyāmati au mu‘adz-dzibūhā ‘adzābaη syadīdā (sebelum hari kiamat, atau Kami mengazabnya dengan azab yang dahsyat), yakni dengan pedang (serangan musuh) dan berbagai penyakit.

Kāna dzālika (yang demikian itu), yakni kebinasaan dan azab itu.

Fil kitābi mas-thūrā (termaktub di dalam al-Kitab), yakni termaktub di Lauh Mahfuzh dan akan terjadi.


BACA JUGA Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-15 untuk ayat lainnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat[5] atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)[6].

[5] Dengan mematikannya.

[6] Oleh karena itu, hendaknya orang-orang yang mendustakan para rasul itu segera kembali kepada Allah dan membenarkan para rasul-Nya sebelum sempurna untuk mereka ketetapan azab.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Orang-orang yang mereka seru itu) sebagai tuhan-tuhan sesembahan mereka (mereka sendiri mencari-cari (jalan kepada Rabb mereka) dengan mendekatkan diri melalui ketaatan kepada-Nya (siapakah di antara mereka) lafal ini menjadi badal daripada wawu yang terdapat dalam lafal yabtaghuuna; artinya mencari jalan itu (yang lebih dekat) kepada Allah; maka mengapa mencarinya kepada selain-Nya (dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya) sama dengan orang-orang selain mereka; maka mengapa kalian menganggap mereka sebagai tuhan-tuhan. (Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang harus ditakuti).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. memberitahukan, telah diputuskan dan telah dicatat di dalam Lauh Mahfuzh yang ada di sisi-Nya, bahwa tidak ada seorang penduduk kampung pun melainkan Allah membinasakannya dengan cara mematikan semua penduduknya atau mengazab mereka.

Dengan azab yang sangat keras. (Al-Isra: 58)

Adakalanya dengan membunuh mereka atau menimpakan cobaan menurut apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya hal itu terjadi tiada lain karena dosa-dosa dan keburukan-keburukan mereka. Di dalam ayat yang lain Allah Swt. menyebutkan kisah tentang umat-umat terdahulu:

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Hud: 101)

فَذَاقَتْ وَبَالَ أَمْرِهَا وَكَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهَا خُسْرًا

Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar. (Ath-Thalaq: 9)

 وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ

Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya. (Ath-Thalaq: 8), hingga akhir ayat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaUnta Betina Sebagai Mukjizat
Berita berikutnyaSikap Khauf (Takut) dan Raja’ (Berharap)