Watak Tokoh

0
676

Unit ini berisi dokumen soal yang menanyakan watak tokoh. Lima soal HOTS yang tersaji ini, pernah muncul dalam naskah soal UN beberapa tahun terakhir. Soal sejenis ini dapat dijadikan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk menyelesaikannya. Selain itu soal ini juga dapat menjadi acuan ketika kita akan mengembangkan soal yang setipe pada topik menelaah struktur cerita pendek yang dibaca.

Kami mencoba menyusun model pelatihan yang diharapkan dapat menyemangati dan mempermudah peserta didik serta dapat menjadi solusi untuk semua tantangan di dalam menuntaskan belajarnya tentang watak tokoh.

Berikut contoh soal-soal yang menanyakan watak tokoh.

Pilihlah pada jawaban yang paling tepat!

Klik submit untuk mengetahui nilai Anda!

Welcome to your Watak Tokoh

Bacalah teks berikut!


(1)  Di bawah pohon waru, Saidah menggelar dagangannya, nasi, pecel. Jakun Karyamin turun naik. Ususnya terasa terpilin.


(2)  “Masih pagi kok mau pulang, Min?’ tanya Saidah. “Sakit?”


(3)  Karyamin menggeleng dan tersenyum. Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tangannya yang pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.


(4)  “Makan, Min?”


(5)  “Tidak. Beri aku minum saja. Daganganmu sudah ciut seperti itu. aku tak ingin menambah utang.”


(6)  “Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?” Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah. Ada kehangatan menyapu kerongkongan Karyamin terus ke lambungnya.


(7)  Makan, ya Min? Aku tak tahan melihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayar, kan?


Bukti watak Saidah baik hati terdapat pada bagian ….

Bacalah teks berikut!


(1) berkali-kali aku memohon Ibu menjemput Ena dan membawanya kembali tinggal bersama. Aku khawatir ia disiksa anak-anak Paman. (2) Lagi pula, pamanku jarang di rumah. Bibi sudah pasti membela anak-anaknya. Ibu malah tertawa keras. (3) Ketika ibu mengulangi lagi permohonanku, Ibu memarahiku “Saya tidak sanggup menanggung makan kalian berdua,” jawabnya, ketus. (4) Seandainya aku sudah bekerja. Ibu juga mengaggur, biaya hidup kami ditanggung adik nenekku. Ibuku mempunyai ibu yang kupanggil nenek dan nenek mempunyai adik perempuan yang kupanggil nenek juga. Nenek inilah yang membantu kami. Fatma adalah salah seorang pembantu di rumah nenek. Ibu memperoleh banyak perlakuan istimewa dari nenek, terlebih setelah ia kabur dari rumah.


Bukti watak tokoh Aku perhatian terdapat pada nomor ....

Bacalah kutipan cerita berikut!


Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling berbagi makanan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, ia malu kerana telah kehilangan sebuah kakinya.


Kebiasaan tokoh belalang yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

Bacalah teks cerpen berikut!


Di ruang tamu, ada seorang majikan sedang duduk di kursi. Pembantunya sedang menyapu halaman depan. Majikan tersebut meminta pembantunya yang bernama Amat untuk segera mengambilkan koran. Karena tidak tahu, Amat menanyakan di mana koran tersebut. Setelah diberi tahu, Amat mengambil koran tersebut, lalu meminta izin untuk melanjutkan menyapu halaman. Namun majikan tersebut memerintahkan lagi agar Amat menyapu dan mengepel semua ruang. Amat pun menjawab dan menyanggupinya.


Watak Amat dalam teks cerpen tersebut adalah ….

Bacalah kutipan cerita berikut!


“Namaku Aini.” Aini mengulurkan tangan sambil menyebut namanya. “O, iya.” jawab gadis yang belakangan diketahui bernama Deswita itu. tampaknya anak baru itu agak malas menyambut perkenalan Aini.


“Jika kamu butuh informasi tentang sekolah ini, aku bisa bantu , kok.” lanjut Aini. “Maaf, deh. Aku tahu dengan siapa aku harus berteman di kelas baruku ini.” Deswita menjawab sambil sedikit menaikkan alis matanya.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Deswita pada kutipan cerita tersebut adalah ….


.

Pembahasan

  1. Bacalah teks berikut!

(1)  Di bawah pohon waru, Saidah menggelar dagangannya, nasi, pecel. Jakun Karyamin turun naik. Ususnya terasa terpilin.

(2)  “Masih pagi kok mau pulang, Min?’ tanya Saidah. “Sakit?”

(3)  Karyamin menggeleng dan tersenyum. Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tangannya yang pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.

(4)  “Makan, Min?”

(5)  “Tidak. Beri aku minum saja. Daganganmu sudah ciut seperti itu. aku tak ingin menambah utang.”

(6)  “Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?” Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah. Ada kehangatan menyapu kerongkongan Karyamin terus ke lambungnya.

(7)  Makan, ya Min? Aku tak tahan melihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayar, kan?

Bukti watak Saidah baik hati terdapat pada bagian ….

A.  (1)

B.  (2)

C.  (6)

D.  (7)

Pembahasan

Watak atau karakter tokoh dalam cerita terbagi menjadi protagonist (tokoh baik), antagonis (tokoh penentang), tritagonis (pembantu bertemu kedua tokoh). Bukti watak Saidah baik hati terdapat pada bagian (7) Makan, ya Min? Aku tak tahan melihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayar, kan?

Jawab: D

Soal tersebut terdapat dalam naskah soal UN SMP/MTs tahun 2017.

  1. Bacalah teks berikut!

(1) berkali-kali aku memohon Ibu menjemput Ena dan membawanya kembali tinggal bersama. Aku khawatir ia disiksa anak-anak Paman. (2) Lagi pula, pamanku jarang di rumah. Bibi sudah pasti membela anak-anaknya. Ibu malah tertawa keras. (3) Ketika ibu mengulangi lagi permohonanku, Ibu memarahiku “Saya tidak sanggup menanggung makan kalian berdua,” jawabnya, ketus. (4) Seandainya aku sudah bekerja. Ibu juga mengaggur, biaya hidup kami ditanggung adik nenekku. Ibuku mempunyai ibu yang kupanggil nenek dan nenek mempunyai adik perempuan yang kupanggil nenek juga. Nenek inilah yang membantu kami. Fatma adalah salah seorang pembantu di rumah nenek. Ibu memperoleh banyak perlakuan istimewa dari nenek, terlebih setelah ia kabur dari rumah.

Bukti watak tokoh Aku perhatian terdapat pada nomor ….

A.  (1)

B.  (2)

C.  (3)

D.  (4)

Pembahasan

Berangkat dari konflik pada kutipan teks cerita adalah keinginan tokoh Aku menolong Ena tapi tidak ada biaya, kita dapat memahami bahwa amanat yang coba disampaikan teks cerita adalah imbauan untuk melakukan sesuatu sesuaikan dengan kemampuan.

Jawab: A.

Soal tersebut terdapat dalam naskah soal UN SMP/MTs tahun 2017. Level Kognitif: Penalaran. Indikator yang berkesesuaian: 3.6.3 Menelaah struktur cerita pendek yang dibaca. Diketahui: karakteristik tokoh dalam teks. Ditanyakan: Watak tokoh. Materi yang dibutuhkan: Teks cerpen.

  1. Bacalah kutipan cerita berikut!

Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling berbagi makanan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, ia malu kerana telah kehilangan sebuah kakinya.

Kebiasaan tokoh belalang yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A.  setiap malam berpesta

B.  membagi makanan

C.  hidup menyendiri

D.  aneh dan pemalu

Pembahasan

Dalam nukilan fabel tersebut terdapat penggunaan kalimat Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa tokoh Belalang memiliki tabiat mengasingkan diri dengan alasan kekurang yang ia miliki.

Jawab: C

Soal tersebut terdapat dalam naskah soal UN SMP/MTs tahun 2017. Level Kognitif: L2 (aplikasi). Indikator yang bersesuaian: 3.15.2 Mendaftar kata/kalimat sebagai ciri cerita fabel pada teks yang dibaca atau didengar. Diketahui: Unsur intrinsik cerita fabel. Ditanyakan: Mengidentifikasi kebiasaan tokoh pada kutipan. Materi yang dibutuhkan: Teks cerita rakyat.

  1. Bacalah teks cerpen berikut!

Di ruang tamu, ada seorang majikan sedang duduk di kursi. Pembantunya sedang menyapu halaman depan. Majikan tersebut meminta pembantunya yang bernama Amat untuk segera mengambilkan koran. Karena tidak tahu, Amat menanyakan di mana koran tersebut. Setelah diberi tahu, Amat mengambil koran tersebut, lalu meminta izin untuk melanjutkan menyapu halaman. Namun majikan tersebut memerintahkan lagi agar Amat menyapu dan mengepel semua ruang. Amat pun menjawab dan menyanggupinya.

Watak Amat dalam teks cerpen tersebut adalah ….

A.  tekun

B.  jujur

C.  patuh

D.  sombong

Pembahasan

Watak Amat dalam teks cerpen tersebut adalah tekun dibuktikan dengan kalimat Amat sedang menyapu halaman depan, mengambil koran, lalu melanjutkan lagi menyapu halaman dan disuruh menegepel semua ruangan,  Amat pun menjawab dan menyanggupinya.

Jawab: A

Soal tersebut terdapat dalam naskah soal UN SMP/MTs tahun 2016.

  1. Bacalah kutipan cerita berikut!

“Namaku Aini.” Aini mengulurkan tangan sambil menyebut namanya. “O, iya.” jawab gadis yang belakangan diketahui bernama Deswita itu. tampaknya anak baru itu agak malas menyambut perkenalan Aini.

“Jika kamu butuh informasi tentang sekolah ini, aku bisa bantu , kok.” lanjut Aini. “Maaf, deh. Aku tahu dengan siapa aku harus berteman di kelas baruku ini.” Deswita menjawab sambil sedikit menaikkan alis matanya.

Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Deswita pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A.  diceritakan tokoh lain

B.  penggambaran fisik

C.  tingkah laku tokoh

D.  dialog antartokoh

Pembahasan

Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Deswita pada kutipan cerita tersebut adalah melalui dialog antartokoh. Cara lain untuk menggambarkan tokoh dalam sebuah cerita: 1. Secara langsung digambarkan melalui penjelasan pengarang (teknik analitik), 2. Dialog antartokoh, pelukisan tindakan tokoh, serta pikirn atau cerita tokoh lain (teknik dramatik).

Jawab: D

Soal tersebut terdapat dalam naskah soal UN SMP/MTs tahun 2018.

Demikian, semoga ada manfaatnya dan sukses selalu untuk Anda!

BACA JUGA SOAL TERKAIT : Unsur Teks Cerita Imajinasi (Tokoh)

Sumber:

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Penigkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2019.

 

 

Berita sebelumyaUnsur Teks Cerita Imajinasi (Tokoh)
Berita berikutnyaPenyebab Terjadinya Konflik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here